by

Jelang Natal & Tahun Baru, Harga Ayam Lebihi HET

-NEWS-17 views
Kapolda Babel menyalami pembeli ketika memantau harga kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru di pasar tradisional kemarin pagi. Ditemukan, harga ayam potong dijual pedagang melebihi HET. (Foto: Bambang Irawan)

Dinaiki Distributor, Alasan Banyak Mati

PANGKALPINANG – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung (Disperindag Babel), Yuliswan mengungkapkan, dari hasil pantauan di pasar tradisional Pangkalpinang, ayam potong dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni mencapai angka Rp35.000/kg. Tingginya harga ayam ini diperkirakan menjelang Natal dan tahun baru.

“Tadi pagi saya dan Pak Kapolda sudah cek ke pasar, daging ayam sudah kami tanyakan langsung tadi ada yang Rp35.000/kg, padahal HET nya kalau di peternak itu Rp18ribu/kg, di pasar tak boleh lebih Rp32 ribu,” ujarnya dalam sosialisasi HET bahan pokok kepada distributor, Rabu (13/12/2017).

Ia menyebutkan, ayam ini naik dikarenakan banyak pihak yang ingin mendapatkan keuntungan, karena sebagian besar pedagang di pasar-pasar mendapatkan ayam bukan langsung dari perusahaan peternak ayam.

“Kami sudah dapat info karena pedagang bukan langsung beli ke PT atau CV, tapi melalui perantara. PT mau untung, bos mau untung, perantara mau untung, sehingga pedagang jualnya tinggi karena ngambilnya tinggi dan mau untung juga,” sesalnya.

Ia berharap, perusahaan peternak dapat mematuhi kesepakatan harga yang sudah ditetapkan, yakni Rp18.000/kg, sehingga di pasaran harga bisa terjangkau dan tidak memberatkan pembeli.

“Mengharapkan kepada perusahaan peternak ayam tolong harganya ditekan, kami mengharapkan kalau bisa sesuai HET, karena kita sama-sama membantu masyarakat,” pintanya.

Dalam kesempatan ini, Yuliswan meminta agar bahan pokok yang lain bisa dipasarkan sesuai standar harga berlaku, dan tidak ada yang melebihi HET.

“Ada Permendag 57 yang mengatur perdagangan harga beras. Perlu diketahui ada dua jenis beras medium dan premium, yang membedakan hanya butir patahan maksimal, harga juga sudah ditentukan untuk di Babel yang medium tidak boleh lebih Rp9950, dan premium Rp13.300/kg di konsumen akhir,” bebernya.

Selain itu, distributor diimbau membantu pendistribusian beras dan menempelkan logo atau keterangan jenis beras premium di kemasan beras yang dijual, sehingga masyarakat tidak salah beli.

“Saya harapkan ke distributor untuk premium harga tak lebih dari Rp13.300, tapi ingat jangan lupa kalau belum ada merk premium harus ditempel, jangan beras medium tertempel premium itu akan merugikan,” ingatnya.

Berdasarkan Permendag Nomor 27 tahun 2017 tentang Harga Acuan Pembelian dan Penjualan, Yuliswan menegaskan bahwa untuk HET gula Rp12.500, minyak goreng curah Rp10.500/ liter untuk kemasan sederhana.

“Kemasan sederhana itu yang tak bisa berdiri, apabila ditaruh ia akan jatuh ke bawah, kalau kemasan modern itu yang berdiri tegak seperti Bimoli dan lainnya,” ulas dia.
Untuk minyak goreng, saat ini tersedia 380 ton di Babel. Namun beberapa retail modern tidak memajang atau menjual minyak sederhana ini, padahal retail modern juga harus menjual minyak jenis ini.

“Fortune saya cek ada harganya Rp12 ribu, kan kita minta bantu agar HET ini dilaksanakan. Kalau masih ada yang menjual diatas HET kita bisa melaporkan ke pusat, kemudian di retail modern jangan kosong minyak sederhana ini ya,” imbaunya.

Selain itu, untuk harga daging HET Rp105.000/kg untuk paha belakang, sedangkan paha depan Rp98.000/kg, lamor Rp80.000/kg, dan tetelan Rp50.000/kg. Namun ketika jelang lebaran kemarin harga daging tidak boleh lebih dari Rp120.000/kg, sedangkan daging beku Rp80.000/kg.

Untuk operasi pasar beras, Yuliswan mengatakan hingga saat ini baru terjual 198 ton. Padahal gubernur menargetkan sebanyak 500 ton beras terjual untuk membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga lebih murah, yakni Rp8.100/kg.

“Sudah dilakukan operasi pasar beras di sejumlah titik, Pak Gubernur minta jatah 500 ton yang terjual 198 ton, sehingga masih ada tersisa, dan ini akan terus dilakukan,” katanya.
Operasi pasar ini, dilakukan dalam rangka stabilitas harga, sehingga pemerintah pusat meminta agar pemerintah daerah turun tangan membantu menjaga stabilitas harga.

“Operasi pasar ini bukan berarti beras kosong ya, stok beras kita aman dan ketersediaan cukup banyak. OP ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan agar masyarakat kurang mampu bisa mendapatkan beras dengan harga murah,” tambahnya.

