Ini Jawaban Pemilik Apotek Hana Soal Obat Kedaluwarsa

TOBOALI – Pemilik Apotek Hana, Ahmad Rosidi dikonfirmasi tadi malam menuturkan kronologis kejadian pada Minggu lalu, orang tua pasien membeli obat namun pada sore harinya ibu pasien datang lagi untuk mengembalikan obat tersebut.

“Ibu pasien datang mengembalikan obat dengan uang kembali, alasannya karena salah resep dari dokter, istri saya tanya pasiennya siapa, kalau anak-anak obat ini sudah benar, masa dokter salah resep dan kalau obat mau diretur harus ada memo dari dokter, bisa kita atur kembali dengan uangnya, tapi jika tidak ada memo dokter, tidak bisa,” ujarnya.

Menurutnya, Apotek Hana ada aturan yakni barang yang telah dibeli tidak bisa dikembalikan lagi. “Pada pagi Senin datang orang tua pasien datang, anak buah saya di apotek, ada yang datang membawa obat kedaluwarsa, loh mengapa tidak dari sore kemarin kalau obatnya kedaluwarsa, saya marah anak buah saya, coba diperiksa benar-benar, kalau memang kedaluwarsa ditukar saja, itu obatnya dua, satu yang kedaluwarsa, satunya tidak, dia mau minta uangnya, alasannya mahal, dan kalah mahal silahkan beli di lain, dan obat itukan belum dipakai dan akhirnya anak buah saya minta maaf kepada ibu itu, kalau mau kembali uang tunggu istri saya” jelas Ahmad Rosidi.

Ia mengungkapkan dirinya pada Senin lalu mendapatkan postingan obat kedaluwarsa yang berasal di apoteknya. Ia pun langsung memanggil apoteker menanyakan perihal bagaimana ada obat kadaluarsa. “Dan obat itu hanya satu yang kedaluwarsanya, BPPOM itu kalau ke Basel pasti yang menjadi sampelnya apotek kami, karena memang saya yang minta jika memang ada kekurangan dimanajemennya tolong direkomendasikan dari BPPOM” imbuhnya. “Dan kita bersama apoteker kita tidak mempermasalahkan surat teguran dari dinas kesehatan, kita ambil hikmahnya saja,” pungkas Rosidi. (raw)

No Response

Leave a reply "Ini Jawaban Pemilik Apotek Hana Soal Obat Kedaluwarsa"