Jabatan Aipda SL Bakal Dicopot

  • Whatsapp

Proses Pemeriksaan di Provost

PANGKALPINANG – Kasus Aipda SL (37) yang diduga “main serong” dengan istri partner bisnisnya sendiri, yakni NV (31), langsung mendapat atensi dari sang pimpinan. Usai dipergoki selingkuh dengan istri orang tersebut, oknum anggota Polri yang menjabat Kanit Polmas Sat Binmas Polres Pangkalpinang ini langsung dinonjobkan dari jabatannya.

Namun sayangnya, Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Jadiman Sihotang justru belum berani membeberkan hal ini. Menurutnya, bukan kewenangan dirinya untuk membeberkan terkait kabar dinonaktifkan oknum Kanit Polmas Sat Binmas Polres Pangkalpinang ini.

“Kalau dinonaktifkan, bukan kewenangan saya ya, karena itu ranah pimpinan. Namun, kalau sudah ada suratnya, baru saya berani mengatakan,” kata Jadiman mewakili Kapolres Pangkalpinang, AKBP Iman Risdiono Septana kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Mengenai surat resmi dari pimpinan kalau Aiptu SL dinonaktifkan dari jabatannya, dirinya juga belum ada menerima surat. “Namun biasanya, itu sudah pasti (dinonaktifkan dari jabatannya-red). Tinggal menunggu waktu saja,” tegasnya.

Kabag Ops menegaskan bahwa oknum polisi tersebut hingga kini masih menjalani proses pemeriksaan di Unit Provos Polres Pangkalpinang. “Jadi, prosesnya tetap dilaksanakan sesuai dengan prosedur. Satu, laporan dilaksanakan di provos, itu akan ditindaklanjuti disiplin atau kode etik dan peraturan disiplin daripada Polri atau kode etik ya,” urainya.

Sedangkan untuk perkara lainnya, yaitu dugaan perzinahan ini dilaporkan di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Pangkalpinang. “Di SPK ini, ada tindak pidana dugaan perzinahan. Nah, di dalam perzinahan ini, ancaman hukumannya sekitar 9 bulan dan ini ranahnya pidana umum,” sebutnya.

Sekarang ini, lanjut Jadiman, SL masih diamankan di provos, namun belum dilakukan penahanan. “Belum pulang ke rumah ya dan belum ditahan, namun diperiksa di ruangan provos. Tetap dilanjutkan pemeriksaannya,” tuturnya.

Lebih jauh ditegasnya, SL tidak menutup kemungkinan akan ditahan jika melakukan beberapa hal. “Tapi, kita lihat dulu kalau memang seandainya membahayakan apa menghilangkan barang bukti, melarikan diri dan segala macam, baru kita tahan,” pungkasnya. (bis/6)

Related posts