Jelang Puasa dan Lebaran, Satgas Pangan Peringatkan Distributor Bapok

  • Whatsapp

Jangan Coba-coba ‘Spekulasi’ Barang
Bulog Impor Daging Kerbau Beku India

Pangkalpinang – Satuan Tugas Keamanan Pangan (Satgas Pangan) Provinsi Bangka Belitung (Babel), mengumpulkan distributor bahan pokok (bapok), sebagai antisipasi menjelang puasa dan lebaran tahun 2019, di Bangka City Hotel, Senin (22/4/2019).
Ketua Satgas Pangan Babel, AKBP Indra Krismayadi mengatakan, rapat awal ini pihaknya melibatkan seluruh stakeholder terkait plus pelaku pasar baik distributor pengecer, hingga ritel.
“Kami sifatnya mengimbau harga bahan pokok penting stabil di pasar, kita duduk bersama dan berikan masukan kontribusi kedepan,” kata Indra.
Dirreskrimsus Polda Babel ini menegaskan, apabila nanti diketahui ada distributor, pengecer atau penjual yang kedapatan menimbun bahan pokok serta menaikkan harga, maka tim satgas pangan tak segan melakukan penindakan.
“Kalau ada ulah spekulan nakal, kita langsung aja proses, jangan pernah menaikkan harga karena memanfaatkan kesempatan ini, banyak kan yang sudah kita tindak kalau yang nakal,” tegasnya.
Diakuinya, ada beberapa pihak yang dipanggil, dan diberikan imbauan yang sifatnya persuasif, ia meminta agar semua berjalan pada koridornya.
Jangan sampai, lanjutnya, karena ingin mendapatkan keuntungan pribadi, pedagang justru berganti pakaian dari pakaian bisa ke pakaian berwarna orange (pakaian tahanan).
Tim, lanjut Indra, akan secara rutin memantau perkembangan harga dan distribusi bahan pokok di Babel, baik bersama instansi pemerintah, KSOP dan pihak terkait lainnya.
“Sudah rutin, pelaku pasar jangan sampai nakal, harga dinaikkan seenaknya, kita harus punya empati kepada warga biasa,” imbaunya.
Langkah selanjutnya, Ia sudag memerintahkan kasat Reskrim untuk tindaklanjuti dan memanggil pelaku pasar dan stakeholder di masing-masing kabupaten kota.
“Kalau kemarin ada beberapa yang kita potong jalur distribusinya, kalau ada broker nakal kita potong, kalau terjadi kita proses, dan kita pangkas jalur distribusi yang panjang,” tegasnya.
Untuk menekan harga bapok yang melambung tinggi, Pemerintah provinsi juga menggelar pasar murah sebagai instrumen menstabilkan harga, pasar murah ini akan dilaksanakan di beberapa titik.
Assisten Ekonomi Pembangunan Setda Pemprov Babel, Yanuar menyebutkan, menjelang ramadhan dan lebaran, terjadi peningkatkan permintaan kebutuhan pokok 15-20 persen dibandingkan hari biasa dan terjadi fluktuasi harga bahan pokok.
“Permintaan banyak sekali, sekarang masyarakat menyambut ruahan, kita ini sebelum puasa harga sudah meningkat karena permintaan banyak, Ini harus kita cek langsung, memang sudah permintaan pasar dan harga mulai melonjak,” tandasnya.
Fluktuasi harga, dinilai Yanuar menjadi ritual pasar menjelang ramadan, harga bahan pokok melambung, dan hampir setiap tahun ini berlangsung.
“Pola konsumsi masyarakat yang tinggi, sehingga faktor ini, faktor permintaan yang tinggi tidak diimbangi ketersediaan akan meningkatkan kelangkaan, inilah yang harus kita jaga, menjaga ketersediaan mengawasi distribusi dan rantai pendistribusian,” sebutnya.
Pemerintah melalui tim satgas pangan, berupaya
memangkas rantai distribusi, memastikan seluruh elemen yang mengganggu distribusi bahan pokok.
“Bila stok tersedia tapi enggak menjamin harga tidak naik ,faktor distribusi juga yang masih tergantung dengan cuaca. Menjaga distribusi ini selama bulan ramadan dan idul fitri stok bahan cukup tersedia dan harga stabil, stabil harga hasil kerja secara sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten kota serta dukungan distributor pangan,” ulasnya.
Untuk mengantisipasi harga bahan pokok, umumnya akan digelar beberapa langkah termasuk operasi pasar dan pasar murah, serta pemantauan harga.

Stok Beras Cukup 9 Bulan
Sebagai pengganti solusi untuk memenuhi permintaan masyarakat akan daging sapi yang meningkat, dibarengi dengan kenaikan harga jelang puasa dan lebaran nanti.
Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) sub divre Babel, akan memasarkan daging kerbau beku yang Impor dari India, dengan harga Rp80.000/kg.
Kepala Perum Bulog SubDivre Babel Taufiqurokhmah menyebutkan, saat ini animo masyarakat akan daging kerbau mulai meningkat, dan pihaknya akan terus mensosialisasikan daging alternatif pengganti sapi ini kepada masyarakat di Babel.
“Memang saat ini belum begitu banyak, tetapi animonya cukup baik, stok yang ada sudah mulai habis, tinggal 700-800 kg dari 7 ton,” katanya, Senin (22/4/2019).
Untuk persiapan puasa dan lebaran, pihaknya akan secara kontinyu mendatangkan daging beku ini dari Jakarta, untuk disebar ke berbagai daerah.
Namun sayangnya, Bulog, aku Fifi, kekurangan ruangan penyimpan (coldstorage), karena kapasitas yang ada baik di Bangka maupun Belitung sekitar 3-3,5 ton. Dan pihaknya juga sudah mengusulkan untuk penambahan kapasitas penyimpanan.
“Kita sudah usulkan ke Bulog, untuk Bangka 38 ton, dan Belitung 10 ton, masih dalam proses pengiriman sampai lebaran nanti didatangkan berkelanjutan, minggu ini pengiriman ke Belitung 3 ton, Bangka 3,5 ton,” jelasnya.
“Kita pastikan, stok akan aman sampai hari raya, dan daging kerbau ini sebetulnya jauh lebih higienis dibandingkan daging segar yang bergantung di pasar, dan dari segi kolestrol lebih rendah,” imbuhnya.
Peminat daging kerbau di Babel, cukup banyak, mulai dari rumah makan, restoran, hotel, hingga pelaku usaha seperti penjual bakso dan lainnya.
Sementara itu, untuk stok beras Bulog, dipastikan akan cukup hingga sembilan bulan kedepan.
Fifi merinci, stok beras medium di Gudang Bulog saat ini mencapai 2.500 ton, yakni di Bangka 1.900 ton, dan di Belitung 600 ton. Dengan beras premium 1.100 ton.
“Kalau untuk beras, stok kita mencukupi, dan juga ini akan secara kontinyu didatangkan,” pungkasnya. (nov/6)

Related posts