Jeki dan Deka Siapkan Pasar Suka Damai dengan Fasilitas Lengkap

  • Whatsapp
Jeki dan Deka berada di depan Pasar  Suka Damai, Kecamatan Toboali (foto: Dedy Irawan) 

TOBOALI – Kondisi Pasar Suka Damai, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) yang terkesan kumuh dan tidak tertata rapi membuat Jeki dan Deka membangun sebuah pasar tradisional permanen tak jauh di kawasan tersebut. Bangunan seluas 18 x 36 meter ini telah dibangun kakak adik tersebut sejak setahun lalu.

Meski belum ditempati, Jeki terus melengkapi fasilitas kebutuhan pasar seperti kebutuhan air, listrik PLN, sanitasi hingga toilet. Bahkan, keduanya telah menyiapkan 73 lapak di bangunan ini untuk para pedagang yang akan menjual dagangannya.

“Pasar Suka Damai saat ini tidak tertata rapi, terkesan kumuh, bahkan beberapa warga pernah terjatuh di jalan dekat jembatan kayu. Saya melihat kondisi pasar yang tidak layak ini, membuat saya mencoba memberikan ruang bagi pedagang yang layak, fasilitas yang lengkap, listrik, air, toilet, sanitasi pembuangan yang baik, parkir yang luar serta ada CCTV sebagai pengaman,”kata Jeki kepada wartawan, Senin (2/12/2019).

Menurutnya, bagi pedagang baru, belum akan ditarik uang sewa hingga jualan para pedagang nantinya sudah stabil. “Mungkin hingga 3- 6 bulan lebih ke depan belum kita pungut sewa tempatnya, kalau pedagang sudah penuh dan penjualan stabil, pembeli sudah banyak baru kita lakukan pungut sewanya,” jelas Jeki.

Inisiatif Jeki dan adiknya Deka mendapat apresiasi dari Ketua Pedagang Kaki Lima Toboali Junaidi. Ia sangat mendukung program peremajaan Pasar Suka Damai yang diinisiasi Jeki.

“Saya sangat mendukung peremajaan pasar, ke tempat yang lebih layak, fasilitas pasar yang lengkap, pedagang dan penjual pun akan lebih senang berjualan dan belanja di sini, tempatnya bersih, lapak yang cukup luas, lahan parkir yang luas, air, listrik, saya himbau kepada pedagang untuk pindah ke lokasi yang baru, in sya Allah dengan tempat yang baru ini transaksi akan lebih sehat dan aman, ekonomi masyarakat akan meningkat,” pungkas Junaidi. (raw)

Related posts