Jatuh dari Lantai 2 Hotel Havana, Remaja Tewas

  • Whatsapp
SEMPAT DIRAWAT – Ahmad Indriyanto, remaja keterbelakangan mental yang diklaim jatuh dari lantai dua Hotel Havana Mutiara Belitung, saat sempat dirawat 15 hari di RSUD Marsidi Judono Kabupaten Belitung. Korban meninggal dunia Kamis (15/8/2019) pukul 13.00 WIB, dengan cidera di bagian kepala dan segudang tanda tanya. Polisi sedang menyelidiki sebab korban tiba-tiba tergeletak di lantai hotel. (Foto: Dodi Iskandar)

 

Korban Diakui Keterbelakangan Mental
Aneh, Pihak Hotel Minta Tanda Tangan Pernyataan

TANJUNGPANDAN – Setelah 15 hari sempat dirawat di RSUD Marsidi Judono Kabupaten Belitung, Ahmad Indriyanto (16) akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis (15/8/2019) pukul 13.00 WIB. Meninggalnya warga Jalan Dewi Sartika Rt 02/01 itu, setelah jatuh dari lantai dua di Hotel Havana yang berada di Jalan Endek, Kelurahan Kota, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung pada Kamis (1/8/2019) lalu.

Terlihat beberapa kerabat dari almarhum Indriyanto hadir untuk melayat di pemakaman belakang kantor Kejaksaan Negeri Belitung. Mirisnya, seolah tidak rela dengan kepergian adik kandungnya, Ahmad Suwandi enggan beranjak dari kuburan. Padahal seluruh pelayat sudah pulang. Ia terlihat masih mendoakan sang adik yang diakuinya memiliki keterbelakangan mental.

Sebelumnya, peristiwa yang terjadi terhadap Indrianto masih menjadi tanda tanya. Remaja itu ditemukan tergeletak di lantai Hotel Havana Mutiara Belitung di Jalan Endek pada Kamis malam (1/8/2019) dengan kondisi cidera di bagian kepala. Menurut keterangan pers yang disampaikan Kapolsek Tanjungpandan, AKP Agus Handoko pada akun resmi tribratanewsbelitung, bahwa kejadian berawal dari laporan pihak hotel ke polisi.

Sebelum kejadian, korban masuk ke dalam hotel disambut oleh salah seorang resepsionis. Namun korban disebutkan langsung berjalan ke dalam hotel secara terburu-buru. Tidak lama berselang, resepsionis mengaku mendegar suara gerakan seperti alat pengangkut barang yang biasa dipergunakan pihak hotel.

“Karena merasa curiga si resepsionis mengecek ke sumber suara dan ternyata ditemukan ada orang tergeletak. Mengantisipasi segala sesuatunya pihak hotel langsung menghubungi pihak kita dari Polsek Tanjungpandan melaporkan peristiwa tersebut,” jelas Agus Handoko.

Pihaknya lanjut Agus lalu membawa korban ke rumah sakit. Selain itu telah dilakukan pemeriksaan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan.

“Beberapa saksi sedang kita periksa dan kita sudah berkoordinasi dengan pihak managemen hotel untuk mendapatkan visual CCTV sebagai petunjuk pemeriksaan kasus ini,” ungkap Kapolsek.

Sementara itu, kakak korban Ahmad Suwandi saat dikonfirmasi Rakyat Pos mengatakan, adiknya dilakukan perawatan intensif di rumah sakit pascakejadian. Pihak keluarga mengaku belum mengetahui pasti apa yang sebenarnya terjadi terhadap korban di hotel itu. Termasuk belum melihat visual CCTV yang ada pada hotel tersebut.

“Saya belum ada waktu untuk melihat CCTV yang ada di hotel tersebut. Nanti saya akan lihat bagaimana ini bisa terjadi, karena memang saudara saya IQ nya agak kurang, seperti bicara juga memang tidak bisa lancar, sekolah saja SLB,” kata Suwandi saat ditemuidi RSUD Marsidi Judono, , Senin lalu (5/8/2019).

Ia mengaku, pihak hotel sudah menemui dirinya, dan sempat memberikan bantuan sosial uang sebesar Rp1 juta hingga Rp2 juta. Hanya saja, pemberian uang itu ditolaknya. Karena dia ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada adiknya itu saat berada di hotel.

Suwandi juga membenarkan jika pihak hotel sempat meminta tanda tangan surat pernyataan bahwa hal ini telah selesai. Namun, ditolak olehnya lagi. “Kami tidak secepat itu memberikan kesimpulan, kita tolak secara halus. Kita ingin tahu kronologisnya bagaimana, apa benar yang diucapin dia dengan CCTV,” tandasnya.

Sedangkan Direktur RSUD Kabupaten Belitung, Dr Hendra menerangkan bahwa dari hasil pemeriksaan medis, korban mengalami retak tulang tengkorak kepala.
“Ada mengalami gegar otak ringan, ada retak tulang tengkorak, bengkak di jaringan kepala, ada tanda-tanda gegar otak ringan,” kata dia.

Dijelaskan oleh Hendra, korban telah dilakukan pengobatan secara intensif. Untuk retak di bagian kepala itu sejatinya akan menyatu kembali secara perlahan. Ia ikut membenarkan bahwa korban memang memiliki keterbelakangan mental.

“Ada keterbelakangan mental, sudah dilakukan CT Scan, akan kita lakukan pengobatan. Kalau retak di tengkorak nanti biasanya akan menyatu kembali,” ungkap Hendra, Senin lalu.

Menariknya, Manager Hotel Havana Mutiara Belitung justru tidak bersedia memberikan keterangan terkait kejadian tewasnya korban di hotel mereka. Alasannya dikarenakan belum memiliki izin dari pemilik hotel. (dod/1)

Related posts