Jalan Rusak, Kades Bukit Layang Kecewa

  • Whatsapp
Warga Bukit Layang menanam pohon kelapa sawit di tengah jalan berlobang sebagai bentuk protes jalan rusak yang tak tersentuh perbaikan sejak lama. (Foto: Zuesty Novianti)

BAKAM – Rusaknya jalan raya Sungailiat – Bakam tepatnya di Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berdampak pada kerugian masyarakat. Aspek pendidikan, kesehatan, pertanian, perkebunan menjadi terkendala akibat kerusakan jalan yang sejak lama dikeluhkan masyarakat.

Hal itu diutarakan Kepala Desa Bukit Layang, Andry kepada wartawan Rabu (26/2/2020). Ia mengatakan, aparatur desa sudah lama menyuarakan soal kerusakan jalan itu kepada pemerintah daerah. Namun disayangkan hingga kini belum ada perhatian pemerintah.

Read More

“Kami memaparkan sudah sekian lama jalan rusak tanpa perhatian serius dari pemerintah (eksekutif maupun legislatif), sedangkan jalan sudah sangat memprihatinkan. Banyak sekali dampak kerugian yang masyarakat alami dari berbagai aspek,” ujar Andry.

Menurutnya, jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Bukit Layang yang merupakan bagian dari Provinsi Bangka Belitung, khususnya Kabupaten Bangka. Sehingga dalam hal ini masyarakat Bukit Layang berhak mendapatkan keadilan.

“Kita tahu bahwa infrastruktur jalan adalah urat nadinya perekonomian. Kami juga bagian dari masyarakat Provinsi Bangka Belitung khususnya Kabupaten Bangka, kami juga berhak mendapatkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai amanat UUD 1945, filosofi dari Pancasila sila ke 5,” tegasnya.

Ia mengatakan, selama ini banyak perusahaan yang hanya mengambil keuntungan pribadi tanpa memikirkan sarana infrastruktur jalan. Sedangkan pada masa masa kampanye, banyak ‘pahlawan-pahlawan kesiangan’ saat melakukan pencitraan, berduyun duyun menebar janji manis kepada mayarakat Bukit Layang.

“Ingat bapak/ibu yang ada di eksekutif dan legislatif. Gaji bapak juga berasal dari kami. Terutama dari pajak masyarakat. Jangan lah mengotak-ngotakan dapil (daerah pemilihan). Bekerja secara profesional untuk memperjuangkan hak hak dan kesejahteraan masyarakat,” kritik Andry. Dia berharap masalah jalan Desa Bukit Layang dapat menjadi perhatian pemda dengan memberikan solusi terbaik.

“Harapan kami, adanya solusi jangka pendek, menengah dan panjang. Segera memprioritaskan jalan Bukit Layang, Mabat, Mangka. Sering sering berkunjung ke desa, karena desa maju, makmur, sejahtera sehingga negara menjadi akan kuat,” ujarnya.

Terpisah, dua orang anggota DPRD Kabupaten Bangka dapil Bakam, Romlan dan Zarril saat dikonfirmasi mengenai keluhan infrastruktur di Desa Bukit Layang ini, sudah terjawab pada pertemuan dengan DPRD, Senin sebelumnya.

Menurut politisi PKS dan Partai Golkar itu, mengingat keterbatasan anggaran sehingga untuk solusi perbaikan jalan harus dianggarkan pada tahun berikutnya.

“Anggarannya sangat terbatas. Silahkan cek di Dinas PUPR. Saya pribadi sangat prihatin dengan kondisi jalan seperti itu,” ujar Zarril tadi malam.

Sementara Romlan dari Fraksi Partai Golkar mengatakan, DPRD sudah menekankan pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit dan penambangan yang sering menggunakan jalan itu untuk ikut membantu memperbaikinya. Namun informasi yang diperoleh, pihak perusahaan sudah menggelontorkan dana CSR kepada pihak desa, sehingga sangat sulit untuk mendesak perusahaan-perusahaan itu ikut bertanggungjawab dalam perbaikan kondisi jalan di Desa Bukit Layang.

“Mereka sudah mendapat dana CSR nya. Sehingga ketika mereka sudah memberikan tanggungjawabnya, maka akan sulit meminta mereka untuk bertanggungjawab. Kecuali itu sukarela dari pihak perusahaan,” tandasnya.

Sayangnya, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangka, belum memberikan komentar terkait keluhan jalan rusak ini meski sudah diupayakan untuk dikonfirmasi wartawan. (2nd/1)

Related posts