Ini Dia Penampakan Artificial Reef yang Disebar PT Timah di Laut Bangka

  • Whatsapp
Artificial Reef atau terumbu karang buatan yang disebar PT Timah di wilayah Laut Bangka. (foto: istimewa)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG– PT Timah Tbk telah menanam 3.300 unit Artificial Reef atau terumbu karang buatan di Laut Bangka sejak beberapa tahun terakhir sebagai bentuk reklamasi laut yang dilakukan agar ekosistem bisa tumbuh dan mendatangkan manfaat ekonomi berkelanjutan.

Artificial Reef menggunakan fish shelter dan transplantasi karang ini dilakukan bekerjasama dengan Universitas Bangka Belitung (UBB) dan juga melibatkan masyarakat nelayan sekitar.

Muat Lebih

Sebaran Artificial Reef yang telah dilakukan PT Timah diantaranya di kawasan Pulau Pemain, Pantai Gunung Namak, Perairan Matras, Karang Kering Rebo, Karang Melantut, Pulau Putri, Pulau Panjang, Karang Aji, Karang Tanjung Ular, dan Tanjung Melala.

“Beberapa kawasan yang diletakkan fish shelter sudah menjadi kawasan pemancingan dan tangkapan nelayan dan dari pemantauan tim saat ini sudah ada yang menjadi tempat cumi bertelur,” kata Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, Selasa (21/1/2020).

Menurutnya, dalam melaksanakan reklamasi laut PT Timah mengacu pada rencana reklamasi yang telah ditetapkan dan disetujui. Sejauh ini kebehasilan dalam melakukan reklamasi laut telah menunjukkan hasil yang positif. Hal ini terlihat dari Indeks Keanekaragaman jenis ikan andalan (H’) 1,412-3.232 dari standar nilai yang diharapkan H’ > 1,5.

“Untuk fish shelter terbilang berhasil, untuk transplantasi karang kedepan harus lebih fokus, karena ada juga yang pertumbuhannya terpengaruh cuaca. Karang memiliki sensitifitas dan kondisi arus, gelombang yang berubah tentu mempengaruhi,” katanya.

Lebih lanjut Anggi menyampaikan dengan melibatkan nelayan sekitar diharapkan nantinya nelayan akan mendapatkan dampak positif dengan lokasi penangkapan.

“Sekarang ini memang koordinatnya belum kita beritahukan karena masih dalam masa pertumbuhan, nanti kalau hasil survei kami ini sudah siap, koordinatnya kita beritahukan ke desa sehingga itu bisa menjadi nilai tambah thd tangkapan nelayan,” sebutnya.

Beberapa tempat yang telah diletakkan fish shelter dan transplantasi karang juga telah menjadi spot wisata snorkeling dan diving bagi para wisatawan. “Pulau Panjang, Pulau Putri itu sudah dijadikan spot diving dan snorkeling karena nelayannya sudah tau disitu ada karang yang bagus,” tutupnya. (**)

Berikut foto-foto Artificial Reef yang ada di Laut Bangka dan berhasil dirangkum:

(foto: istimewa)

 

foto: istimewa
foto: istimewa
foto: istimewa

 

 

 

 

 

 

Pos terkait