by

Jatanras Polda Tahan Bos Arak


PANGKALPINANG – Kiki alias Aki (31), bos pabrik arak dari Desa Dwi Makmur, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka ditahan selama 20 hari tahap pertama oleh Penyidik Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Babel sejak Sabtu (26/5/2018).
Salah satu produsen arak ini ditahan karena dipersangkakan telah memproduksi, menyimpan dan memperdagangkan minuman keras (miras) jenis arak, diduga tanpa mengantongi izin.
“Produsen arak ini dijerat dengan Pasal 204 KUHP yang ancaman pidananya selama 15 tahun dan Pasal 142 Undang-undang Republik Indonesia (UU RI) No. 18 tahun 2012 tentang Pangan yang ancaman pidananya selama 2 tahun 8 bulan,” tegas Kabid Humas Polda Babel, AKBP Abdul Mun’im saat menghubungi Rakyat Pos, Selasa (29/5/2018).
Ia menegaskan, polisi akan terus mengincar produsen miras oplosan jenis arak lainnya untuk ditahan, apabila masih kerap memproduks, menyimpan dan memperdagangkan tanpa dilengkapi izin.
“Penindakan miras ini akan terus dilakukan sepanjang tahun, tidak hanya dalam bulan suci Ramadhan ini saja,” tekannya.
Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum), AKBP Budi Hariyanto melalui Kasubdit 3 Jatanras, AKBP Wahyudi menyebutkan barang bukti yang disita dari pabrik arak Aki berupa tiga dandang suling, tiga tungku memasak terbuat dari beton, ragi, sembilan jerigen arak murni hasil sulingan, 11 ember besar bahan permentasi, 21 drum warna biru berisi bahan permentasi, satu buah corong plastik merah berikut kain untuk menyaring arak hasil sulingan, dua kayu untuk mengaduk olahan, satu kuali masak nasi, tiga kilogram (kg) gula pasir; kayu bakar, tujuh karung beras bulog, plastik bening, botol sebagai alat ukur, beras satu karung, dua liter arak yang dibungkus siap jual dan uang hasil penjualan hanya Rp276 ribu.
“Satu liter arak putih yang dibungkus plastik bening ini merupakan barang bukti yang kami sita dari pembeli bernama Edi Setiawan alias Tompel,” sebutnya.
Menurut Wahyudi, timnya berhasil menangkap bos arak yang telah menjadi target operasi (TO) ini pada Jumat (25/5/2018) lalu sekitar pukul 22.30 WIB.
Selain Aki selaku produsen arak, tim Jatanras juga meringkus pekerja serta pembeli arak diduga pelanggan di tempat itu.
“Awalnya, kami mengamankan pembeli arak putih yang membeli dari rumah Riki alias Aki. Selanjutnya kami menggeledah gudang di belakang rumah Riki dan ditemukan barang bukti arak yang siap dijual. Pelaku juga pada saat itu sedang memproduksi arak,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia menambahkan, penyidik menetapkan Riki sebagai tersangka dalam kasus dugaan memproduksi miras tanpa ijin ini setelah dilakukan pemeriksaan dan digelar perkara singkat.
“Pelaku akhirnya ditahan di Rutan Polda,” tukas Wahyudi. (bis/1)

Comment

BERITA TERBARU