Ingat, Daftarkan Anak Sekolah Sesuai Zonasi

  • Whatsapp

Pedoman Pergub 24/2019
Ranking Pertama Siswa Terdekat

PANGKALPINANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2019/2020 jenjang SMA/SMK di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dimulai hari ini (17/6). Pendaftaran siswa baru ini, akan diterapkan dengan sistem zonasi.

Kepala Dinas Pendidikan Babel, M. Soleh mengatakan untuk PPDB jenjang SMA dan SMK, sudah mulai bisa dilakukan sejak hari ini hingga 22 Juni mendatang.

“Pendaftaran akan mulai kita buka, setelah itu pada tanggal 25 Juni pengesahan peserta didik baru, pengumuman penetapan calon peserta didik baru pada 26 Juni,” kata Soleh.

Pendaftaran ulang, kata dia, dilakukan pada tanggal 27-29 Juni dan pengenalan lingkungan sekolah dimulai pada 15-17 Juli.

Dua tahun terakhir, lanjut Soleh, penerimaan siswa baru melihat jarak siswa ke sekolah atau sistem zonasi, dan pihak sekolah akan menghitung jarak siswa ke sekolah.

“Yang diutamakan adalah zonasi dengan persentase 90 persen, tetapi kita tetap memberikan ruang bagi siswa tidak mampu 20 persen,” ujarnya.

Tak hanya itu, tersedia juga kuota bagi siswa yang ikut orangtuanya pindah atau mutasi kerja, lima persen dan juga untuk siswa berprestasi lima persen.

Soleh menjelaskan sistem zonasi ini, diatur dalam Peraturan Gubernur nomor Pergub nomor 24 tahun 2019 tentang pedoman penerimaan peserta didik baru sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan.

“Zonasi untuk SMA sudah dibagi per kelurahan dari masing-masing Kabupaten atau kota. Hal ini untuk memudahkan para siswa yang akan mendaftarkan, pengaturan zonasi ini melibatkan berbagai instansi seperti dukcapil, bapppeda dan dinas lainnya,” ulasnya.

Selain nilai yang ditentukan oleh zonasi, juga akan ditambah dengan nilai SHUN, baru dilakukan sistem perangkingan, untuk menjaring siswa yang akan masih di masing-masing sekolah.

“Zonasi ini dilakukan secara terbuka, transparan dan objektif, akuntabel dan berkeadilan,” tegasnya.

Menurutnya, siswa yang paling dekat dengan sekolah, berpeluang lebih besar untuk bisa masuk ke sekolah. Sistem zonasi ini diterapkan untuk pemerataan mutu pendidikan.

“Setiap sistem memang ada kekurangannya, tapi kan kita berusaha untuk lebih baik dalam PPDB ini, makanya ini menggunakan sistem zonasi untuk pemerataan mutu pendidikan, sehingga enggak ada lagi yang nanya sekolah favorit, semua sekolah akan sama, dan kita tingkatkan kualitasnya,” beber Soleh.

Sedangkan untuk jadwal PPDB SMK juga akan sama dengan jadwal SMA. Hanya saja PPDB SMK ada yang melakukan tes kompetensi minat bakat yang sudah terlebih dahulu dilakukan. (nov/6)

Related posts