by

Ini Kisah Tentang Bajingan

Karya : R Sutandya Yudha Khaidar

Mang Abu jadi jagoan di kampungnya. Siapapun tak segan-segan ia tantang untuk berkelahi. Asal salah sedikit, Mang Abu langsung menjungkalkan orang-orang yang dianggapnya merusak pemandangannya. Dari hampir semua gaya silat di kampungnya telah ia kuasai. Jurus andalannya adalah jurus harimau. Konon, mang Abu dapat menangkap pisau yang dilemparkan padanya dengan mata ditutupi oleh kain hitam, bahkan ia dianggap kebal. Entahlah.

Mang Abu bukanlah seperti el Mariachi yang ada dalam film laga Amerika Serikat tahun 1992 atau juga jagoan-jagoan lainnya, bukan pula koboi atau jagoan bar yang suka dar-der-dor pistol. Mang Abu adalah penjahat paling dibenci di kampungnya, namun mirip petuah orang tua ‘setiap manusia paling berengsek sekalipun punya masa depan dan setiap orang suci punya masa lalu’. Mang Abu menjadi dua hal yang berlawanan, pahlawan yang dibenci dan dibenci karena menjadi pahlawan. Dilema.

Ya, dilema. Mang Abu menjadi sebuah kisah penyembuh hati para penakut, tidak ada nama Mang Abu di buku sejarah anak-anak sekolah. Buku sejarah anak-anak sekolah hanya menyisipkan foto-foto pembesar dan penguasa. Kasihan Mang Abu.

Di zaman penjajahan dulu, di sebuah daerah yang tanahnya bercampur dengan logam berharga bernama timah. Radio mengumumkan Belanda telah pulang kampung, hengkang di gilas ‘Cahaya Asia’. Tentara-tentara berkulit putih, tubuhnya pendek dan cenderung sipit dan berbicara suka teriak-teriak tak jelas. Penjajah baru itu adalah Jepang.

Mang Abu sering nongkrong di daerah pelabuhan yang masyarakat sekitar sebut dengan nama ‘Boom Panjang Toboali’. Dia baru diusir dari satu kampungnya karena dituduh menodai salah seorang anak gadis. Mang Abu memang berengsek. Sambil kabur dan nongkrong di pelabuhan, Mang Abu melihat puluhan tentara sedang mandi. Telanjang. Tidak salah lagi, mereka adalah tentara Jepang (Nippon).

Mang Abu duduk sambil ngobrol dengan seorang temannya. Mang Abu buta politik, tak tahu menahu negerinya sedang dijajah, baginya bisa minum kopi di kedai kopi dekat bioskop lama Toboali saja sudah cukup. Tapi, orang paling apatis sekalipun bakal tahu penjajah baru telah datang dan, di depan mata mang Abu tentara Nippon itu mandi di sungai dangkal.

“Jadi manusia-manusia boncel itu yang datang ke kampung kite. “Heh!,” sembur mang Abu bermaksud menghina.
“Aok,” jawab temannya singkat sambil mengamati. “Sekali terajang pasti terjengkang dia,” kata Mang Abu meremehkan.
“Jangan salah, mereka jago memainkan pedang dan konon mereka lebih sadis daripada Belanda sombong itu. Lah, bukti e Belanda pulang kampung dibuat oleh si boncel-boncel itu,” kata temannya mengingatkan. Mang Abu merenung. Lama. “Berape lame mereka akan di sini?,” tanya mang Abu. Temannya menggeleng sambil menyalakan rokok kretek murah. “Mane ku tau,” ujarnya singkat.

Menjelang malam, tersiar kabar sampai telinga Mang Abu, bahwa akan ada pemancungan besar-besaran di satu kampung. Kepala-kepala serdadu Belanda akan dipancung. Strategi tentara Nippon memang bagus sekali, pemenggalan kepala serdadu Belanda harus disaksikan oleh semua orang kampung untuk memberi pesan ‘Hei, kalian semua! Sekarang kami orang Asia yaitu tentara Nippon berkuasa atas kalian sekarang. Kami yang hebat sekarang, bukan Belanda yang menjijikan ini!,’ kira-kira seperti itulah simbol yang dipertontonkan.

Proses pemenggalan kepala berlangsung cepat dan menyeramkan. Mang Abu di sana, menyaksikan dari atas pohon. Melihat betapa tentara Nippon itu memenggal sambil tertawa dan menganggapnya sebagai olahraga biasa. Kejam betul pikir mang Abu. “Aku rasa orang-orang boncel itu sudah gila. Mereka semua adalah orang sakit yang memegang senjata. Mereka seperti anak-anak yang mengira nyawa adalah permainan,” kata Mang Abu.

Teman Mang Abu heran, “Ape beda e dengan kamu?,”. “Aku membunuh dan berkelahi lalu di cap sebagai bajingan, itu adil. Sedangkan mereka menumpahkan darah sambil tertawa dan malah dianggap pahlawan, itu jelas tidak adil, bodoh!,” katanya.

