Ini Komentar Pengadilan Tinggi Babel Soal Vonis Ringan Hakim Sungailiat

  • Whatsapp
Lian Henry Sibarani SH MH

PANGKALPINANG – Ketua Pengadilan Tinggi Bangka Belitung Kornel Sianturi, SH M.Hum diwakili Humas, Lian Henry Sibarani SH MH mengaku ikut menyoroti vonis ringan yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Sungailiat kepada pengusaha timah Siauw Sui Thin alias Asui.

Namun ia enggan mengomentari isi vonis terhadap direktur perusahaan timah atau smelter PT Panca Mega Persada (PMP) yang hanya dihukum 2 bulan penjara dengan denda Rp100.000.000 subsider 1 bulan kurungan itu, lantaran belum mengetahui putusan tersebut sudah inkrah atau belum.

“Tanggapan dari Pengadilan Tinggi karena sampai saat ini belum mengetahui apakah putusan atau vonis PN Sungailiat pada tanggal 27 Mei 2019 sudah berkekuatan tetap/inkrah atau belum,” kata Lian Henry Sibarani saat ditemui Rakyat Pos di Gedung PT Babel, Selasa (11/6/2019).

Menurutnya, jika sebuah putusan pengadilan belum inkrah maka tidak etis untuk dikomentari.

“Apabila putusan tersebut belum berkekuatan hukum tetap, pengadilan tinggi maupun siapapun tak boleh mengomentari isi putusan tersebut,” ujarnya.

Seperti diketahui, majelis hakim Pengadilan Negeri Sungailiat menjatuhkan vonis kepada pengusaha timah itu hanya dihukum 2 bulan penjara dengan denda Rp100.000.000 subsider 1 bulan kurungan.

Vonis ini berbanding jauh dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar sebagaimana Pasal 161 Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara yang menjadi dakwaan tunggal Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Vonis diberikan bersamaan dengan sidang dengan agenda tuntutan yang sebelumnya sempat dua kali ditunda, lalu nota pembelaan secara lisan dan jawaban atas pledoi dan langsung vonis majelis hakim. Sidang dengan empat agenda yang digelar tanggal 27 Mei 2019 itu menurut sumber hanya dilakukan tidak sampai 10 menit tanpa skor untuk musyawarah hakim.

Ketua majelis hakim Benny Yoga Dharma yang membacakan vonis menggantikan Sarah Lois  dengan Oloan dan Jhonson Parancis, sebagai hakim anggota memangkas satu bulan penjara dari tuntutan JPU.

Saat dikonfirmasi, Benny mengaku vonis itu sudah inkrah dan diklaim adil oleh majelis hakim.

“Dua bulan itu menurut majelis sudah adil. Dia kan mengakui perbuatannya, belum pernah dihukum dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Itu lah kita putuskan seperti itu setelah melalui musyawarah majelis hakim,” katanya saat ditemui usai acara halalbihalal dan perpisahan Ketua PN Sungailiat, Senin (10/6/2019).

Selain itu, Benny mengaku tidak ada kejanggalan dalam proses persidangan dengan 3 agenda sidang sekaligus yakni pembacaan tuntutan, pledoi dan langsung pembacaan vonis di hari yang sama yakni 27 Mei 2019.

“Tidak ada kejanggalan walaupun tuntutan, pledoi dan vonis dalam hari yang sama. Kan azas diperadilan itu cepat singkat dan biaya murah. Itu sudah sah gak masalah itu,” elaknya.

Menurut Benny, setelah divonis Asui masih menjawab putusan tersebut dengan pikir-pikir, sama dengan JPU. Namun hingga 7 hari berikutnya pihak Asui dan JPU tidak memberikan jawaban apapun sehingga vonis dinyatakan inkrah.

“Mereka pikir-pikir dulu waktu itu. Tapi setelah tujuh hari tidak melakukan apapun jadi putusan inkrah. Tujuh hari itu setelah vonis walaupun masih hari libur,” tukasnya.

Dikatakan Benny, setelah vonis, Asui harus menjalani 2 bulan masa hukuman di Lapas Bukit Semut, Sungailiat. “Dia harus menjalani hukuman dari nol hingga dua bulan ke depan,” imbuhnya. (bis/1)

Related posts