Integrasi Nilai-nilai Karakter dalam Pembelajaran

  • Whatsapp

Integrasi Nilai-nilai Karakter dalam Pembelajaran

 

Muat Lebih

Oleh: Rini Trihastuti, S.Pd.

Guru SMA Negeri 4 Pangkalpinang

 Pembelajaran merupakan proses untuk mengembangkan potensi peserta didik. Pembelajaran merupakan upaya membelajarkan peserta didik, dan proses belajar sebagai pengaitan pengetahuan baru pada struktur kognitif  yang sudah dimiliki peserta didik. Pembelajaran juga merupakan suatu proses yang berlangsung di dalam diri seseorang yang mengubah tingkah lakunya, baik tingkah laku dalam berpikir, bersikap, dan berbuat. Dengan demikian, pembelajaran sebagai suatu wadah bagi peserta didik untuk selalu berproses mengembangkan potensi yang sudah dimilikinya, sehingga mereka dengan sendirinya dapat mengubah pola berpikir, bersikap, dan berbuat.

Namun pada kenyataannya, terdapat banyak problematika yang terjadi pada peserta didik. Salah satunya adalah krisis karakter seperti kekerasan antar pelajar, pergaulan bebas, seks bebas, narkoba, dan sebagainya. Keadaan ini menunjukkan bahwa peserta didik belum mampu mengembangkan potensi karakter yang dimilikinya ke arah yang lebih baik. Tidak dipungkiri kekerasan di kalangan pemuda semakin meluas, narkoba dan penyalahgunaan alkohol lazim, dan kehamilan remaja adalah umum terjadi. Gejala ini menunjukkan krisis kronis dalam pendidikan etika generasi muda. Sedangkan kesempatan orang tua untuk mendidik anaknya sedikit sekali, karena terkendala urusan ekonomi dan sosial. Partisipasi sekolah melalui program pembelajaran berbasis karakter atau nilai dapat memberikan solusi untuk menghadapi problematika ini. Dengan demikian, pembentukan karakter melalui pembelajaran berbasis karakter akan menjadi solusi untuk mengatasi krisis karater tersebut.

Berbagai krisis karakter tersebut disebabkan karena terdapat kesalahan orientasi pembelajaran. Pembelajaran tidak hanya berorientasi mengembangkan potensi kecerdasan intelektual, tetapi juga mengembangkan potensi karakternya. Pendidikan afektif merupakan bagian dari proses pendidikan yang menyangkut sikap diri, perasaan, keyakinan dan emosi peserta didik yang melibatkan penyediaan sarana pendukung dan bimbingan. Jadi, pembelajaran berbasis karakter sangat signifikan untuk diterapkan di lembaga pendidikan, bahkan penerapannya harus dilakukan, karena pembelajaran berbasis karakter akan menentukan masa depan peserta didik.

Dari kenyataan tersebut, lembaga pendidikan memiliki peran yang sangat strategis dalam menerapkan pembelajaran berbasis karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran sekolah dalam membantu perkembangan moral negara perlu difokuskan pada pengembangan moral yang lebih luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat bukti yang meyakinkan mengenai pengaruh intervensi pendidikan karakter terhadap perilaku, pengetahuan, sikap dan nilai, serta prestasi akademik.

Dalam menerapakan pembelajaran berbasis karakter di lembaga pendidikan, seorang guru memiliki peranan penting. Peran guru ini dapat dilaksanakan dengan berbagai cara atau model untuk menerapkan pembelajaran berbasis karakter salah satunya, yaitu terintegrasi dalam semua materi yang ada di setiap mata pelajaran.

Pembelajaran berbasis karakter adalah membimbing, menjadikan, mengusahakan karakter, etika, akhlak, kepribadian, pada diri peserta didik yang lebih baik, menjadikan insan kamil atau memiliki akhlak, kepribadian yang baik dengan cara yang sistematis. Jika karakter atau kepribadian pada diri peserta didik tidak baik, maka akan melahirkan generasi muda penerus bangsa yang tidak memiliki masa depan yang baik dan tidak mengharumkan nama baik bangsa ini. Pada dasarnya, pembelajaran berbasis karakter pada peserta didik itu harus dilakukan sejak dini secara optimal dan istiqomah. Pembelajaran berbasis karakter memiliki tiga tempat yaitu: a) di rumah yang dibina oleh orang tua dan keluarga, b) di lingkungan masyarakat yang dibina oleh diri sendiri; dan c) di sekolah yang dibina atau dididik oleh semua pengelola yang ada di sekolah.

Integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran dilakukan dengan cara menyisipkannya dalam: a) program-program pengembangan diri, b) kurikulum mata pelajaran, dan c) budaya yang berada di sekolah. Integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya, yaitu: Pertama, terintegrasi dalam mata pelajaran. Adapun langkahnya yaitu penanaman nilai-nilai karakter dalam pembelajaran berbasis karakter juga dapat disampaikan secara terintegrasi dalam semua mata pelajaran. Kedua, model di luar pembelajaran melalui kegiatan ekstra kurikuler atau kegiatan insidental. Penanaman nilai dengan model ini lebih mengutamakan pengolahan dan penanaman nilai melalui suatu kegiatan untuk dibahas dan dikupas nilai-nilai hidupnya. Ketiga, model pembudayaan, pembiasaan nilai dalam seluruh aktivitas dan suasana madrasah. Penanaman nilai-nilai-nilai karakter dapat juga ditanamkan melalui pembudayaan dalam seluruh aktivitas dan suasana sekolah/madrasah. Pembudayaan akan menimbulkan suatu pembiasaan.

Integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran dilakukan dengan cara sebagai berikut: Pertama, integrasi nilai-nilai karakter dalam pengembangan diri. Integrasi ini merupakan upaya untuk mengembangkan kemampuan peserta didik pada aspek pembentukan dan pengembangan karakter. Integrasi ini dilakukan pada kegiatan rutin sekolah, kegiatan spontan, ketaladanan, dan pengkondisian. Kedua, integrasi nilai-nilai karakter dalam kurikulum mata pelajaran. Integrasi nilai-nilai karakter dalam kurikulum mata pelajaran dilakukan dalam tiga aspek, yaitu ke dalam silabus, RPP dan proses pembelajaran. Setiap mata pelajaran memfokuskan pada penanaman nilai-nilai utama tertentu yang paling dekat dengan karakteristik mata pelajaran yang bersangkutan. Setiap awal semester sekolah sudah mempersiapkan silabus untuk membuat RPP agar guru mudah melaksanakan proses pembelajaran yang menyisipkan nilai-nilai karakter. Dalam proses pembelajaran di kelas atau di luar kelas, guru juga harus melaksanakan nilai-nilai utama secara langsung kepada peserta didik. Ketiga, integrasi nilai-nilai karakter dalam budaya sekolah. Integrasi nilai-nilai karakter dalam budaya sekolah dilakukan pada tiga tempat, yaitu di kelas sekolah dan luar sekolah. (***)

Pos terkait