Jembatan Emas Rusak, Kekhawatiran Mantan Wagub Babel Terbukti

  • Whatsapp
Hidayat Arsani

Jembatan Emas Rusak, Ekonomi Bangka Terancam
Pemprov Bisa Digugat Pengguna Pelabuhan
Hidayat Arsani: Kajati Coba Turun Periksa

PANGKALPINANG – Tahun 2016 silam, Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Wagub Babel), Hidayat Arsani kala itu, mungkin satu-satunya pejabat yang tidak setuju jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel meneruskan mega proyek pembangunan Jembatan Emas.

Alasannya, wagub khawatir jika jembatan sistem buka tutup (bescule) yang menghabiskan APBD Babel nyaris Rp500 miliar itu rusak, maka perekonomian Pulau Bangka terancam. Distribusi sembako, material bangunan, kegiatan ekspor dan aktivitas penunjang ekonomi lainnya yang bergantung pada Pelabuhan Pangkalbalam pasti akan terganggu.

Kini, kekhawatiran Hidayat Arsani itu terbukti. Sejak Minggu sore (3/2/2019) hingga kemarin, Jembatan Emas yang menghubungkan Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka di alur muara sungai Pelabuhan Pangkalbalam itu telah rusak. Mesin hidrolik yang digunakan untuk mengangkat dan menutup jembatan tidak berfungsi.

Celakanya, jembatan itu rusak dalam kondisi turun alias tidak bisa diangkat. Akibatnya kapal-kapal yang hendak masuk atau keluar Pelabuhan Pangkalbalam, menjadi terganggu. Sejumlah kapal pembawa sembako, bahan material bahkan kapal tanker milik Pertamina yang hendak masuk ke Pelabuhan Pangkalbalam pun tertahan di sekitar jembatan.

Dapat ditebak, distribusi sembako, bahan material dan bahan bakar minyak (BBM) bakal tidak dapat didistribusikan ke Pulau Bangka. Kapal roro yang mengangkut penumpang dan barang-barang dengan truk dari Pelabuhan Sunda Kelapa dan Tanjung Priok Jakarta pun, tidak dapat masuk ke Pelabuhan Pangkalbalam. Penumpang kapal roro harus dijemput kapal patroli KSOP dan instansi lainnya.

“Inilah kekhawatiran saya dulu, sekarang terbukti kan. Ketika jembatan itu rusak tidak bisa diangkat atau hidrolik besculenya rusak, ekonomi Pulau Bangka, terutama Pangkalpinang pasti terancam. Sekarang sudah tiga hari sejumlah kapal barang dan kapal tanker maupun kapal roro tidak bisa keluar masuk Pelabuhan Pangkalbalam. Ingat ya tahun 2016 dulu saya sudah memprediksi dan mengingatkan hal ini pasti terjadi, karena belum ada pelabuhan lain yang difungsikan seperti Pelabuhan Pangkalbalam,” ungkap Hidayat Arsani kepada wartawan, Rabu petang (6/2/2019).

Mantan Wagub ini menyesalkan Pemprov Babel cuma bisa menyelesaikan proyek pembangunan Jembatan Emas tanpa mempersiapkan dan mempertimbangkan pembangunan pelabuhan alternatif untuk kelancaran distribusi sembako atau barang-barang lainnya ke Pulau Bangka. Sedangkan Pelabuhan Pangkalbalam merupakan pelabuhan satu-satunya yang aktif mendorong perekonomian Bangka.

“Beginilah jadinya kalau pemimpin tidak berpikiran panjang, berpikir hanya sesaat tanpa memikirkan dampak kedepan. Jika dalam waktu sebulan jembatan itu tetap rusak, terancamlah Bangka ini, hancur ekonomi, Pelabuhan Pangkalbalam pun mati,” sesalnya.

Dengan kondisi Jembatan Emas yang baru difungsikan sekitar satu tahun terakhir tapi telah rusak, Hidayat Arsani mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Babel untuk turun tangan memeriksa spesifikasi material bangunan dan pengadaan mesin hidrolik jembatan.

“Saat ini sudah banyak yang menjadi korban, orang menjadi sengsara dan bakal menderita karena pembangunan jembatan itu. Saya meminta, Bapak Kajati coba turun periksa, lihat speknya, jaksa jangan hanya duduk di kantor saja, masa’ baru selesai dibangun dan difungsikan sudah rusak begini. Garansinya dimana? Pemeliharaannya bagaimana? Itu semua yang dapat mengusut pihak Kejaksaan dan Kepolisian, bantulah rakyat di pelabuhan itu. Saya mencium aroma dugaan korupsi di situ,” tandas Hidayat.

Bapak Pembangunan Babel yang kini kembali menjadi pengusaha ini juga mengingatkan Pemprov Babel, terutama Gubernur dan kontraktor pembangunan Jembatan Emas, dapat digugat oleh para pihak yang dirugikan akibat rusaknya jembatan. Yakni para pengguna Pelabuhan Pangkalbalam dan konsumen dari pihak pelabuhan.

