ISBA Bandung Gelar Webinar Tinjauan Ulang Pemanfaatan BST di Babel

  • Whatsapp
 Webinar yang digelar ISBA Bandung dengan tema Tinjauan Ulang  Pemanfaatan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Provinsi Bangka Belitung (Babel), Rabu siang (29/7/2020).  (IST)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG– Ikatan Mahasiswa Bangka (ISBA) Bandung menyelenggarakan website seminar (webinar) dengan tema Tinjauan Ulang  Pemanfaatan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Provinsi Bangka Belitung (Babel), Rabu siang (29/7/2020).

Webinar menghadirkan narasumber yakni Kepala PT Pos Cabang Pangkalpinang, Azmat Nuzul Pasa, Kepala Dinas Sosial Pangkalpinang, Rika Komarina, Dosen Fisip Universitas Bangka Belitung (UBB), Sandy Pratama dan Ketua Karang Taruna Pangkalpinang, Aditia Pratama.

Sebanyak hampir 50 peserta dari kalangan mahasiswa, masyarakat dan jurnalis hadir secara virtual dalam webinar yang dimoderatori oleh Ridho Rinaldi ini. Webinar dibuka langsung oleh Ketua ISBA Bandung, Taufik Hidayat.

Dalam paparannya, Kepala PT Pos Cabang Pangkalpinang, Azmat Nuzul Pasa menyebutkan PT Pos Indonesia diberikan amanah oleh Kementerian Sosial  (Kemensos) untuk menyalurkan BST kepada keluarga penerima manfaat (KPM).

Baca Lainnya

Dia menyebutkan, BST tahap 1 dan 2 telah disalurkan kepada masyarakat. Sedangkan BST tahap 3 saat ini sedang berjalan dan akan berakhir pada 30 Juli  2020. Azmat menerangkan, dari penyaluran BST tahap 1 dan 2, memang terdapat permasalahan, dimana dari alokasi yang tersedia ada dana yang  dikembalikan atau rollback.

“Untuk tahap 1 dan 2, ada rollback karena ada penerima yang juga menerima bantuan lain seperti BLT desa atau PKH dan juga penerima yang ternyata  sudah meninggal. Namun yang paling banyak rollback nya karena penerima tercatat sebagai penerima dana bansos lain. Nah, dana yang tidak tersalurkan ini  dikembalikan ke Kemensos,” katanya.

Sedangkan untuk tahap 3, diterangkan dia, data penerima BST sudah dimutakhirkan oleh Kemensos, dimana data rollback tahap 1 dan 2 dikurangi sehingga  serapan di tahap 3  semakin tinggi. Untuk data rollback tahap 3, sejauh ini, katanya, masih dalam proses pendataan.

Azmat menerangkan, selain dapat melakukan pengambilan secara langsung di Kantor Pos, pihaknya juga memiliki terobosan melalui aplikasi Pos Giro Cash atau pembayaran BST secara daring.

“Kita ada tiga pola pembayaran BST ini pertama bisa di Kantor Pos terdekat, bisa kita antar ke rumah penerima dengan catatan lansia, sakit keras dan  disabilitas dengan didampingi aparat dan bisa lewat Pos Giro Cash,” kata Azmat.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pangkalpinang, Rika Komarina menyebutkan bansos yang diberikan pemerintah pusat diperuntukkan bagi warga kurang  mampu yang terdampak Covid-19. Menurutnya, tercatat ada kurang lebih 7000 warga di Pangkalpinang yang terdata sebagai penerima BST.

“Jadi ada yang namanya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), data ini diajukan pemda ke kemensos. Kami selaku pengelola basic data orang miskin di  Pangkalpinang sudah melaksanakan sesuai kuota. Kita dibantu lurah, RT dan RW, PSM (Pekerja Sosial Masyarakat-red) dan TKSK. Sebenarnya tidak ada lagi celah untuk tidak tepat sasaran,” katanya.

Selain itu, menurut dia, PSM juga standby di Kantor Pos saat penyaluran bansos. Jika tidak ada yang layak, maka akan dilakukan koordinasi untuk dilakukan langkah selanjutnya. Rika bersyukur dari penyaluran bansos tahap 1 hingga 3, persentasenya mencapai 98 persen lebih.

“Ada sedikit warga yang belum menerima ditunggu sampai dengan akhir Juli, kami terus sosialisasikan kepada masyarakat, jangan sampai nanti ditanya  masyarakat. Yang jelas semua sudah berjalan dengan baik,” katanya.

Rika menambahkan, dengan adanya BST tersebut disambut sangat antusias oleh masyarakat. Apalagi di saat pandemi Covid-19, perekonomian masyarakat  menjadi terganggu.

“Alhamdulilah penyaluran BST sejauh ini dapat dilaksananakan dengan baik dan msyarakat dapat menerima dan dapat mencairkan dengan koordinasi kita  dengan PT Pos yang sangat baik sekali,”ujarnya.

Sementara Ketua Karang Taruna Pangkalpinang, Aditia Pratama mendukung adanya program BST yang dapat membantu perekonomian masyarakat di  tengah pandemi Covid-19.

“Kita tahu akibat pandemi ini, banyak karyawan yang di-phk, dengan BST bisa membantu masyarakat. BST maupun BLT dan bantuan yang diberikan  pemerintah apapun bentuknya, asalkan berdampak ke masyarakat positif, kita dukung,”kata Adit.

Namun begitu, dia berharap ke depan masalah pendataan penerima bantuan dapat lebih dioptimalkan, karena menurutnya banyak menerima laporan dari  masyarakat soal penyaluran bantuan yang kurang tepat sasaran.

“Ada beberapa hal dalam penyalurannya kita sering dengar, misalnya RT hanya mendata keluarga yang dekat saja. Ada laporan ke saya juga, ada motor,  ada mobil dapat BST, jangan sampai ke depan terulang kembali, kita harapkan penyaluran terealisasi maksimal dan tepat sasaran,” kata Adit.

Sementara itu, Dosen Fisip UBB, Sandy Pratama menyebutkan sudah seharusnya negara membantu warganya di saat situasi pandemi Covid-19 melalui BST.  Menurutnya, di saat pandemi kalangan masyarakat menengah yang jatuh miskin angkanya cukup mengkhawatirkan.

“Ada keniscayaan, cara bernegara bagaimana menjamin orang untuk tetap bisa eksis dan survive, ini pekerjaan berat bagi negara. Kami apresiasi penyaluran  BST. Sudah berjalan dengan baik, soal sempurna mungkin tidak sempurna betul, tetapi asalkan tujuan terwujud itu sudah bagus,”katanya. (n84)

Related posts