Jangan Ada Lagi Bansos Pemerintah tidak Tepat Sasaran

  • Whatsapp
Heti Rukmana
Wakil Ketua Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia, Bangka, Babel

Negara-negara di dunia saat ini, sedang terguncang akibat dampak wabah virus Covid-19. Penularan Covid-19 ini, masuk hampir ke seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Terhitung hingga 12 Mei 2020 virus corona sudah mencatatkan angka di 4.245.026 kasus untuk seluruh dunia dengan tingkat kematian yang cukup mengkhawatirkan. Hal ini tentu mengubah drastis tata kehidupan masyarakat di setiap negara. Semua negara mengeluarkan berbagai macam kebijakan guna menekan penyebaran virus Covid1-19, agar tidak semakin meluas. Salah satunya dengan mengeluarkan kebijakan lockdown yang melarang keras penduduk negaranya untuk beraktivitas di luar rumah. Kebijakan-kebijakan yang diambil setiap negara tentu berdampak dalam banyak hal, terutama perekonomian nasional negara dan dunia.

Lalu bagaimana dengan Indonesia ? Indonesia sendiri masuk 40 besar negara dengan kasus virus corona terbanyak di dunia. Kasus Covid-19 di Indonesia hampir menembus 15.000 kasus yang sudah menyebar di seluruh provinsi. Namun Indonesia belum mengambil kebijakan lockdown guna menjaga stabilitas ekonomi nasional. Akan tetapi beberapa provinsi di Indonesia mengambil kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ketentuannya hampir sama dengan kebijakan lockdown. Hanya saja dalam PSBB beberapa sektor tetap diperbolehkan untuk beraktivitas sesuai dengan aturan protokol pemerintah dalam menekan wabah Covid-19.

Read More

Besarnya jumlah kasus penyebaran Covid-19 yang dialami Indonesia menimbulkan permasalahan sosial yang sangat mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. Banyak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terpaksa harus dilakukan oleh banyak perusahaan. Penerapan social distancing juga membatasi masyarakat untuk beraktivitas dan kesulitan mencari pekerjaan. Hal ini tentu berdampak pada perekonomian nasional di Indonesia.

Dalam mengatasi penanganan wabah virus Covid-19 ini, Indonesia telah menambah anggaran belanja sebanyak 405,1 triliun rupiah ke anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2020. Focus anggaran pemerintah ini, ada pada empat titik diantaranya bidang kesehatan, pengaman social, dukungan industry serta pemulihan ekonomi nasional. Dalam hal pengaman nasional, pemerintah memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak virus corona guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Adapun bansos yang telah disiapkan pemerintah diantaranya adalah program keluarga harapan (PKH), bantuan langsung tunai (BLT), kartu sembako, kartu prakerja,dan sebagainya.

Related posts