“Soalnya, rusaknya jembatan itu telah mengganggu ekonomi Pulau Bangka. Bakal banyak yang menjadi korban, dulu sudah pernah saya sampaikan kalau jembatan itu rusak maka banyak orang yang menjadi sengsara. Ingat, para pihak yang bersentuhan langsung dengan pelabuhan, para pengusaha ekspedisi, distributor sembako, pemilik SPBU dan lain-lain yang dirugikan akibat jembatan rusak, bisa memprotes dan bisa menggugat pemerintah atas kejadian ini. Buruh panggul sudah kehilangan pendapatan juga, belum lagi pihak lain,” tukas Dayat sapaan Hidayat Arsani.

Diakui Dayat, dari awal dibangun dia adalah orang pertama dan pejabat pertama yang tidak setuju jembatan tersebut ada. Apalagi menggunakan dana APBD Babel dengan sistem multiyears yang mengganggu pembiayaan pembangunan infrastruktur lainnya. Ia bahkan sudah pernah memprotes rencana itu langsung kepada mantan Gubernur Babel, almarhum Eko Maulana Ali. Pernah juga bersebrangan pendapat dengan mantan gubernur Rustam Effendi yang meneruskan pembangunan jembatan, hingga mengkritisi penuntasan proyek oleh gubernur periode sekarang.

“Saya katakan boleh jembatan itu dibangun untuk icon Babel tapi harus dicari dan dibangun pula alternatif Pelabuhan Pangkalbalam. Saya takutnya seperti ini, rusak, sementara pelabuhan lain tidak ada. Dan sekarang terbukti apa yang saya khawatirkan dulu. Karena harus diingat itu bukan buatan Allah tapi buatan manusia yang kapan saja bisa rusak. Sedangkan kondisi rusaknya demikian tidak bisa diangkat, kan fatal banyak pihak menjadi korban,” tegas Dayat.

Sebelumnya, dalam arsip Rakyat Pos edisi Jumat, 25 November 2016 silam, Hidayat mengaku satu hal yang ia takuti jika terpilih menjadi Gubernur Babel dalam Pilkada 2017, adalah jika Jembatan Emas Baturusa II rusak. “Masalah ekonomi masih saya bisa atasi. Tapi kalau jembatan (Jembatan Emas Baturusa II) itu macet, Bangka Belitung bisa goyang,” katanya dalam kampanye dialogis di Kecamatan Rangkui saat itu.

Dayat memprediksi, jembatan itu suatu saat pasti rusak. Apalagi bila minim perawatan dalam hal teknologi basculenya, yang membuat naik turunnya jembatan. “Seandainya jembatan ini rusak, enggak bisa buka lagi ya kita bisa dituntut para pemilik kapal yang tak bisa keluar masuk pelabuhan. Sembako, bahan bangunan, BBM langsung naik karena kapal juga tak bisa masuk,” katanya.

Dia mengasumsikan, jika saja uang pembangunan jembatan yang senilai sekitar Rp450 miliar itu digunakan untuk memberikan beasiswa kepada pelajar berprestasi, membangun fasilitas kesehatan, memberi pinjaman untuk UMKM, atau mensubsidi sembako murah, maka banyak rakyat yang terbantu oleh kebijakan pemerintah.

Kadis PUPR Membenarkan

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bangka Belitung (Kadis PUPR Babel), Noviar Ishak saat meninjau Jembatan Emas, Rabu (6/2/2019) membenarkan bahwa jembatan itu kini rusak. Jembatan Emas sejak Minggu sore tak bisa beroperasi  lantaran hidrolik dan bagian mesin mengalami kerusakan. “Sejak Minggu sore, mendadak enggak bisa dibuka, ini sudah tiga malam, kami upayakan hingga malam ini bisa diangkat,” katanya.

Ia menegaskan, bahwa tim dan teknisi sudah bekerja memaksimalkan perbaikan kondisi jembatan namun terhambat peralatan. Ditargetkan tadi malam jembatan sudah bisa dibuka tutup dan beroperasi dengan normal. “Kita sudah coba tapi belum bisa, peralatan sebetulnya ada di Babel enggak perlu cari keluar, cuma karena libur Imlek beberapa toko sparepart tutup. Tapi infonya sudah dapat dan kita targetkan malam ini bisa,” jelasnya.

Kerusakan jembatan ini, kata Noviar dikarenakan mesin untuk membuka jembatan mengalami masalah. Akibatnya beberapa kapal besar tidak bisa masuk dan keluar Pelabuhan Pangkalbalam. “Ya, beberapa kapal memang enggak bisa lewat, kalau enggak salah ada delapan, yang berkapasitas besar dengan tinggi diatas 15 meter. Kami sudah koordinasi dengan KSOP, Pelindo dan Pertamina untuk solusi sementara sebelum jembatan dibuka,” tandasnya.

Noviar meminta, masyarakat terutama pemilik kapal dan lalu lintas laut dapat memahami situasi dan kondisi darurat ini, karena pihaknya pun masih terus mencoba agar jembatan bisa berfungsi kembali. Dia berharap hari ini jembatan sudah bisa dioperasikan, sehingga lalu lintas laut bisa kembali maksimal. “Mohon doanya agar jembatan malam ini bisa dibuka, kalau dua hari lagi enggak bisa ya akan mempengaruhi pasokan BBM dan distribusi logistik,” tutupnya. (nov/red/1)

 

Related posts