Jelang 1 Muharram, Disperindag Gelar Pasar Murah di Kenanga

  • Whatsapp
Pasar murah Disperindag Kabupaten Bangka di depan Masjid Al Mu’ Minun, Desa Kenanga, Kecamatan Sungailiat.(foto: Zuesty Novianty)

SUNGAILIAT – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangka menggelar pasar murah di depan Masjid Al Mu’ Minun, Desa Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Senin (19/8/2019). Pasar murah tersebut dilaksanakan untuk menyambut perayaan 1 Muharam 1441 Hijriyah.

Kepala Disperindag Kabupaten Bangka, Thony Marza menyampaikan pihaknya sengaja menggelar pasar murah di wilayah Kenanga karena daerah tersebut selalu merayakan tahun baru Islam tiap tahunnya.

“Pasar murah kita gelar untuk membantu warga kita yang akan merayakan 1 muharam karena perayaan ini seperti hari lebaran. Kami support agar warga dapat berbelanja dan mendapatkan kebutuhan mereka dengan harga yang lebih murah,” kata Thony disela-sela pasar murah.

Pada pasar murah ini melibatkan distributor besar sembako. Berbagai bahan makanan pokok dijual seperti beras, daging, ayam, gula, minyak hingga bawang dan cabai. Selain itu, turut dijual makanan ringan, susu dan popok bayi.

“Kita bekerjasama dan mendatangkan langsung distributor besar untuk menggelar pasar murah ini sehingga harganya lebih murah dibandingkan dengan harga yang ada di pasaran. Seperti untuk beras kira-kira berselisih lima sampai enam ribu rupiah per karungnya,” urainya.

Otomatis, tambah dia, jika ada selisih dari harga tersebut, kemungkinan para ibu rumah tangga akan belanja lagi untuk mendapatkan barang lainnya. “Jadi kalau ibu-ibu yang berbelanja ini biasanya sedikit-sedikit tetapi banyak. Apalagi adanya selisih, mungkin ibu-ibu akan berbelanja lagi,”katanya.

Dalam kesempatan itu, Thony turut mengimbau kepada masyarakat agar lebih teliti dan mempertimbangkan dengan sebaik-baiknya membeli barang sesuai dengan kebutuhan agar jangan berlebihan.

Selain itu, dia juga mengingatkan kepada konsumen untuk lebih teliti sebelum membeli bahan pangan, salah satunya dengan memeriksa tanggal kedaluwarsa produk. “Lihat rusak atau tidak barang yang mau dibeli. Ini untuk menjamin barang yang dibeli dalam kondisi baik dan kayak kita konsumsi nanti,” ujarnya. (2nd/mla/10)

Related posts