Ingin Saham PT Timah, Erzaldi Curhat ke Presiden

  • Whatsapp

Daerah Kurang Diuntungkan Royalti 3 %

Pangkalpinang – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, mengaku kedatangan Presiden RI, Joko Widodo ke Babel beberapa waktu lalu jadi moment baginya menyampaikan usulan-usulan dari daerah.
Dikatakannya, usulan yang sudah lama diinginkan daerah memiliki saham di PT Timah.
Menurut Erzaldi, bahwa daerah selama ini kurang diuntungkan dengan royalti yang hanya 3 persen, belum lagi kerusakan lingkungan dan lainnya.
“Kita berusaha meminta saham PT. Timah, ketika kunjungan presiden, Ia setuju dan minta dikoordinasikan ke Kementerian terkait, harapan kita ini dapat diakomodir oleh pemerintah pusat, karena sangat disayangkan ketika sumber daya alam di suatu tempat pemdanya enggak mendapatkan umpan balik dari apa yang sudah diambil, malah hanya royalti sangat kurang, tiga persen sangat kurang,” jelasnya.
Paling tidak, Pemprov memiliki saham di perusahaan milik negara tersebut sekitar 10 persen, dan ini sudah dituangkan dalam usulan yang disepakati beberapa waktu lalu.
“Presiden meminta, usulan baik saham 10 persen PT Timah maupun jembatan segera dikirim ke staf kepresidenan. Kami akan bersurat ke Presiden, intinya beliau sudah merespon,” pungkas Erzaldi.
Sedangkan usulan lainnya tentang rencana pembangunan jembatan Bangka Sumatera.
Erzaldi menyebutkan, ternyata Presiden belum mendapat informasi yang lengkap terkait rencana itu, karena dalam rapat terbatas di Jakarta beberapa waktu lalu, disamping waktu menjelaskan yang terbatas, beberapa Menteri sudah menyebutkan belum pentingnya pembangunan jembatan ini.
“Rencana jembatan Babel Sumsel, dan direspon oleh presiden. Saya jelaskan, daerah kepulauan jangan dipandang penduduk kecil, enggak ada potensi, disini banyak potensi sedangkan permasalahan timbul apabila akses tidak terbuka,” ujar Erzaldi, belum lama ini.
Ia mencontohkan, daerah kepulauan yang rentan dengan cuaca buruk ini, membuat hambatan keluar masuknya produk dan sembako ke Babel.
Diakuinya, beberapa tahun terakhir inflasi di Babel memang cukup terjaga debvan usaha dan kerja keras TPID dan stakeholder, namun ini tidak akan bisa bertahan apabila aksesibilitas masih terhambat.
“Saya bilang, apakah mau mengorbankan 1,5 juta penduduk, jika akses tidak ditinggalkan. Akhirnya, beliau baru paham,” imbuh Erzaldi. (nov/6)

Related posts