by

Jabatan AKBP YS Dicopot Pasca Video Tendang Perempuan Viral

-NEWS-813 views
TUNJUK TR – Kapolda Babel, Brigjen Pol Syaiful Zachri menunjukkan Surat TR (Telegram) pencopotan AKBP YS dari jabatannya semula Kasubdit Kilas Pam Obvit menjadi Pamen Yanma Polda Babel dalam jumpa pers, kemarin. YS dicopot setelah video kekerasannya viral hingga membuat pejabat teras Polri marah besar. (Foto: Bambang Irawan)

Kapolri dan Wakapolri Marah Besar
YS Dinonjob, Diperiksa Propam

PANGKALPINANG – Peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga yang mempunyai arti mendapat kesusahan/musibah secara berturut-turut/beruntun, tengah disandang oknum perwira Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Polda Babel), AKBP YS. Jika sebelumnya YS menjabat Kasubdit Kilas Pam Obvit, kini nasibnya berubah drastis menjadi staf biasa pascaviralnya video dirinya yang menganiaya dua wanita dan seorang anak laki-laki diduga pelaku pencurian di minimarket Apri Mart, Kota Pangkalpinang.
Video berdurasi 30 detik yang merekam adegan YS menendang seorang perempuan, memukulnya dengan sandal dan memukul pula anak dibawah umur di dalam sebuah minimarket itu pun, menjadi berita nasional hingga tranding topik di stasiun televisi.
Tak pelak, akhirnya tindakan emosi YS yang terekam ponsel, sampai ke pejabat negara. Sejumlah menteri, para anggota DPR RI, bahkan salah satunya Kapolri Jenderal Tito Karnavian marah besar melihat video tersebut. Akibatnya, dalam waktu tidak kurang dari 2 x 24 jam mantan Kasubdit III Dit Narkoba Polda Babel itu dicopot dari jabatannya.
“Terkait dengan video pemukulan itu, Kapolri marah besar. Kapolri marah dan akan mencopot AKBP Y hari ini juga,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal dikutip dari detikcom, Jumat (13/7/2018).
Iqbal mengatakan tindakan AKBP M Yusuf tidak mencerminkan polisi yang profesional, modern, dan terpercaya (Promoter) seperti apa yang diperintahkan Kapolri. Padahal selama ini Kapolri selalu menekankan hal tersebut.
Bahkan Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin meminta Propam mengusut tuntas kasus penganiayaan yang dilakukan AKBP YS. Melakukan proses sidang etik dan dipecat dari anggota Polri, karena tindakan YS merupakan bentuk penganiayaan.
“Saya sudah perintahkan Kadiv Propam berangkat ke Babel untuk investigasi,” kata Syafruddin di Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat 13 Juli 2018 seperti dikutip dari viva.co.id.
“Segera proses tindak lanjuti sidang kode etik dan yang bersangkutan dipecat dari anggota Polri. Itu penganiayaan tidak boleh. Ini kode etik,” imbuhnya.
Tak hanya kasus penganiayaan, Syafruddin juga meminta kasus dugaan pencurian yang dilakukan oleh ibu tersebut diproses juga secara hukum.
“Kalau yang dianiaya itu pencuri ya diproses juga. Dua-duanya diproses sesuai aturan hukum,” katanya.
Melihat reaksi pejabat teras Polri terkait viralnya video YS ini, Kapolda Babel Brigjen Pol Syaiful Zachri mengaku telah merekomendasikan surat telegram resmi (TR) Nomor : Kep/ 233/ VII/ 2018 tanggal 13 Juli 2018 berisi tentang mutasi personel yang salah satunya juga AKBP YS. Dalam TR yang ditandatangani Karo SDM Polda Babel, Kombes Pol Enjang Hasan Kurnia ini, AKBP YS dimutasi sebagai Pamen Yanma Polda Babel.
Kabid Humas Polda Babel, AKBP Abdul Mun’im kepada awak media di ruang konferensi pers Bidhumas Polda Babel, Jumat (13/7/2018) siang membenarkan bahwa AKBP YS saat ini telah dinonjobkan dari jabatannya sebagai Kasubdit Kilas Pam Obvit.
“Memang benar, AKBP Y kini sudah dimutasi alias dinonjobkan dari jabatannya mulai hari ini, Jumat (13/7/2018) sesuai Surat Keputusan Kapolda Babel Nomor : Kep/ 233/ VII/ 2018 tgl 13 Juli 2018 dan Surat Telegram Kapolda Babel Nomor : ST/ 1786/ VII/ 2018 tgl 13 Juli 2018 sebagai Pamen Yanma Polda Babel yang masih dalam rangka pemeriksaan. Bukan dipecat ya, hanya dicopot jabatannya,” kata Kabid Humas sembari menerangkan YS sudah diperiksa oleh Propam Polda Jawa Barat lantaran hingga kemarin ia masih berada di Bandung mengantarkan anaknya yang kuliah.
Sedangkan Kapolda Babel saat jumpa pers di Rupattama Polda Babel menjelaskan, AKBP YS yang diduga tega menendang serta memukul dua perempuan dan satu anak yang masih dibawah umur, lantaran ketiga terduga pelaku berbelit-belit dan menyembunyikan identitas ketika diinterogasi usai kepergok melakukan pencurian di minimarket.
“AKBP Y selaku pemilik Mini Market Apri MART di Selindung Kota Pangkalpinang menerima laporan via telpon dari penjaga tokonya yang mengatakan ada pencuri tertangkap tangan pada Rabu (11/7) sekitar pukul 19.00 WIB. Lalu AKBP Y menuju tokonya, menginterogasi pelaku (seorang ibu-ibu) dan pada saat ditanya KTP bilang tidak punya, saat ditanya teman-temannya yang melarikan diri juga bilang tidak tahu. Padahal sesuai laporan penjaga toko bahwa ada sekelompok berjumlah tujuh orang dengan menggunakan mobil Avanza,” papar Syaiful didampingi Wakapolda Kombes Pol Tantan Sulistyana, Kabid Propam AKBP Joas Feriko Panjaitan, Kabid Humas AKBP A. Mun’im, Dirresnarkoba Kombes Pol Suherman dan Dir Krimsus Kombes Pol Mukti Juharsa.
Ketujuh orang tersebut sempat berhenti di depan toko milik AKBP YS dan seorang sopir masih di mobil, namun enam orang masuk ke toko.
“Pada saat tiga orang, yaitu dua ibu dan satu anak tertangkap tangan mengambil barang milik toko, akhirnya tiga orang lainnya bersama sopir melarikan diri gunakan mobil. Berhubung ibu berinisial D yang tertangkap tangan mencuri saat ditanya oleh AKBP Y bilang tidak tahu, maka AKBP Y timbul emosi dan dan melakukan kekerasan terhadap ibu-ibu yang seharusnya tidak perlu dilakukan,” sesalnya.
Mantan Irwil V Itwasum Polri ini menuturkan, kedua ibu diduga pencuri di toko YS, yakni D dan A serta AR anak D kini telah dilaporkan oleh AKBP Y ke SPKT Polres Pangkalpinang.
“Saat ini telah diproses oleh Satreskrim Polres Pangkalpinang. Hasil pemeriksaan Sat Reskrim Polres Pangkalpinang didapat fakta bahwa yang melaksanakan pencurian yaitu D (42), sedangkan A (41) dan AR (12) hanya sebagai saksi,” sebutnya.
Adapun barang bukti (BB) dalam kasus pencurian di mini market AKBP YS ini berupa dua kotak susu Child Kid, satu kotak susu BMT, empat bungkus mie gelas, satu kotak susu cair Frisian Flag, satu botol susu Hilo, dan satu buah selendang hijau biru motif bunga. Sedangkan kerugian hanya Rp600 ribu.
“Modusnya, pelaku mengambil barang-barang yang ada di mini market. Jadi, oknum AKBP Y melakukan kekerasan karena barang-barang di tokonya dicuri oleh seorang, bukan karena senggolan lalu hp AKBP Y terjatuh,” tegasnya.

