by

Janji Seorang Ibu

Karya: Musda Quraitul Aini

Terdengar suara riuh memenuhi suatu ruangan. Tampakbeberapa orang telah memadati ruang pertemuan itu. Tiba-tiba terdengar suara seseorang menggunakan sebuah pengeras suara. “Sebentar lagi acara akan dimulai, orang tua siswa agar dapat memasuki ruangan”, kata seseorang di podium. Seluruh orang tua siswa dipanggil untuk mengikuti rapat untuk membahas biaya seragam sekolah dan hal lainnya yang berkaitan biaya lainnya. Rupanya, biaya yang dibutuhkan tidak sedikit. Tampak sekali kegundahan di wajah Ibu Akbar. “Dimana aku harus mencari biaya sebanyak itu?”, tanyanya dalam hati. Sore harinya, Ibu Akbar memberitahukan biaya sekolah Akbar kepada suaminya. Karena tak ingin memupuskan semangat Akbar untuk bersekolah. Suaminya berjanji akan mencarikan biaya untuk anaknya tersebut.
“Malam ini, aku akan pergi melaut” ucap suaminya. “Jangan khawatir seminggu lagi, aku pulang membawa uang untuk biaya Akbar, doakan saja aku” Imbuhnya.
***

Hari demi hari silih berganti, besok adalah hari terakhir pelunasan biaya sekolah Akbar. Tak terasa sudah lebih dari seminggu lamanya ayah Akbar tak pulangdari melaut. Akbar selalu menanyakan kepulangan Ayahnya kepada Ibunya. Karena Ibunya pernah mengatakan Ayahnya sedang mencari uang untuk keperluan sekolahnya. Ibunya menjadi was-was menunggu kedatangan suaminya.

Sudah lebih dari dua minggu tetapi ayahnya tak kunjung datang.Tiba-tiba datanglah seorang pria, ia merupakan teman ayahnyaAkbar saat pergi melaut.Rupanya kedatangan pria itu untuk memberitahu bahwa kapal yang dipakai ayahnya Akbar melaut menabrak karang, dan ayahnya Akbar ditemukan meninggal karena tenggelam di laut.

Semenjak kematian ayahnya, Akbar menjadi anak yang pendiam. Di sekolah, ia hanya berdiam diri di kelasnya. Ia malu karena hanya dirinyalah yang belum mempunyai seragam karena belum mempunyai uang untuk membelinya. Kesulitan keuangan yang dialami keluarganya, membuat Akbar pernah mengatakan bahwa dirinya tidak ingin bersekolah lagi. Namun, hal itu ditentang oleh ibunya. Ia tak menginginkan Akbar hidup seperti dirinya dan suaminya saat dewasa nanti.

“Tidak, Nak. Kamu harus tetap sekolah”, kata ibunya.
“ Tapi, Bu. Akbar malu”, kata Akbar.
“Apapun yang terjadi, kamu harus tetap sekolah. Seperti pesan ayahmu dulu”, jelas ibunya. “nanti biar ibu saja yang mengurus pembayaran seragammu”, lanjut ibunya.

Keesokan harinya, ibu Akbar datang ke sekolah menemui kepala sekolah. Dirinya meminta pertambahan waktu untuk membayar seragam sekolah Akbar. Mengetahui kondisi ekonomi dan musibah yang baru saja dialami Akbar dan ibunya. Kepala sekolah memperbolehkan Akbar membayar uang seragam dengan cara mencicil. Mendengar hal itu, Ibunya sangat senang dan berterima kasih kepada kepala sekolah. Mulai saat itu Ibunya mulai berjualan es lilin dan gorengan pisang di depan sekolahan Akbar. Semua itu ia lakukan untuk dapat mencukupi biaya hidup dan keperluan sekolah Akbar sehingga Akbar kembali bersemangat dalam mengejar impiannya.