Untuk stok beras, sambung Yuliswan saat ini tersedia 4.188 ton, gula 2.805 ton, terigu 300 ton, minyak goreng 380 ton, kacang kedelai 263 ton, kacang tanah 41 ton, jagung 132 ton, bawang merah 27 ton, bawang putih 39 ton, dan cabe keriting 12 ton.
Ditempat sama, Kapolda Babel Brigjen Pol Syaiful Zachri menegaskan, kepolisian ditugaskan bersama-sama mengawasi distribusi pangan dan diharapkan sepenuhnya didukung oleh para distributor.

“Tujuannya untuk menekan inflasi, apabila terjadi inflasi kenaikan akan membebankan keuangan negara. Kenaikan seribu rupiah saja dari satu kilogram beras kalau secara nasional terjadi kenaikan akan kurang lebih Rp40 triliun dana yang dikeluarkan. Kalau sudah satu tahun kurang lebih 400 triliun, itu baru satu satu bidang saja,” sebutnya.

Karena itu kapolda meminta, agar para distributor tidak memainkan harga menjelang Natal dan Tahun Baru 2018.

“Kalau memang mengalami kenaikan itu karena faktor naik, bukan maksud untuk memonopoli hanya untuk menaikkan keuntungan sepihak,” tegasnya.

Mengantisipasi cuti bersama Natal dan Tahun Baru, kementerian lanjut Kapolda telah mengambil langkah antisipasi baik dibidang keamanan pengamanan dan juga menjaga stabilitas pangan, kelancaran arus lalu lintas atau pengamanan tempat lokasi ibadah wisata dan juga hal lain berkenaan dengan perayaan itu.

“Pemerintah berharap tak terjadi gejolak inflasi dari sembilan bahan pokok, dan sudah dirapatkan di pusat, kemudian di wilayah masing-masing diharapkan bisa menjabarkan dan menjaga stabilitas ini,” terangnya.

Banyak Ayam Mati
Sementara itu, dari perusahaan peternak ayam Patriot menyebutkan, pihaknya terpaksa menaikkan harga ayam lantaran ayam saat ini mengalami musim pancaroba hingga banyak ayam yang mati.

“Mengapa sampai Rp35ribu, karena beberapa bulan terakhir mulai Oktober, November, Desember mengalami siklus alam pancaroba, ayam mengalami sakit hingga angka kematian tinggi. Saat ini posisi ayam besar kurang, kita keluarkan ayam 0,9 hingga 1 kg, untuk mengurangi biaya produksi maka kita naikkan harga untuk menutupi kematian. Kalau sudah lewat pancaroba kita stabilkan kembali harganya, karena banyak penyakit mau gak mau kita naikkan sedikit tapi kalau sudah normal kita ngikutin aturan HET kisaran harga standar,” jelasnya.

Umumnya, perusahaan ini melepas ayam dengan harga terendah Rp12.500/kg, dan bisa mencapai Rp19.000/kg.

Lain halnya dengan distributor bawang merah dan cabe, Haji Awi. Dia mengeluhkan sulitnya transportasi untuk pengangkutan.

“Menggunakan kapal laut jelas itu terlalu lama, kita gunakan pesawat dari Mataram, tetapi kendalanya di Jakarta diturunkan dan tidak langsung dikirim ke Pangkalpinang, inikan cabe rentan rusak dan busuk, makanya kami minta agar pemerintah juga membantu hal ini,” pungkasnya.
Dalam pantauan Rakyat Pos kemarin pagi, Kapolda Babel didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Babel Kombes Pol Mukti Juharsa, Kabid Humas AKBP Abdul Mun’im, Kepala Disperindag Babel, Kepala Bulog dan Kepala BPOM melakukan pengecekan harga sembako di Pasar Pagi dan Pasar Pembangunan Pangkalpinang, sekitar pukul 06.30 WIB.
Pemantauan langsung harga serta stok kebutuhan pokok tersebut dilakukan guna mencegah adanya lonjakan harga sekaligus kecukupan stok bahan kebutuhan pokok sehari-hari jelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengecek langsung stok bahan pokok dan harga barang yang ada di Pasar Sembako Pangkalpinang dalam menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru. Kita akan melakukan pengecekan langsung ke pasar dan masyarakat,” kata Brigjen Pol Syaiful Zachri kepada wartawan disela-sela kegiatan itu.
Dikatakannya, kenaikan harga sembako yang signifikan biasanya terjadi setiap menghadapi Natal dan Tahun Baru, akan tetapi hingga dilakukan pengecekan harga sembako di kedua pasar masih dalam batas normal dan belum terlihat adanya kenaikan harga yang signifikan.
“Kami ke sini hanya ingin mengetahui perkembangan harga-harga bahan kebutuhan pokok masyarakat. Namun, untuk saat ini masih stabil dan memang ada beberapa yang mengalami kelangkaan karena faktor tertentu,” sebutnya.
Dia mengharapkan semua distributor dapat bersama-sama menjaga stabilitas harga bahan pokok agar bisa terjangkau oleh masyarakat.
“Maka dari itu untuk semua yang terkait baik distributor, pemerintah daerah serta masyarakat dapat berperan aktif juga membantu dalam menjaga dan memantau stabilitas harga,” tekannya. (nov/bis/1)

Comment

BERITA TERBARU