Januari 2017, Ditpolair Ungkap 4 Illegal Fishing

  • Whatsapp

AKBP Abdul: Kasus Masih Disidik

PANGKALPINANG – Direktorat Kepolisian Perairan Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Ditpolairda Babel), selama Januari 2017 berhasil mengungkap sebanyak 4 kasus illegal fishing. Selain mengamankan 4 tersangka, penyidik juga menyita berbagai macam barang bukti guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Kita telah menetapkan empat tersangka (Tsk), diantaranya MU alias YA dengan barang bukti (BB) yang disita berupa 1 unit kapal motor (KM) Wandaria-1, ikan hasil tangkapan sebanyak 49 Kilogram (Kg) dan alat jaring trawl. Kasus ini disidik berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP/01-A/I/2017/Babel/Polair tertanggal 11 Januari 2017,” ungkap Kabid Humas Polda Babel, AKBP Abdul Mun’im kepada Rakyat Pos, Jumat (3/2/2017).

MU, menangkap ikan dengan menggunakan jaring trawl dengan tempat kejadian perkara (TKP) di Perairan Permis, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan (Basel). Selain menangkap MU, Polair juga berhasil membekuk tersangka ilegal fishing lainnya, yaitu HA alias AD dengan BB yang disita berupa 1 KM Wandaria 3, ikan hasil tangkapan seberat 12 Kg dan alat jaring trawl.

“Penyidik mengungkap kasus ini berdasarkan LP/02-A/I/2017/Babel/Polair tertanggal 11 Januari 2017. Tsk HA melakukan penangkapan ikan dengan jaring trawl di Perairan Permis, Kecamatan Simpang Rimba Basel juga,” kata Abdul.

Abdul mengungkapkan, pihaknya juga mengamankan HE dan MU yang juga terlibat dalam perkara ilegal fishing dengan TKP di Perairan Karang Ular, Kabupaten Bangka Barat.

“BB yang kita sita dari pelaku HE, diantaranya 1 KM Ramanda, ikan hasil tangkapan mencapai 190 Kg dan perlengkapan lainnya dengan dasar sidik LP/03-A/I/ 2017/Babel/Polair tertanggal 12 Januari 2017. Sedangkan Tsk MU, penyidik juga menyita barang bukti berupa 1 KM Mutiara dan beberapa perlengkapan lainnya dengan dasar sidik LP/04-A/I/ 2017/Babel/Polair tertanggal 12 Januari 2017,” katanya.

Untuk itu, Abdul menegaskan para tersangka disangka telah melanggar pasal 92, 93, 85 UU No 45 tahun 2009 tentang Perubahan atas UU No 31 tahun 2004 tentang Perikanan.

“Untuk kasus ini, semuanya masih dalam proses penyidikan Subdit Gakkum Ditpolair Polda Babel,” pungkasnya. (bis/10)

Related posts