Jadilah Konsumen Cerdas, Ada Pelanggaran Laporkan

  • Whatsapp

” Masyarakat belum seluruhnya memahami untuk menyampaikan pengaduan bila terjadi pelanggaran…”

Sosialisasi Perlindungan Konsumen

PANGKALPINANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung menyelenggarakan Sosialisasi Kelembagaan dan Perlindungan Konsumen, di Hotel Grand Puncak Pangkalpinang, Rabu (24/4/2019).

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian Disperindag Babel Riza Aryani, mengatakan sebagai konsumen dituntut agar lebih cerdas, termasuk harus memahami hak dan kewajibannya.

“Sebagai konsumen, masyarakat harus cerdas, dan harus tau bahwa konsumen mempunyai hak dan kewajibannya,”ucapnya.

Menurutnya, sejauh ini pihaknya telah melakukan survey tentang pemahaman konsumen akan hak dan kewajibannya. Hasilnya untuk saat ini masyarakat atau konsumen yang ada di Babel masih berada dalam tahapan mengetahui akan hak dan kewajibannya. Namun sayangnya, sebagai konsumen masyarakat enggan untuk menyampaikan bila terjadi pelanggaran hak atas konsumen.

” Masyarakat belum seluruhnya memahami untuk menyampaikan pengaduan bila terjadi pelanggaran. Sebagai lembaga pemerintah, Disperindag mempunyai kewajiban untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa konsumen mempunyai perlindungan hak “kata Riza.

Ia berharap kepada masyarakat sebagai konsumen bisa cerdas dalam membeli atau memiliki barang/jasa yang ada. Diingatkannya, konsumen yang cerdas adalah konsumen yang teliti sebelum membeli, tegakkan hak dan kewajiban sebagai konsumen, jangan abaikan masa kadaluarsa produk, perhatikan label dan manual garansi berbahasa Indonesia, pastikan produk bertanda SNI, cintai produk Indonesia dan Beli sesuai kebutuhan bukan keinginan.

“Kita berharap masyarakat bisa menjadi konsumen yang cerdas dan memahami bahwa konsumen mempunyai hak dan kewajiban. Dan bila ada pelanggaran atas hak, konsumen bisa melaporkan atau mengadu ke Disperindag dan kami jamin rahasia konsumen terlindungi,”pungkasnya.

Ia juga menyebutkan bila konsumen dirugikan dalam memperoleh barang dan jasa, bisa mengadu atau melapor ke Pemerintah dalam hal ini ke Dinas perindustrian dan Perdagangan Provinsi/Kabupaten/Kota(langsung datang ke Kantor), ke LPKSM (Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat) setempat dan ke BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) (rif/7)

Banyak Kasus Rugikan Konsumen

Beberapa kasus atas pelanggaran hak konsumen mendapat sorotan dari Bambang Sumantri yang merupakan Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN).

Menurutnya, harus ada rasa saling percaya (Mutual Trus) antara konsumen dan pelaku usaha agar terjadinya transaksi yang benar dalam suatu perdagangan sehingga hak konsumen dapat terlindungi.

Bambang menyebutkan juga setiap kasus yang terjadi disebabkan pengaruh minimnya pengetahuan masyarakat dalam hal ini konsumen tentang hak mereka.

“Terjadinya banyak kasus atas pelanggaran hak konsumen lebih disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat akan hak – hak konsumen,”ucapnya

Untuk itu, Bambang mengatakan bila konsumen telah tahu dan mengerti akan haknya, konsumen harus berani dan tegas dan jangan diam apabila ada hak – haknya di langgar.
.
Bambang juga mengatakan memang masalah tentang perlindungan konsumen bukanlah masalah yang mudah. Namun ia berusaha dan tidak kenal lelah untuk mengatasi permasalahan ini.

“Intinya kita harap masyrakat sebagai konsumen jangan diam bilamana haknya dilanggar dan harus berani melapor, karena ini telah diatur dalam Undang – Undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen,”pungkasnya.(rif/7)

Related posts