Investasi Masa Depan dengan Menabung Saham

  • Whatsapp

Oleh: Puji Hartoyo
ASN pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pangkalpinang

Banyak di antara kita yang sudah nyaman bekerja dengan penghasilan tetap setiap bulan. Bersifat konsumtif dan menyisihkan dana dalam tabungan. Menyimpan uang di Bank dengan imbal hasil bunga tentu saja nilainya akan menurun, karena digerogoti oleh inflasi. Perlu perubahan mindset dari saving society menjadi investment society. Investasi diperlukan karena masa depan yang penuh dengan ketidakpastian dalam perekonomian dan inflasi yang terus terjadi. Harapan kita, hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus lebih dari hari ini, serta hari esok akan terus ada untuk kita. Untuk itu, kita harus memiliki perencanaan keuangan dengan melakukan investasi dengan bijak.

Buku berjudul The cash flow quadrant karangan Robert T. Kiyosaki mengkategorikan empat jenis sumber penghasilan manusia. Kuadran Pertama yaitu kuadran E (employee) atau biasa disebut “orang gajian” dengan pendapatan tetap di setiap periode tertentu. Kelompok ini, terdiri dari Pegawai atau karyawan. Kuadran Kedua atau kuadran S (Self -Employee/ Small Business /Smart People). Mereka yang tergabung dalam kelompok ini adalah para pekerja mandiri atau pengusaha kecil yang menciptakan pekerjaan untuk diri sendiri atau orang lain.

Kuadran ketiga adalah kuadran B ( Business Owners atau Big Business Owners) yang terdiri dari pengusaha dengan skala besar, dimana orang yang tercakup dalam kelompok tersebut tidak perlu berkecimpung atau aktif mengelola bisnisnya. Kuadran keempat atau kuadran I (Investor) adalah Investor atau Pemodal, yaitu orang yang menanamkan uangnya dalam bentuk investasi saham. Penghasilan mereka berupa capital gain dan dividen. Dapat disimpulkan bahwa kuadran 1 dan 2 memberikan penghasilan aktif, dimana kita harus melakukan aktivitas untuk mendapatkan penghasilan atau “We Work for money”. Sementara kuadran 3 dan kuadran 4 merupakan penghasilan pasif, karena tanpa aktivitas dapat mendapatkan penghasilan. Kuadran 4 yaitu para pemilik modal/investor sesuai dengan pepatah “Don’t work for money, but make your money for you.” Caranya adalah dengan memanfaatkan uangnya untuk ditanamkan ke pasar uang, pasar modal dan pasar komoditas.

Salah satu potensi dan peluang investasi terbesar yang kita abaikan selama ini adalah pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia mempunyai perkembangan yang sangat luar biasa dari tahun ke tahun. Tahun 2000 harga IHSG berada pada angka 416 dan pada tanggal 24 Juni 2019 tercatat pada angka 6.288 atau naik sebesar 1.410%. Kita ilustrasikan seandainya kita membeli saham Bank BCA 10 tahun yang lalu. Pada awal tahun 2010, harga saham BCA berada pada level harga Rp 2.775/saham. Sekarang harga saham Bank BCA BCA menyentuh level Rp 28.000/saham. Keuntungan yang kita raih sebesar 901%. Jika beli saham BCA 100 lot atau 10 ribu unit pada 2010, cuma butuh modal Rp 27,75 juta rupiah. Hari ini, saat saham BCA tersebut dijual maka uang yang didapat mencapai Rp 280 juta. Nilai tersebut belum termasuk dividen yang akan diterima setiap tahunnya. Jadi, sangat berbeda apabila kita menabung uang di Bank BCA dengan membeli saham Bank BCA.

