IPC Pangkalbalam Intens Cegah Corona

  • Whatsapp
Asisten Deputi General Manager (ADGM) Pengendalian Mutu PFSO dan Manajemen Risiko, Hanny Yuniarti

PANGKALPINANG – Indonesia Port Corporation (IPC) atau PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Pangkalbalam, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) telah memesan sebanyak 4000 masker guna mencegah peredaran Covid-19 atau pandemi virus Corona. Selain 4000 masker, IPC juga memesan sebanyak 20 botol hand sanitizer bagi karyawan dan penumpang.

“Kita minta bantuan pusat untuk memesan barang-barang tersebut. Untuk sekarang ini masih dalam proses pemesanan dan di sini, kita sudah menunggu tapi gak ada juga,” tutur kata General Manager (GM) IPC Cabang Pelabuhan Pangkalbalam, Cucu Kuswoyo melalui Asisten Deputi General Manager (ADGM) Pengendalian Mutu PFSO dan Manajemen Risiko, Hanny Yuniarti, Senin (23/3/2020).

Read More

Pihaknya, tambah dia, juga melakukan penyemprotan desinfektan di lingkungan Kantor PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Pangkalbalam dan disemua sudut Pelabuhan Pangkalbalam untuk mengantisipasi virus Corona. Pemesanan masker digelontorkan dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikucurkan dari pusat.

“Penyemprotan desinfektan di terminal penumpang sudah beberapa kali, juga kami lakukan pemasangan rambu-rambu social distancing. Untuk pemesanan masker bagi penumpang, kami menggunakan CSR,” katanya.

Dijelaskan Hanny, pihaknya juga akan membagikan masker bagi penumpang di Pelabuhan Pangkalbalam dan menyiapkan hand sanitizer. “Kita juga menyiapkan bilik-bilik untuk penyemprotan disinfektan. Mudah-mudahan terealisasilah,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, pihaknya sangat intens sekali agar jangan sampai mata rantai virus Corona menyebar kemana-mana. “Kami telah memasang baner-baner tentang pencegahan virus Corona. Kami juga sudah melakukan sosialisasi-sosialisasi,” pungkasnya.

Sementara itu, seorang penumpang dengan tujuan ke Belitung, Rohayati (67) mengaku, dirinya takut terjangkit virus Corona, namun enggan untuk memakai masker. “Kami ke sini kondangan pesta pernikahan keponakan dan sudah satu Minggu di Bangka. Ada (masker-red), tapi tidak dipakai karena sukar atau sulit bernafas,” tukas wanita asal Desa Terong, Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung ini. (bis/10)

Related posts