Isu Penculikan Anak Hoax

  • Whatsapp

Disebar Pihak tak Bertanggungjawab
Polisi Perketat Jaga Keamanan

SUNGAILIAT – Marak isu penculikan anak untuk diambil organ tubuhnya, membuat masyarakat resah. Mirisnya, isu-isu penculikan tersebut gencar disebarkan pihak tak bertanggungjawab di beberapa wilayah seperti di Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka.
Bahkan baru-baru ini, di Kelurahan Selindung Pangkalpinang santer beredar kabar percobaan penculikan terhadap seorang siswi SD terjadi kala pulang sekolah. Namun aksi gagal dilakukan lantaran sang anak melawan dengan cara menggigit lengan penculik.
Ada juga isu anak diculik lalu hendak dimasukan ke karung namun kepergok tukang bakso. Isu adanya kejadian tersebut pun cepat merebak ke tengah-tengah masyarakat, sehingga menjadi tema perbincangan hangat di kalangan warga.
Termasuk di Kabupaten beberapa hari lalu, seorang anak kecil yang dibonceng ibunya diisukan harus kehilangan kepalanya lantaran ditebas oleh pelaku yang diinformasikan berjenis kelamin laki-laki. Kejadian itu disebut-sebut terjadi di Kelurahan Kenanga.
Hebohnya isu tersebut ternyata tak sedikit membuat masyarakat percaya. Setelah menemukan ketidakpastian di Kenanga, isu tersebut beralih dikatakan terjadi di Jalan Lintas Timur, Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang. Tentu saja hal-hal tersebut membuat masyarakat resah dan heboh.
“Bener kejadian e di Kenanga. Ibu-ibu naek motor singgah ke warung. Anaknya ditinggal di motor. Waktu balik ke motor anaknya sudah tidak berkepala. Pelaku membawa kepalanya,” cerita seorang warga Sungailiat kepada Rakyat Pos, Selasa (21/3/2017) kemarin.
Setelah dinyatakan isu tersebut hanya hoax belaka, warga tersebut pun mengatakan kejadiannya bukan di Kenanga tapi di Lintas Timur. Bahkan teman-temannya santer membicarakan peristiwa tersebut.
“Bukan di Kenanga rupe e. Di Lintas Timur kate e kejadian e,” ujar warga tersebut kepada wartawan.
Tak hanya itu saja, isu penculikan tersebut pun kembali terjadi Rabu (22/3/2017) kemarin di Lingkungan Kampung Rambutan, Sungailiat. Bahkan digembar-gemborkan puluhan polisi berada di TKP untuk mengetahui kejadian.
“Ada penculikan anak katanya di Kampung Rambutan. Tapi gak tau bener atau tidaknya,” ujar warga Air Ruay ini kemarin via BBM.
Menanggapi isu-isu penculikan yang beredar di kalangan masyarakat, Kapolres Bangka, AKBP. Sekar Maulana, SH, SIK pun angkat bicara. Kepada wartawan Rabu (22/3/2017) kemarin ia mengatakan bahwa isu-isu tersebut hanyalah sekedar hoax belaka yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Menurut Kapolres, hingga hari ini tidak ada satu warga pun yang melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Bangka dan jajarannya. Dan peristiwa tersebut pun belum ada yang terekspose secara rill.
“Sebelumnya sudah kita sampaikan di radio Selasa sore kemarin. Bahwa informasi tersebut cuma hoax. Ini dilihat tidak ada laporan di polres-polres maupun polda. Selain itu, berita lewat media massa dan elektronik lokal maupun nasional pun belum ada,” jelas Kapolres.
Kendati demikian, Kapolres menghimbau kepada masyarakat tetap selalu waspada dan tidak perlu cemas. Yang terpenting, Kapolres berpesan agar orang tua selalu membekali anak-anaknya dengan pengetahuan kondisi-londisi terburuk di lingkunagnnya. Kemudian anak pun perlu menghafal nomor telepon orang tua masing-masing apabila mengalami kondisi tertentu, segera meminta orang lain untuk menelpon.
“Namun tetap kita perlu waspada namun tak perlu cemas. Himbauan kepada masyarakat agar anak-anak dibekali pengetahuan kondisi-kondisi terburuk bagi mereka. Kemudian hafalkan nomor orang tua masing-masing sehingga apabila dalam kondisi tertentu segera minta bantuan orang lain untuk menelpon orang tuanya,” pungkas Sekar. (2nd/6)

Related posts