Tokoh seperti Warren Buffett yang dikenal sebagai seorang investor paling sukses di dunia, dengan nilai aset US$82,5 miliar dan menempatkan pria yang berjuluk oracle of omaha tersebut sebagai pria terkaya ketiga di dunia menurut majalah Forbes yang rilis bulan Maret 2019. Di Indonesia sendiri, ada Lo Kheng Hong, seorang yang telah meninggalkan dunia kerjanya untuk menekuni investasi saham. Sekarang, beliau telah merasakan passive income atas saham-saham yang telah dimilikinya. Sebagai gambaran saja, belum lama ini beliau menerima dividen sebesar 16,5 miliar dari salah satu sahamnya.

Kita masih beranggapan bahwa investasi di pasar modal merupakan hal yang susah dan mahal. Sebenarnya investasi saham sangat sederhana dan murah. Memang akan sulit dan berisiko apabila kita menjadi seorang trader saham yang harus banyak belajar tentang analisis teknikal. Harga saham selalu naik dan turun, harga sangat fluktuatif karena adanya berita positif dan negatif baik secara makro maupun mikro. Berbeda dengan investor yang membeli saham dengan fundamental yang baik dan membiarkan saham tersebut dalam jangka waktu yang lama tanpa peduli dengan fluktuasi harga sahamnya.

Sebuah istilah baru yang diperkenalkan oleh Bursa Efek Indonesia sejak November 2015 dan dikenal dengan program Yuk Nabung Saham. Ajakan “Yuk nabung saham” dari BEI sebenarnya mengajak kita melakukan investasi saham dengan teknik Dollar Cost Averaging (DCA) dan Equity/Stock savings. Kedua metode tersebut sama-sama membeli saham secara periodik. Perbedaannya DCA membeli saham dengan nominal yang sama sedangkan stock saving membeli secara periodik jumlah lembar saham yang sama. Program ini sangat sederhana dan butuh fokus. Disiplin membeli saham bulanan dalam jangka waktu yang lama secara historis memperlihatkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi.

Menurut Ellen May dalam bukunya yang berjudul Nabung Saham Sekarang, memberikan 3 (tiga) cara memilih saham yang bisa diinvestasikan untuk menabung saham. Pertama, pilih perusahaan yang mapan. Perusahan yang sudah kuat, stabil dan prospek atau blue chips sangat reasonable untuk investasi jangka panjang. Investor jangka panjang membutuhkan perusahaan dengan fundamental yang kuat. Kedua, Pilihlah perusahaan yang produknya sangat dibutuhkan masyarakat. Warren Buffet dalam berinvestasi memilih perusahaan penghasil barang dan jasa yang sangat dibutuhkan masyarakat seperti industri makanan (konsumsi) atau barang kebutuhan sehari-hari. Ketiga, pilih perusahaan yang histori kinerjanya bagus. Histori merupakan bukti nyata kinerja perusahaan dalam memperoleh keuntungan yang konsisten. Perhatikan profitabilitas perusahaan dalam 5 sampai 10 tahun ke belakang dalam menghasilkan keuntungan yang konsisten.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menabung saham adalah: pertama, Memilih sekuritas. Sekuritas ibarat Bank tempat kita menabung. Memilih sekuritas dapat kita sesuaikan dengan keinginan kita, seperti fee yang paling rendah atau nilai nominal setoran awal paling murah. Kedua, Mendaftar dan membuka rekening. Beberapa syarat untuk membuka rekening antara lain berusia di atas 18 tahun, foto copy KTP, foto copy Buku tabungan dan mengisi formulir. Langkah ketiga, tentukan nominal. Modal yang ideal untuk berinvestasi tergantung strategi yang kita pilih. Untuk strategi menabung saham kita bisa memulai dengan nominal berapapun dengan syarat tidak membebani.

Menabung saham merupakan investasi jangka panjang yang memerlukan konsistensi dan kesabaran. Tidak perlu memaksakan jumlah yang terlalu besar untuk memulainya. Sedikit demi sedikit, tapi cepat menjadi bukit. Start small. Mulai dari kecil, tekun dan sabar. Mengutip quote John C. Maxwell, “Small diciplines repeated with consistency every day lead to great achievements gained slowly over time.” (***).

Related posts