Jadi Spesialis Jambret, Boy Diciduk di Pasir Putih

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Spesialis jambret Boy Candra Lewaldi Sitohang (20) Warga Tanjung Balai yang beralamat di Jalan Lintas Timur Desa Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat Provinsi Riau, tak berkutik saat dibekuk oleh Tim 1 dan 2 Opsnal Subdit 3 Jatanras Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Jalan Pasar Ikan, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang, Senin (22/4/2019) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dia diamankan, terkait tiga laporan polisi (LP). Yakni (LP) B-19/III/2019/Babel/Res PKP/Sek Pangkalan Baru tanggal 24 Maret 2019 dengan tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Manunggal Desa Beluluk Kecamatan Pangkalan Baru pada Minggu (24/3) sekitar pukul 21.00 WIB. Total kerugian mencapai Rp 4.000.000.

Lalu LP/B- 23/IV/2019/Babel/Res PKP/Sek Pangkalan Baru dengan TKP di Jalan Koba, Desa Beluluk Kejora, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah pada Kamis (4/4/2019) sekitar pukul 20.35 WIB, jumlah kerugian Rp 3.500.000.

Selanjutnya LP/B-27/IV/2019/Babel/Res PKP/Sek Pangkalan Baru TKP di Jalan Manunggal, Desa Beluluk Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah pada Rabu (17/4/2019) pukul 21.00 WIB dengan total kerugian Rp 2.500.000.

Kasubdit 3 Jatanras Polda Babel AKBP Wahyudi menuturkan, adapun modus pelaku dalam beraksi dengan memepet korban yang sedang mengendarai motor dan mengambil tas korban.

“Sebenarnya, pelaku menjambret tidak hanya di tiga LP saja, masih ada dua LP lagi yang sedang kami dalami. Modusnya sama juga dengan memepet korban dan rata-rata korbannya perempuan,” beber Wahyudi saat gelar perkara dengan menghadirkan tersangka berikut barang bukti di Ruang Bidhumas Polda Babel, Selasa (23/4/2019) siang.

Lanjutnya, Boy Candra Lewaldi Sitohang dalam melakukan aksinya seorang diri, tetapi pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut keterlibatan pelaku lainnya.

“Untuk di tiga LP ini, dia sendiri, sedangkan dua lagi belum kita pastikan karena masih melakukan penyelidikan. W merupakan sepupu pacar tersangka, BC, hanya meminjam kendaraan,” sebutnya.

Wahyudi membeberkan pelaku melancarkan aksi jambretnya selama enam bulan.

“Kejadiannya mulai bulan Maret dan dia tinggal di sini sudah sekitar enam bulan. Kalau menurut pengakuan, hp dia jual kemudian buat sehari-hari,” ulasnya.

Ia menegaskan, pelaku untuk sementara ini akan dipersangkakan telah melanggar Pasal 365 tentang Curas dengan ancaman hukuman kurungan penjara selama sembilan tahun.

“Kita akan berkoordinasi dulu dengan Polda Riau apakah yang bersangkutan sudah pernah menjalani hukuman untuk kasus serupa. Tersangka juga mengakui pernah melakukan jambret di 2 TKP lain, yaitu TKP Jalan Kantor Gubernur, barang yang diambil berupa tas berisi uang Rp 1.200.000 dan TKP Jalan Desa Manunggal dengan barang yang diambil berupa HP A71, dimana ke-2 TKP tersebut belum ada LP,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pada saat dilakukan pencarian barang-barang lain hasil kejahatan berupa tas milik korban yang dibuang tersangka setelah melakukan aksinya di hutan kebun warga di belakang kantor DPRD.

“Tersangka melakukan perlawanan dengan berusaha melarikan diri, sehingga diberi tindakan tegas terukur dan mengenai betis kiri,” tukas Wahyudi.

Sementara itu, Kabid Humas, AKBP A. Maladi mengatakan bahwa pengungkapan kasus dugaan jambret ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Polisi dalam menyelidiki kasus ini dengan menggunakan cara informasi teknologi (IT) dan konvensional.

“Pelaku didapat dari handphonenya yang dilidik polisi. Tersangka nya berinisial BC dengan kendaraan Jupiter MX BN 7489 SF yang dipinjam dari saudara WA,” kata Maladi.

Oleh sebab itu dia mengimbau kepada masyarakat terutama ibu-ibu agar tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan ketika keluar rumah.

“Apabila kita mengambil uang di bank, sebaiknya minta pengawalan kepada security atau orang yang bisa melindungi. Jangan wanita mengambil sendiri saja dengan tas yang akan mengundang niat orang untuk berbuat kejahatan,” tandas Maladi seraya menambahkan barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku diantaranya satu unit R2 merk Yamaha Jupiter MX nomor polisi BN 7489 SF, dua tas berwarna merah batik dan tas berwarna coklat, lima unit handpone dan KTP. (bis/7)

Related posts