Jangan Ledakkan Bukit Kukus!

  • Whatsapp

Konflik Antar Masyarakat Meruncing
Warga Datangi DPRD Babel
Ngaku Diintimidasi dan Adu Domba

PANGKALPINANG – Rencana peledakan Bukit Kukus di Kabupaten Bangka Barat oleh PT Lotus SG Lestari sepertinya perlu ditunda.
Pasalnya, konflik antar masyarakat setempat mulai memanas menjelang aktifitas usaha PT Lotus. Selain itu gelombang penolakan terus datang silih berganti menuntut keberadaan Bukit Kukus tetap berdiri kokoh.
Aksi penolakan kali ini sejumlah masyarakat didampingi Pemuda Muhammadiyah Bangka Barat, Perkumpulan Telapak Indonesia Bangka Belitung (Babel) mendatangi gedung DPRD Babel, Senin (3/4/2017).
Kedatangan warga tersebut diterima oleh Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, anggota DPRD Dapil Bangka Barat, Bong Ming Ming dan Mansah. Dijelaskan oleh Ketua Pemuda Muhammadiyah Bangka Barat, Sasri Ekozat pihaknya merasa berdiri di tengah masyarakat bukan menolak atau menerima peleburan Bukit Kukus. Mereka merasa, masyarakat termarjinalkan dan tidak ada kehadiran pemda disana.
“Kami tidak mau masyarakat di adu domba, sementara perusahaan tetap masuk. Kami mengharapkan DPRD provinsi dapat mendesak, karena kondisinya tidak ada sosialisasi memadai. Masyarakat menolak sangat termarjinalkan, diancam bahkan sampai wilayah privat,” urai Sasri di hadapan wakil rakyat itu.
Lebih jauh katanya, persoalan tersebut sudah sangat tidak fair. Kalau mau ada investasi, kata dia, dapat dibicarakan dengan baik-baik, mengenai menolak atau diterima urusan lain.
“Sampai saat ini konsentrasi kami masyarakat menolak, wajib didengarkan suaranya. Menginisiasi, kami ingin Pemda Babar lakukan riset dulu. Banyak untung, apa rugi kalau diledakkan bukit itu,” tutupnya.
Gubernur Perkumpulan Telapak Indonesia Babel, Ari Irawan menguraikan Bukit Kukus tidak terpisahkan dari Bukit Menumbing. Dari hasil tinjauan di lapangan, kata dia, ada temuan empat mata air, yang hilirnya di Kota Muntok.
“Ketika di babat habis (Bukit Kukus-red) ini (mata air-red) akan hilang. Potensi pariwisata cukup baik jika dikembangkan. Sunset sunrise sangat jelas terlihat, berbagai jenis hewan seperti, ketilin, pelilean masih banyak disana,” urai Ari.
Selain itu, kata dia, kawasan tersebut juga dimanfaatkan masyarakat untuk junjung sahang. Masuk kawasan pemukiman rencana IUP mereka, lapangan sepakbola dan jalan provinsi. “Parahnya, ada upaya intimidasi dan pengembosan, ada dua masyarakat terancam PHK. Kami mengindikasi ada keterlibatan aparat keamanan dan pemerintah daerah,” imbuhnya.
Meski sudah mendengar upaya DPRD Bangka Belitung, Ari dan kawan-kawan merasa belum puas karena belum ada rekomendasi. Tidak satupun keluar statement dari pemerintah daerah atau secara pribadi yang pro terhadap masyarakat. “Di Babar belum ada yang menyatakan menolak tidak ada statement resmi menolak secara pribadi atau lembaga,” tukasnya.
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya menegaskan dalam permasalahan tersebut masyarakat diminta untuk tidak terpancing emosi dan terprovokasi dalam menghadapi persoalan itu. DPRD Babel katanya akan berkomitmen pada kebenaran.
“Kita akan kirim tim langsung turun kesana. Yang jelas dalam waktu dekat akan mengundang kepala distamben, kepala BLH Babel juga kepala dishut. Kita segera kirim surat ke dinas tersebut, atau bila perlu mengundang Pemda Bangka Barat,” jelasnya.
Pihaknya, kata dia, akan menyaring mana yang benar mana yang salah. Sehingga ada solusi tanpa menimbulkan masalah baru. Semua data dari kawan-kawan yang hadir di ruang banmus DPRD Babel akan dikumpulkan untuk kemudian menjadi referensi pemecahan masalah.
Anggota DPRD Babel Dapil Babar, Bong Ming Ming, menilai pertemuan ini ada berkat iniasi dan kepedulian pimpinan DPRD Babel. Dia mau meluangkan waktunya yang padat untuk masyarakat Bangka Barat.
“Saya salah satu orang Babar bertanggungjawab moril dan berterimakasih apa yang disampaikan ketua. Semoga segera diselesaikan, dibawah kepemimpinan beliau (Didit-red) sudah banyak hal dilakukan. Sebenarnya memang terlalu dekat dengan jalan, penyanggah Bukit Menumbing, penyanggah kehidupan, sumber air, betul-betul berada di tengah kota. Saya berfikir teman-teman ini bukan anti investor tapi bagaimana investasi cerdas, investasi punya nilai secara humanis,” tutupnya.
Sementara itu, Mansah berterimakasih atas kehadiran masyarakat. Katanya, DPRD Babel jadi terbantu dengan adanya informasi yang disampaikan. “Paling tidak apapun keputusan demokrasi sama-sama kita pegang. Mengamankan hal yang tidak layak, mengenai hal yang disampaikan cukup beralasan membahas tuntas investasi berkenaan dengan masyarakat,” tandasnya. (ron/6)

Related posts