Investasi Pariwisata Masih Lemah

  • Whatsapp

Triwulan III, Baru 3 Triliun
Didominasi PMDN

Pangkalpinang — Pemerintah daerah terus jor-joran untuk meningkatkan investasi di Provinsi Bangka Belitung (Babel) dengan berbagai rencana strategis pengembangan pembangunan salah satunya adalah daerah dengan Kasawan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata.
Hingga triwulan III tahun 2017 investasi yang masuk ke Babel mencapai Rp 3 triliun. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, optimis investasi di Babel tahun 2018 akan semakin meningkat dengan adanya KEK ini.
Erzaldi tak menampik, jika investasi di Babel ini masih terbilang rendah, urutan ke-28 dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia, padahal dengan jarak yang cukup dekat dengan ibukota dan negara tetangga.
“Sudah ada lima investor yang akan berinvestasi di Babel tahun depan. 2018 investasi sangat bergantung dengan persetujuan KEK Pemerintah pusat, disamping investasi lainnya. Insha Allah saya akan target kita akan berada di peringkat atas,” katanya.
Investasi yang ada saat ini didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dibandingkan dengan Penamaan Modal Asing (PMA).
Ia menyebutkan, masih banyak potensi investasi yang bisa digali di Babel, salah satunya peningkatan pemanfaatan pemurnian mineral ikutan.
“Ada lagi Pembangunan pabrik pembuatan isolator Listrik, dengan memanfaatkan kaolin dan bauksit kerjasama dengan PT Timah,” imbuhnya.
Nilai investasi dari dua investor China di bidang ini, sekitar Rp 1,3 Triliun, nilai ini menurutnya memang masih kecil, tapi jika KEK masuk ini bisa dasyat.
“Mereka sudah siap di tahun 2018 mudah-mudahan Juli sudah Operasional,” ujar Erzaldi.
Untuk mendorong investasi di sektor pertanian dan lainnya, seperti membangun industri dengan basic sumber daya alam yang ada di Babel. Babel menurutnya perlu mempromosikan lada Babel lebih gencar sebagai produk unggulan.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Babel, Syafitri mengatakan, realiasi hingga akhir tahun 2017 diharapkan bisa lebih besar.
“Target kita Rp2,6 Triliun. Sekarang sudah terealisasi Rp 3 triliun, hingga akhir tahun tentu capaiannya semakin besar,” katanya.
Untuk meningkatkan nilai investasi, pemerintah menurutnya terus mendorong investor untuk berinvestasi, yang paling ditonjolkan perkebunan, pariwisata, dan jasa.
Mantan Mantan kepala BKD ini, Babel yang berada diurutan ke-28 bukan karena kecil investaainya, tetapi ada skala penduduk yang dihitung.
“untuk target saja kita BKPM yang menentukan berdasarkan luas wilayah, penduduk lainnya. Kedepan, kita akan lebih dominan untuk mendatangkan investasi,” tukasnya.
Agar investor banyak masuk ke Babel. Syafitri menyebutkan Pemprov memberikan berbagai kemudahan, dan tidak akan menghambat. Selain itu, juga kerap mengikuti berbagai pameran bersinergi dengan pusat melalui Departemen Luar Negeri.
Sementara itu, Bupati Bangka, Tarmizi Saat menyebutkan, investasi di kabupaten Bangka pada tahun 2017 diperkirakan mencapai Rp2 Triliun.
“Bangka merupakan daerah yang banyak masuk investasi, pabrik tapioka ada tiga cukup besar, satu pabrik berkisar Rp 200-300 milliar,” ujarnya, akhir pekan lalu.
Untuk tahun depan, ia memastikan investasi ini akan terus meningkat seiring perkembangan KEK pariwisata di Bangka, yang rencananya akan dibangun lapangan golf, perhotelan, dengan tujuh investor konsorsium KEK ini.
“Kemudian ada yang mau bangun pantai Turun Aban, pengelolaan THR, dan lainnya,” imbuhnya.
Disinggung investasi pasar modern, ia tak menampik banyak investor yang ingin masuk untuk membangun minimarket modern di Bangka. Namun, pihaknya akan memperkuat regulasi sebelum mengizinkan Alfamart ataupun Indomaret masuk ke Bangka.
“Delapan Alfamart mau masuk, saya masih pikir-pikir dulu dengan perhitungkan UMKM, karena UMKM mau masukkan barang mereka gak boleh, makanya kita buatkan regulasi supaya pedagang kecil tidak mati secara pelan-pelan. Saya tidak anti, realiasi mungkin dua bulan kedepan setelah itu mungkin dua saja lah dari delapan yang ngaju izin,” pungkasnya. (nov/6)

Related posts