Jelang Ramadhan, Satgas Pangan Pantau Harga Pasar

  • Whatsapp

Pangkalpinang — Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan Veri Anggrijono, menegaskan jelang puasa dan lebaran, komoditas bahan pokok akan mengalami kenaikan harga.

Sambung Veri, hampir seluruh wilayah di Indonesia, mulai dari daging ayam, bawang merah, bawang putih dan sayur lokal.

Menteri Perdagangan, sebutnya, sudah mengeluarkan izin ke beberapa importir untuk segera mendatangkan pasokan bawang putih agar harga dapat terkendali.

Selain itu, Mendag sudah memerintahkan kepada importir yang masih mempunyai stok bawang putih untuk sesegera menggelontorkanya ke pasar di seluruh Indonesia.

“Kebutuhan bawang putih kita di seluruh indonesia ini mencapai 600 ribu ton pertahun, Mendag sudah mengeluarkan izin kepada beberapa importir untuk segera mendatangkan pasokan bawang putih agar harga bisa turun, mudah-mudahan dalam waktu dekat harganya bisa turun,” ujar Veri, usai menggelar rapat koordinasi bersama tim satgas pangan, Selasa (23/4/2019).

Mengenai permasalah daging ayam yang melonjak. Pihaknya yakin dalam rakor tersebut, satgas pangan akan segera menyelesaikan dengan memutus mata rantai para broker.

“Tadi kita sudah dengar secara bersama, bahwa satgas pangan akan putuskan mata rantai perdagangan ayam yang di lakukan broker,”ucap Veri.

Dari pantauan Kemendag, Wagub Babel dan tim satgas pangan di pasar kota Pangkalpinang, memang terjadi kenaikan harga bahan pokok.

“Secara umum daging ayam, bawang merah, bawang putih dan sayur lokal agak sedikit naik,” ujarnya.

Kenaikan ini karena beberapa alasan kebiasan ruwahan, menjelang lebaran kebutuhan meningkat harga naik.

Di Babel, kata dia, yang perlu diperhatikan ialah memastikan agar transportasi lancar sehingga tidak mengganggu distribusi barang.

“Untuk masalah gula memang stok di bulog menipis. Tapi stok gula yang ada di distributor dapat digelontorkan ke pasar, kita minta bulog mendatangkan gula, karena bulog ini sebagai penyanggah,” tandasnya.

Veri menyarankan, butuh sinergitas semua pihak untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok ini. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan, misalnya dengan memantau harga dan stok. Kedua, memetakan jalur distribusi atau rantai distribusi di Babel, sehingga dapat mengawal kelancaran dari pelabuhan.

“Koordinasi dengan satgas pangan. Kalau ada pedagang yang nakal dijewer saja,” ingatnya.

Sementara, Satgas Pangan Babel. Kompol Wahyudi, melihat persoalan kenaikan harga ayam di Babel memang karena adanya broker, namun pihaknya akan kembali melihat persoalan ini lebih jauh.

“Pedagang tidak ada uang cash, mereka bayar setelah ayam laku, tetapi pedagang maunya cash, akhirnya ini melalui broker,” bebernya.

Satgas Pangan, akan mencari solusi untuk memutus mata rantai distribusi ini, agar pedagang bisa langsung beli ayam langsung ke perusahaan sehingga harga murah dan dijual di bawah HET.

Dari pantauan di pasar pembangunan, harga ayam bervariatif dari Rp35.000 untuk ayam bulat, sementara ayam yang sudah terpotong-potong Rp40.000/kg. Daging sapi masih stabil Rp110.000- Rp115.000/kg, bawang merah Rp43.000-46.000/kh, bawang putih Rp50.000/kg.

Dirjen PKTN Kemdag, didampingi Wagub dan tim Satgas pangan, melakukan pemantauan harga di pasar pagi dan pasar pembangunan kota Pangkalpinang, dan sekaligus berdiskusi dengan pedagang terkait distribusi bahan pokok dan menyarankan agar tidak mengambil keuntungan dari momentum hari besar ini.(nov/7)

Related posts