Jelang Lebaran, Ada 10 Kali Pasar Murah

  • Whatsapp

PANGKALPINANG- Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Pemprov Babel) mulai menggelar pasar murah di beberapa titik di tujuh kabupaten dan kota di daerah itu menjelang bulan puasa dan Lebaran Idul Fitri tahun 2019.

Kepala Dinas Pangan Pemprov Babel, Ahmad Damiri berharap pasar murah tersebut dapat menjadi tempat masyarakat mendapatkan harga sembako yang lebih murah, disaat harga sembako merangkak naik jelang lebaran.

“Ada sepuluh kali pasar murah. Kami sudah menetapkan lokasi yang akan digelar pasar murah, ada sepuluh kali mulai dari sebelum puasa hingga sebelum lebaran,” kata Damiri kepada wartawan, belum lama ini.

Dia menerangkan, sejauh ini sudah dua kali pasar murah dilaksanakan, yaitu di Kodim bekerjasama dengan Korem 045/Gaya dan juga di daerah Tua Tunu.

“Lokasinya sudah kita tetapkan dan berkoordinasi dengan para distributor sembako di Bangka Belitung. Di lokasi dijual dengan harga distributor,” tandasnya.

Pasar murah tersebut, lanjut dia, juga telah dikoordinasikan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Babel, dimana lokasinya nanti dipastikan berbeda dengan dengan pasar murah yang digelar disperindag.

“Misalnya pekan ini dinas pangan di Pangkalpinang, disperindag di Sungailiat, enggak sama lokasinya, sehingga titiknya bisa lebih banyak. Konsentrasi kami di Sungailiat dan Pangkalpinang,” ulasnya.

Sementara itu, Kabid Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian Disperindag Babel, Riza Aryani, menyebutkan pihaknya akan menggelar 45 kali pasar murah dengan dana APBD dan 4 kali dari APBN.

“Pasar murah digelar sejak Maret hingga Desember yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota. Untuk APBD kita menggelar 45 kali pasar murah, Pangkalpinang 17 kali, Bangka ada sembilan kali, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Bangka Barat lima kali, Belitung tiga kali dan Belitung Timur sebanyak satu kali,” bebernya.

Untuk kegiatan pasar murah ini, disperindag, lanjut Riza menggandeng berbagai instansi terkait dan juga distributor sembako di Babel. “Pasar murah ini, sembako yang dijual dengan harga distributor, jadi lebih murah dibanding yang dijual dengan di toko-toko,” sebutnya.

Untuk APBN, akan dilaksanakan empat kali. Riza berharap, pemerintah kabupaten dan kota juga menganggarkan kegiatan untuk menggelar pasar murah. Selain pasar murah, dalam menghadapi idul Fitri juga dilaksanakan operasi pasar kepada masyarakat tertentu.

“Kalau pasar murah semua kalangan bisa beli, tapi kalau operasi pasar khusus untuk masyarakat tertentu,” imbuhnya.

Operasi pasar dan pasar murah ini, dia menambahkan merupakan instrumen untuk mengendalikan inflasi, selain memantau dan menjaga distribusi kebutuhan pokok di Babel.(nov/10)

Related posts