IUP PT. MCM Dipertanyakan

No comment 1217 views

Portal dan papan larang masuk ke dalam lokasi tambang PT MCM di muka Gunung Kik Karak, Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit Beltim. Izin pertambangan perusahan ini dipertanyakan warga dan DPRD. (Foto: mgt/Bastiar Riyanto)

MoU Underground Minning, Nyatanya Tambang Terbuka
Ketua DPRD Beltim Meradang

MANGGAR – Setelah menggugat keberadaan Kapal Isap Produksi (KIP) KM Kamila yang beroperasi di laut Pering, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), kini giliran PT. Menara Cipta Mulya (PT. MCM) ‘digoyang’ keberadaanya oleh masyarakat kecamatan setempat.
Pasalnya, perusahaan pertambangan dan smelter yang mengantongi IUP seluas 2.695 hektar sejak tahun 2012 hingga 2027 di Gunung Kik Karak, Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit Beltim ini, diduga telah melanggar nota kesepahamam dengan Pemerintah Desa Senyubuk. Akibatnya, perizinan tambang perusahaan ini mulai dipertanyakan.
Dalam Nota Kesepahaman antara PT. MCM yang ditandatangani Kuasa Direktur, Ir. Ismail Haris dengan pemerintah desa tertanggal 9 Februari 2011 menyebutkan, PT. MCM akan melakukan eksploitasi timah primer dan base metal secara penambangan bawah tanah (underground minning), termasuk pengolahan dan industri peleburan (smelting). Namun kenyataannya, PT. MCM melakukan penambangan pasir timah secara terbuka layaknya penambangan biasa.
Ini pula yang menjadi pemicu masyarakat untuk mempertanyakan izin tambang yang dimiliki PT. MCM. Apalagi dalam pertemuan puluhan masyarakat yang meminta kejelasan terkait Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. MCM dengan managemen perusahaan yang difasilitasi Camat Kelapa Kampit, tidak membuahkan hasil.
Pertemuan yang dihadiri Ketua DPRD Beltim, Tom Haryono beserta anggota DPRD pun tak berlangsung lama. Sebab, pertemuan itu tidak dihadiri Kepala Dinas ESDM, Suranto dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung, Chepy Nugraha sehingga tidak dapat diklarifikasi terkait perizinan yang dikantongi pihak perusahaan.
Tak urung, ketidakhadiran 2 kepala dinas provinsi itu membuat Tom Haryono meradang. Tom menuding Dinas ESDM Provinsi Babel tidak punya niat baik untuk menyelesaikan tuntunan masyarakat yang meminta penjelasan terkait IUP PT. MCM yang pengajuan awalnya menambang timah dengan sistem bawah tanah, namun diterbitkan izin penambangan terbuka.
“Saya menyesalkan ketidakhadiran Dinas Pertambangan Provinsi,“ sesal Tom.
Politisi PDI Perjuangan itu berharap anggota DPRD Provinsi Babel dapil Belitung dan Belitung Timur dapat menyampaikan aspirasi masyarakat ini kepada Gubernur Babel.
“DPRD Beltim tidak punya kewenangan untuk memanggil gubernur yang menerbitkan izin,“ imbuh Tom.
Sementara Kepala Dinas Perizinan Satu Pintu dan Perindustrian Kabupaten Beltim, Syahrial, disela pertemuan dengan masyarakat Kelapa Kampit, Kamis (9/11/2017) di ruang seba guna menjelaskan, PT MCM ternyata belum pernah menyampaikan penanaman modal dalam negeri kepada Pemerintah Kabupaten Belitung Timur.
“PT. MCM belum pernah menyampaikan laporan PMDN,“ ujarnya.
Sayangnya, manajemen PT MCM belum berhasil dikonfirmasi langsung terkait tuntutan masyarakat tersebut. Usai pertemuan, manajemen perusahaan berusaha menghindari wartawan.
Tapi dalam catatan Rakyat Pos, penambangan timah di Gunung Kik Karak ini kerap menjadi sorotan. Sebab, kini gunung setinggi 500 meter itu sudah dikelilingi lobang-lobang bekas galian. Aktivitas tambang pun sudah mulai merangkak ke atas gunung.
Dari pinggir jalan umum arah ke atas gunung, telah dipasang portal dan tidak semua warga dapat masuk ke lokasi tambang PT. MCM.
“Dalam beberapa pertemuan belum pernah ada pembahasan tambang terbuka PT. MCM,“ cetus seorang warga yang minta namanya tidak ditulis.
Sedangkan masyarakat yang terdampak penambangan timah di atas Gunung Kik Karak ini, terus menulusuri proses perizinan PT. MCM. Ia berharap ada transparansi dari manajemen PT MCM terhadap penambangan itu.
“Proses perizinan tambang PT. MCM harus ditelusuri,“ kata Adnan Simbok, mantan Kepala Desa Pembaharuan sembari mengajak semua elemen terkait untuk duduk bersama. (mgt/yan/1)

No Response

Leave a reply "IUP PT. MCM Dipertanyakan"