Jelang Lebaran, Warga Mulai Serbu Toko Makanan Khas Bangka

  • Whatsapp
Toko makanan khas Bangka di Pangkalpinang tampak didatangi pembeli, Sabtu (19/5/2019). (foto: Nurul Kurniasih)

PANGKALPINANG – Tujuh belas hari menjelang lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah, warga Bangka Belitung (Babel) mulai mendatangi toko kue dan makanan khas Bangka di Pasar Pembangunan Kota Pangkalpinang.

Hampir semua toko yang menjual kue-kue lebaran dan makanan khas Babel ini, diserbu oleh pembeli, baik untuk pembelian jumlah kecil, maupun untuk dijual kembali di berbagai desa di kabupaten dan kota.

Pantauan harian ini, Sabtu (19/5/2019), deretan toko di Atrium Kota Pangkalpinang, ramai pembeli, mulai dari pagi hingga sore hari. Toko ini menjual berbagai merek kue lebaran, kukis, kue kering, kue khas Babel seperti kue rintak, kue satu, semprong dan berbagai macam getas, kricu dan kempelang pun tersedia.

“Mau dijual lagi yuk, jadi belinya sekarang biar bisa langsung jual di kampung,” ujar Rani, salah satu pembeli yang datang dari Desa Nibung, Kabupaten Bangka Tengah.

Dia menyebutkan, setiap tahun selalu membeli berbagai kue di Pangkalpinang untuk dijual kembali di desanya. “Beginilah cari rezeki,” imbuhnya, seraya memilih aneka kue.

Lebaran, memang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Babel, mengisi toples yang tersusun di meja dengan aneka kue kering, getas, kricu hingga kemplang, demikian juga jajanan seperti coklat, kue basah dan lainnya.

Tak hanya kue, warga Babel juga sudah memburu aneka pakaian, yang terpusat di mall Bangka Trade Center (BTC) Kota Pangkalpinang. Bahkan, warga dari berbagai daerah pun rela membayar lebih untuk ongkos angkutan menuju pusat kota.

“Di Pangkalpinang kan banyak macamnya, harganya juga agak miring dibanding di kampung, sekalian ajak anak-anak jalan-jalan,” kata Nila, yang datang bersama keluarga dari Desa Terentang, Bangka Barat.

Namun sayangnya, menjelang lebaran dengan banyaknya pembeli, penjual pakaian di BTC terlebih dahulu menaikkan harga. Meskipun sistem jual beli dengan tawar menawar, tetapi harga yang terlalu tinggi ini membuat sebagian pembeli merasa sungkan untuk menawar.(nov/10)

Related posts