Inisiatif Pustakawan dalam Pemanfaatan Layanan Storytelling di Masa Covid-19

  • Whatsapp
Penulis: ANGGYA DWIE PERMATASARI
Pustakawan Pelaksana Lanjutan/Mahir Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Prov. Kep. Babel

Tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi setiap manusia. Pembatasan aktivitas, rutinitas dan efektivitas dalam menjalankan roda kehidupan terganggu dengan adanya wabah yang melanda dunia. Wabah atau pandemi Covid-19, yang pertama kali bermula di Wuhan, Ibukota Provinsi Hubei, China merupakan virus jenis baru yang hingga saat ini telah mewabah hampir semua negara, termasuk Indonesia. Akibatnya, hampir setiap negara mengambil kebijakan seperti menutup pintu masuk negara, menjaga jarak atau karantina sosial, pembatasan sosial baik berskala kecil ataupun besar.

Dengan kebijakan dan inisiasi itulah setidaknya diyakini dapat memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Hal ini, mampu mengubah gaya dan pola hidup masyarakat secara global. Tetap bersilaturahmi meskipun tak berjabat tangan, tetap bertemu meskipun hanya melalui panggilan video, dan tetap belajar serta bekerja mesikupun hanya di rumah. Semua telah dilakukan sebagai upaya menjaga satu sama lain. Adapun dampak yang dihasilkan sangat luar biasa, salah satu contohnya sekolah diliburkan hingga waktu yang tidak pasti. Salah satu tempat yang juga ikut terdampak ialah perpustakaan. Perpustakaan apapun dan di mana pun itu, pada masa pandemi tidak bisa membuka pintunya untuk memberikan layanan. Dengan kemajuan teknologi informasi yang makin baik saat ini, perpustakaan harus tetap berdiri di depan memberikan informasi-informasi bermanfaat kepada masyarakat. Istilahnya, pagar sekolah boleh tutup, namun perpustakaan tidak boleh tutup. Maksudnya, bukan berarti pustakawan harus dipaksa bekerja di tengah pandemi, akan tetapi dalam artian layanan informasi perpustakaan harus tetap ada dan tersedia. Salah satu layanan yang harus kita berikan adalah layanan anak, layananan bercerita, mendongeng atau kegiatan Storytelling.

Sesuai amanat UU RI No. 43 Tahun 2007 dinyatakan bahwa Perpustakaan Umum diselenggarakan oleh Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa, serta dapat diselenggarakan oleh masyarakat. Perpustakaan Umumlah tempat dimana semua lapisan masyarakat dari segala umur, balita sampaiĀ  usia lanjut bisa terus belajar tanpa dibatasi usia.

Baca Lainnya

Related posts