***
Hari demi hari, Akbar dan ibunya lalui dengan penuh keprihatinan. Terkadang mereka harus berbagi makanan yang mereka punya. Bahkan seringkali Ibu Akbar berbohong kepada anaknya agar Akbar dapat makan di hari itu. Itu dilakukan olehnya karena sebagian uang yang didapat dari usaha menjual gorengan pisang harus ditabungnya untuk membiayai keperluan sekolah Akbar. Namun, tak sekalipun terbesit rasa keluh kesah melalui semua itu. Ia hanya ingin melihat anaknya terus bersekolah. Setiap Pagi Akbar dan Ibunya bangun lebih pagi untuk mempersiapkan jualannya. Saat libur sekolah, biasanya ibunya berjualan di depan rumahnya, sementara Akbar menjajakan gorengan pisang beserta es lilin buatan ibunya dengan cara berkeliling. Ia mendatangi semua tempat yang merupakan tujuan wisata yang berada di desanya.
Suatu ketika, saat Akbar sedang berkeliling berjualan gorengan. Ia dihampiri oleh tetangga dekat rumahnya. Ia memberitahu bahwa ibu Akbar sakit, dan saat ini telah diantar ke rumah sakit. Mendengar hal itu, Akbar terkejut dan menjatuhkan dagangan gorengannya. Ia lalu berlari menuju ke rumah sakit, tampak sekali kegelisahan di wajahnya.
“Ibu kenapa, Buk?”, tanya Akbar menangis.
“Ibu enggak apa-apa kok, Nak”, jawab ibunya.
Dokter menghampiri keduanya, dokter memberitahu penyakit yang diderita oleh Ibu Akbar.
“melihat hasil dari diagnosa, Ibu mengalami penyakit gejala tifus. Mulai saat ini, Ibu tak boleh sampai kelelahan lagi. Itu dikhawatirkan akan mengancam keselamatan Ibu”, jelas dokter.
“Tifus??”, Akbar kaget.
“berapa biayanya untuk menyembuhkannya, Dok?”, tanya Akbar.
Dokter memberitahu Akbar bahwa biaya yang diperlukan untuk menyembuhkan penyakit itu. Akbar dan ibunya bingung harus mencari uang pengobatan itu. Akhirnya Akbar memutuskan untuk menggunakan tabungan biaya sekolah demi mengobati penyakit ibunya. Setelah kejadian itu, ibunya tak berjualan gorengan di depan sekolah lagi. Kini Akbarlah yang mencukupi kebutuhan hidup ibu dan dirinya. Ia tak lagi bersekolah, karena keterbatasan biaya. Kesehariannya dihabiskan dengan menjajakan gorengan. Sampai suatu hari, saat Akbar sedang menjajakan dagangannya, ia bertemu dengan salah satu guru di sekolahnya dulu. Guru itu memberitahu bahwa Akbar dapat kembali bersekolah. Akbar mendapatkan beasiswa dari pemerintah untuk melanjutkan sekolahnya. Mendengar hal itu, Akbar merasa bahagia dapat kembali bersekolah.
***
Air mata tak terasa menetes membasahi pipi kempotnya. Matanya sembab ketika mengingat kenangan masa lalu bersama suaminya. Sebuah pas foto tua tak lepas dari genggamannya. Sedari tadi ia terus memandangi wajah-wajah di foto itu, diusapnya wajah lelaki di foto itu, lalu air matanya tak terbendung dan kembali menetes di pipinya.

“Akbar, pergi dulu ya, Bu”, kata Akbar.
“Hati-hati ya, Nak. Jaga dirimu baik-baik di sana”, pesan ibunya.
“Baik, Bu. Doakan selalu diriku”, pinta Akbar.

Akbar mencium tangan keriput ibunya. Lalu ia memeluk ibunya dengan erat. Kini Akbar telah bekerja menjadi kapten kapal angkatan laut. Ibunya sangat bahagia, melihat kesuksesan yang telah dicapai oleh Akbar. Ibunya merasa telah memenuhi janji mendiang suaminya.
***

Comment

BERITA TERBARU