Jaksa Hadirkan Saksi Ahli dari Dishut

  • Whatsapp

Terkait Kasus Perambahan Hutan

PANGKALPINANG – Sidang perkara dugaan perambahan Hutan Konservasi Bukit Mangkol dengan terdakwa Su alias At, hingga kini masih terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang. Rencananya, sidang dengan agenda keterangan saksi ahli dari Dinas Kehutanan (Dishut) Babel yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), akan digelar Rabu (8/3/2017) besok.
JPU Kejati Babel, Tatang Darmi yang menangani perkara pidana Kehutanan ini mengungkapkan, sidang dugaan perambahan hutan itu sempat tertunda. Jaksa bakal memanggil dua saksi ahli untuk diperdengarkan kesaksiannya.
“Sidang At Rabu nanti. Kemarin (Rabu sebelumnya) sempat tertunda sidangnya dan kemudian sidang diganti dengan Pak Waka (Wakil Ketua PN Pangkalpinang, Setyanto Hermawan). Saksi ahli yang akan dihadirkan ada dua orang dari Dishut Provinsi Babel. Tetapi karena yang satunya tidak hadir, terpaksa hanya satu saja yang kita hadirkan,” ungkap Tatang kepada wartawan di PN Pangkalpinang, Senin (6/3/2017).
Ditanya tentang penahanan terdakwa oleh pihak Pengadilan Negeri Pangkalpinang, oknum pihak kejaksaan justru menyindir. “At tidak ditahan. Entah kenapa pengadilan tidak mau menahannya. Mungkin karena dia banyak uang,” kata seorang pegawai Kejari Pangkalpinang ditempat yang sama.
Sebelumnya, At pada Rabu (18/1/2017) dijebloskan ke dalam Rutan Bukit Semut, Sungailiat, Kabupaten Bangka, setelah dilimpahkan berkas dan perkaranya oleh penyidik Sub Direktorat IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Babel. Ia menjadi tahanan penyidik Kejati Babel bersama Su alias Bk (27) warga Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang selaku pengurus TI Mangkol yang lebih dulu diciduk polisi.
Kedua terdakwa dijerat Pasal 158 Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2013 tentang Kehutanan. Selain itu, penyidik menjerat kedua tersangka dengan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). (bis/1)

Related posts