Desy Divonis Sebulan
Sementara itu, Pengadilan Negeri Pangkalpinang Jum’at (13/7/2018) sore langsung menggelar sidang terhadap tindak pidana ringan berupa percobaan pencurian yang dilakukan Desy Haumahu (42) warga Rawasari, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Depok Jawa Barat. Desy adalah pelaku pencurian yang dipukul dan ditendang oleh AKBP YS pada Rabu malam (11/7/2018) lalu.
Pantauan Rakyat Pos, sidang timpiring yang dilaksanakan di ruang Garuda PN Pangkalpinang dipimpin hakim tunggal Iwan Gunawan, SH, MH dan menghadirkan empat orang saksi. Novita Sari (27) petugas kasir Apri Mart saat didengarkan kesaksian mengatakan mencurigai pelaku melakukan pencurian ditempatnya bekerja.
“Saya mulai curiga saat pelaku bersama teman-teman melakukan komunikasi melalui gerakan tangan yang mencurigakan,” kata dia.
Melihat hal tersebut, Novita langsung menghubungi pemilik mini market AKBP YS untuk datang ke mini market. “Pada saat Pak Yusuf datang, langsung melihat pelaku yang menyembunyikan susu di balik selendang yang dikenakan pelaku,” lanjutnya seraya mengakui di depan hakim bahwa pemilik mini market memukuli pelaku dengan menggunakan tangan dan sandal.
Setelah mendengarkan keterangan saksi, hakim Iwan Gunawan menjatuhkan hukuman satu bulan penjara kepada terdakwa dengan masa percobaan tiga bulan dan pelaku tidak ditahan di Polres Pangkalpinang.
“Karena ini masuk tindak pidana ringan dan diatur dalam Perma Nomor 2 tahun 2012 maka kami memutuskan dengan hukuman tersebut. Selama masa hukuman satu bulan dengan percobaan tiga bulan, apabila dia berbuat baik dan tidak melakukan kesalahan maka satu bulan hukuman itu gugur,” tandas Iwan Gunawan.
Menurutnya, terdakwa belum sempat mencicipi sejumlah susu dan makanan ringan hasil curiannya. “Dia ketangkap pemiliknya dan perkaranya diproses di sini dengan dakwaan Pasal 364 tentang pencurian ringan. Ancamannya tiga bulan dan sudah kami sidangkan,” tegas Iwan usai sidang.
Fakta di persidangan pun menyimpulkan bahwa Desi terbukti telah melakukan pencurian. “Memang terbukti korban mengambil barang di toko dan dia tidak bayar. Dalam perkara ini, terdakwa memang sempat dianiaya pemilik toko sebagaimana viral videonya,” sebutnya.
Adapun barang bukti yang dicuri Desi diantaranya susu, chiki dan minuman dikembalikan kepada pemiliknya. Sedangkan selendang yang digunakan terdakwa untuk menutupi barang yang dicurinya akan dimusnahkan.
“Pengadilan memvonis dalam perkara ini satu bulan dengan masa percobaan selama tiga bulan. Artinya selama tiga bulan ini yang bersangkutan harus baik-baik saja, tidak boleh melakukan suatu tindak pidana apapun juga dan apabila dia dalam tenggang waktu tiga bulan melakukan tindak pidana, maka satu bulan lagi harus dijalani,” pungkas Iwan. (bis/das/1)

Comment

BERITA TERBARU