Investasi Berkelanjutan Budidaya Tambak Udang dan Tinjauan Lingkungannya

  • Whatsapp
Eviria Ananda
Pengendali Dampak Lingkungan
(foto: ilustrasi/fb).

Secara ekonomi kewilayahan, sub sektor perikanan (yang menjadi bagian dari sektor pertanian) menempati posisi kedua sebagai sektor basis di Provinsi ini, dibawah industri pengolahan tambang guna peningkatan pendapatan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu potensi yang sekarang sedang marak dikembangkan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu budidaya tambak udang. Budidaya tambak udang saat ini, menjadi salah satu sektor usaha perikanan yang lagi trend di masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk meningkatkan taraf ekonomi. Disamping prospek yang menjanjikan, udang juga merupakan salah satu komoditi yang selalu laris manis di pasaran. Dari segi ekonomi hasil dari tambak udang bisa menaikkan kesejahteraan pengusaha dan masyaraat sekitar, serta menciptakan lapangan pekerjaan hingga mengurangi pengangguran masyarakat sekitar yang terkena dampak.

Saat ini, tercatat ada sekitar 60-an tambak udang beroperasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baik atas nama pribadi, kelompok, koperasi maupun perusahaan yang tersebar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Boomingnya usaha tambak udang bisa juga memancing para pengusaha luar daerah untuk berinvestasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dengan kondisi demikian ekspansi usaha tambak udang ini, berpotensi menyebabkan wilayah pesisir mengalami tekanan dalam hal penyediaan lahan yang mungkin akan terjadi perambahan terhadap Kawasan mangrove, dan yang paling penting yang harus diperhatikan limbah dari buangan tambak udang sendiri pengaruhnya terhadap lingkungan dan keberlanjutan usaha tambak udang yang ada.

Read More

Salah satu poin penting dalam meminimalkan pencemaran kawasan pesisir Pulau Bangka Belitung yaitu dengan penyediaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) pada tiap lokasi budidaya tambak udang didukung dengan perizinan lingkungan yang harus dipenuhi. Berkaitan dengan hal itu, selain tentang IPAL pengusaha tambak juga harus memperhatikan soal izin tambak udang, karena itu  Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Bangka Belitung sudah melakukan verifikasi lapangan ke petambak-petambak udang akan pentingnya perizinan tambak udang dan pengelolaan air limbah budidaya sebelum kembali dibuang ke lingkungan demi menjaga keberlanjutan budidaya.

Related posts