Jadi Dirut BUMD, Udin Dipilih tanpa Tes

  • Whatsapp

2018, Mekanisme Pemilihan Seleksi Terbuka
Wagub Babel Bantah karena Unsur Kedekatan

Pangkalpinang – Mantan Calon Walikota Pangkalpinang pada Pemilihan Kepala Daerah tahun 2018, Saparudin, kini memiliki kegiatan baru. Sejak Senin (11/2/2019), ia didapuk menjabat sebagai Direktur Utama PT. Bumi Bangka Belitung Sejahtera (Dirut BBBS), yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel).
Udin sapaan Saparudin dilantik oleh Wakil Gubernur (Wagub) Babel, Abdul Fatah di ruang rapat Tanjung Pesona Kantor Gubernur Babel berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor: 188.44/166/IV/2019.
Sebelum dilantik, Udin juga menjabat sebagai Staf Khusus Gubernur Babel. Dalam pelantikan yang berlangsung sekitar 30 menit itu, tampak menyaksikan Sekretaris Daerah Pemprov Babel, Yan Megawandi, Asisten Bidang I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yulizar Adnan, Kepala Badan Keuangan Daerah, Ferry Afriyanto, Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah Babel, Saimi, jajaran direksi BUMD dan undangan yang hadir.
Menariknya, diangkatnya Udin menjadi Dirut BUMD Babel tidak sesuai dengan mekanisme pengangkatan seperti yang dilakukan pada tahun 2018 lalu. Berbeda dengan pengangkatan sebelumnya, Udin hanya diangkat berdasarkan usulan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanpa mekanisme tes atau seleksi terbuka. Padahal 2018, pemilihan Dirut BBBS itu dilakukan dengan tes atau seleksi terbuka yang ketat.
Namun Wagub Babel membantah, jika dipilihnya Udin karena ada unsur kedekatan dengan Gubernur Babel. Fatah berusaha menjelaskan, bahwa dari hasil RUPS masing-masing pemegang saham sepakat secara bersama untuk memilih Udin sebagai direktur utama.
“Dalam RUPS masing-masing pemegang saham mencalonkan kandidatnya, setelah itu disepakati bersama dengan sistem demokrasi. Setiap pemegang saham bisa mengusulkan siapa saja. Enggak lah (karena kedekatan-red), berdasarkan kemampuan. Saya sama Prof Saparudin juga enggak dekat, kenal juga baru-baru ini,” kata Wagub.
Meski demikian, Fatah mengingatkan Udin bahwa BUMD memiliki banyak PR yang harus diselesaikan. Apalagi selama ini Wagub melihat BUMD Babel masih belum memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah, dan belum focus berkinerja.
“Tentu ini harapan baru mencanangkan sesuatu yang baru. Saya ucapkan selamat atas dilantiknya dan selamat bergabung bersama kami. Langsung laksanakan tugas dan benahi mulai hari ini, ini orang baru dan ini baru orangnya,” ujar dia.
Wagub banyak berharap Udin bisa membawa perubahan besar terhadap BUMD Babel. Apalagi ia melihat latar belakang pendidikan Udin yang sudah profesor, sehingga sumbangsih, ide dan cara berpikir tentunya diharap lebih baik.
Hadirnya BUMD, tegas Wagub, memiliki tujuan untuk memberikan manfaat pada pengembangan perekonomian daerah, menyelenggarakan pemanfaatan umum yang bermutu sesuai potensi daerah, dan memperoleh laba atau keuntungan.
“Kita berharap periode kepemimpinan Pak Saparudin memberikan tanda-tanda kehidupan BUMD berumur panjang dan menghasilkan laba,” harapnya.
Namun, ia mengingatkan apabila Udin gagal membawa perubahan terhadap BUMD atau kondisinya sama, hal ini sangat berat sama halnya dengan hutang yang harus dibayar.
Mantan Sekda Belitung ini berpesan, banyak potensi yang bisa dikembangkan BUMD di Babel. Apalagi Babel merupakan provinsi kelautan yang memiliki banyak potensi di sektor kelautan. Oleh karenanya, Fatah meminta agar BUMD merancang rencana bisnis yang disesuaikan dengan potensi daerah seperti kelautan perikanan, pariwisata, perkebunan, pertanian dan pertambangan.
“Misalnya kelautan perikanan bisa mengembangkan usaha suplai garam, mendukung resi gudang lada. Mudah-mudahan dibawah pimpinan Prof Udin BUMD yang kita idam-idamkan menjadi kenyataan,” tegas Fatah.
Sementara itu, Saparudin usai dilantik mengatakan untuk tahap awal bertugas dirinya akan melakukan pembenahan internal dan menginventarisir kelebihan dan kekurangan permasalahan yang ada di BUMD. Ia juga siap membangun BUMD dan bersinergi dengan pemerintah daerah.
“Yang pertama pembenahan internal kekuatan yang kita punya seperti apa kelemahan dan kelebihannya. Kemudian baru inventarisir serius rencana bisnis dan aksi tahun 2019 ini,” ujarnya seraya menambahkan, belum ada rencana merombak jajaran direksi di BUMD. (nov/1)

Related posts