Hari-hari demi hari setelah pemenggalan dilakukan, tentara Nippon makin kurang ajar, bekerjasama dengan petinggi kampung dalam mengorganisir gadis-gadis desa untuk dijadikan perempuan-perempuan penghibur para tentara Nippon. Sebagian besar perempuan-perempuan yang dijadikan penghibur birahi tentara Nippon itu adalah gadis-gadis miskin.

Mang Abu makin tak tahan, eksistensinya sebagai orang bajingan yang jahat tergeser oleh kedatangan tentara Nippon. Tentara itu semakin berlebihan, setelah menjadikan warga kampung sebagai budak dan memaksa untuk melihat kegilaan mereka, kesombongan mereka, apalagi? Yang pasti akan lebih buruk.

Mang Abu terus mencari akal, setelah dihitung-hitung jumlah tentara Nippon di kampungnya tidak terlalu banyak sekitar 50 orang. Dibandingkan dengan pemuda di kampungnya, tentara Nippon itu sudah jelas kalah jumlah. Tapi para pemuda kalah mental. Takut dipancung.

“Lebih baik aku mati dipancung mereka, ketimbang bersimpuh di lutut mereka!,” teriak manga Abu di tengah kedai kopi.
“Lalu ape yang akan kamu lakukan? Ancok wo gawe ka ne,” tanya pemilik warung kopi yang keturunan Tionghoa penasaran.“Lihat bae!” balas Mang Abu. Mang Abu tetaplah berandal gila, tetap ditakuti walaupun orang kini lebih takut tentara Nippon.

“Aku akan mematikan tentara-tentara berengsek itu. kampung ini adalah wilayahku!,” seluruh anak muda di kedai kopi diam, tak bergeming. Seberkas ketakutan dan sebagian penuh rasa dendam. Mang Abu mencoba mengipas-ngipas kemarahan mereka.

“Sebentar lagi, kalian semua akan dipanggang, kepala kalian akan dijadikan bola dan mereka akan merendahkan kalian! Jika kalian masih diam, aku akan bekerja sendiri dan dunia akan mencatat kalian sebagai anak-anak muda pecundang yang pantas untuk diludahi,” ucap Mang Abu. Tidak ada tanggapan. Mang Abu pergi, setelah meludahi meja warung kopi.

Mang Abu mencari-cari informasi dari orang-orang tentang rencana tentara Nippon. Mudah saja, Mang Abu akan menggertak setiap petinggi kampung, bahkan membentak agamawan untuk memberikan informasi mengenai tentara Nippon. Mang Abu mendapatkan informasi, dalam waktu dekat sekitar 40 tentara Nippon akan hijrah ke perairan yang tak jauh dari aliran sungai kampung mang Abu, aliran Sungai Kepoh namanya. Entah bisikan malaikat atau setan apa yang merasuki, Mang Abu mendapat ide.

Kemudian waktu yang dinanti-nanti telah tiba. Mang Abu mengancam pemilik perahu dan mengatur siasat untuk mencelakakan tentara Nippon. Pemilik kapal hanya angguk-angguk, takut ancaman Mang Abu. Mang Abu membawa para tentara dengan kapal. Di tengah perjalanan, di muara sungai kepoh yang dalam nan terjal, Mang Abu merusak lantai kapal kayu itu seorang diri tanpa diketahui oleh para tentara. Siasat ini telah dibangun Mang Abu sebelum perjalanan mengantar tentara Nippon.

Kapal kemudian bocor, lalu Mang Abu melompat ke air, menyelam dan menghilang ke dasar sungai tanpa diketahui. Setelah sampai di daratan, kapal mulai tenggelam, para tentara Nippon panik, mereka tak pandai berenang. Mang Abu tahu itu, saat melihat tentara Nippon itu mandi di sungai dangkal dan gelagat mereka menyeberangi air. Kapal kemudian perlahan tenggelam. Mang Abu menyaksikan kemenangan, tentara Nippon minta tolong, tapi sia-sia. Di daratan, Mang Abu menembakkan batu dengan ketapel tepat ke kepala tentara Nippon. Tentara Nippon tenggelam, rencana Mang Abu berhasil.

Setelah kejadian itu, Mang Abu dikenal seluruh kampung yang ada di Toboali. Sebagian tentara Nippon telah mati, para tentara menyadari bahwa lawan mereka mungkin terlihat lemah dan bodoh, para penjajah mungkin dapat menjanjikan kontrak pada pembesar tapi niat untuk melawan akan terus dihembuskan oleh rakyat, bahkan manusia paling berengsek sekalipun.

Bagaimana dengan kabar Mang Abu setelah kejadian itu? Mang Abu dikabarkan telah dipancung secara rahasia oleh tentara Nippon. Mang Abu hidup sebagai bajingan dan mati sebagai bajingan yang meludahi kepengecutan, menghina pembesar yang suka menjilat, dan semua jajaran yang membuat penjajah menjadi terlihat seperti pahlawan.
Nama Mang Abu tetap tak ada dalam buku sejarah anak sekolah. Astaga, sebuah kisah memang dilema. (**)

Comment

BERITA TERBARU