Cerpen

Ini Hanya Kisah Mayat yang Menggugat

Karya : R Sutandya Yudha Khaidar

Pagi masih meringkuk ketika ribuan mayat bangkit dari dalam kubur. Mayat-mayat itu melangkah gontai menyisiri sela dan tikung jalan. Anjing-anjing tak henti menggonggong saat memergoki mayat-mayat dengan tubuh suram mengeluyur di setiap simpang dan gorong-gorong kota. Air muka sosok-sosok ganjil itu pun tampak bengis. Mereka seperti sengaja bangkit mencari suatu pelampiasan akan dendam masa lalu yang tak terselesaikan.

Saat manusia terjaga dari tidur pulas, mayat-mayat itu telah mengepung kota. Terdengar jeritan di mana-mana. Kegaduhan menyebar dan beranakpinak di setiap tempat. Orang-orang ketakutan. Bahkan karena risau dengan mayat-mayat yang berkeliaran bebas, mereka menghalau dengan berbagai cara. Gas air mata di lesakkan ke udara, ratusan batu dilemparkan dan pedang-pedang dihunus. Namun sosok-sosok suram itu tak dapat dibendung. Setiap hal yang dilakukan gagal. Tidak ada satu mayat pun yang tumbang berkalang tanah.

Penduduk kota makin panik, karena semua hal yang mereka lakukan tidak membuahkan hasil. Namun di tengah keputus asa-an itu, orang-orang merasa ada yang aneh dengan segerombol mayat itu. Ada sesuatu yang terasa ganjil. Memang apabila diperhatikan lagi secara saksama, tingkah mayat-mayat itu tampak tak wajar. Mereka seperti tak memedulikan serangan yang dilancarkan penduduk kota. Makhluk-makhluk itu seolah enggan menyerang balik ke arah warga.

“Dunia ini pasti akan kiamat!”

“Ini semua sudah di luar batas-batas kenormalan!”

Penduduk kota tak henti berdoa dan menyebut-nyebut nama Tuhan. Mereka berharap dunia tak lekas kiamat. Para wanita dan anak-anak terus menjerit karena tak dapat menyaksikan pemandangan ganjil itu. Namun sudah tidak ada lagi yang bisa orang-orang perbuat, selain pasrah mengamati arak-arakan mayat menyerbu kota.

“Lihat! Lihat! Bukankah itu Tan Malaka?!” Tiba-tiba seseorang berteriak lantang. “Bukankah dia tokoh PKI dan jadi buronan?”

“Astaga! Bukankah itu Muso!” Sahut yang lain tercengang.

“Bukankah itu Wiji Tukhul! Penyair yang lenyap pada masa Orde Baru. Ah, apa yang sebenarnya terjadi? Dunia pasti akan kiamat!”

Pagi itu, Tuhan seperti menciptakan keajaiban. Tuhan menghidupkan kembali sosok-sosok yang telah hilang dalam ingatan. Di dalam kerumunan mayat itu ada orang-orang yang pernah tercatat sekaligus tenggelam dalam pusaran sejarah kelam pada masa 1965-1966. Orang-orang yang dahulu pernah disingkirkan sebuah rezim terkutuk Orde Baru, karena geliatnya yang dianggap membahayakan, terkhusus di dalam partai komunis.

Pages: 1 2 3 4

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

ads






To Top