Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Influencer dan Perannya dalam Membantu Korban Bencana Alam

Di awal tahun 2021 Indonesia harus kembali dihadapkan dengan peristiwa duka, berupa bencana alam berupa banjir di Kalimantan Selatan hingga Gempa di Sulawesi Barat. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) faktor utama penyebab banjir di Kalimantan Selatan adalah Curah Hujan yang tinggi. Tercatat selama 10-17 Januari 2021  ada 11 kabupaten di Kalimantan selatan yang terendam banjir. Banjir ini merupakan banjir terparah di Kalimantan Selatan selama 50 tahun terakhir. Berdasarkan data BPBD, banjir di Kalimantan Selatan telah merenggut 21 korban jiwa. Sementara menurut Danrem Provinsi Kalimantan Selatan Kolonel Inf. Firmansyah jumlah keluarga yang terdampak akibat banjir sebanyak 120.284 kartu keluarga (KK), jumlah korban yang terdampak 342.987 jiwa, dan jumlah pengungsi sebanyak 63.608. Jumlah ini kemungkinan akan terus bertambah.

Jumlah kerugian akibat banjir di Kalimantan Selatan ditaksir mencapai Rp1,127 triliun. Kerugian terdiri dari Rp858 miliar kerusakan infrastruktur dan Rp296 miliar kerugian materiil (Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bencana alam bukan hanya terjadi di Kalimantan Selatan, tetapi juga di Sulawesi Barat. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) penyebab gempa di Sulawesi Barat dikarenakan adanya aktivitas sesar aktif Mamuju-Majene Thrust dan Makassar Strait Thrust. Sesar naik Mamuju tercatat memiliki magnitudo tertarget mencapai 7,0 dengan mampu memicu gempa kuat. Mengutip pernyataan Kepala Subseksi Siaga dan Operasi Badan SAR Nasional Sulawesi Barat Muhammad Fathur bahwa hingga 20 Januari 2020 jumlah korban korban gempa Sulawesi Barat mencapai 111 orang dimana 90 korban meninggal dunia, 18 orang selamat, dan 3 lainnya dinyatakan hilang. Selain merenggut korban jiwa gempa di Sulawesi Barat juga menghancurkan sejumlah rumah warga dan aset negara.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil), Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kemenkeu, Sulbar Ekka Sudana mengatakan, kerusakan terjadi pada 279 obyek aset negara dengan nilai Rp 494,28 miliar. Berbagai upaya pun dilakukan oleh pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah untuk membantu para korban di  Sulawesi Barat dan Kalimantan selatan. Upaya yang dilakukan berupa memberikan bantuan longistik dan mengupayakan untuk membangun kembali gedung-gedung pemerintahan yang roboh agar pelayanan publik dapat kembali berjalan. Kemudian pemerintah pusat juga akan memberikan bantuan dana untuk rumah warga yang hancur akibat banjir dan juga gempa.

Semangat gotong royong pun terwujud dengan adanya uluran tangan dari para influencer tanah air diantaranya Rachel Venya dan Juga Fadil Jaidi. Menurut Hariyanti & Wirapraja, influencer adalah seseorang atau figur dalam media sosial yang memiliki jumlah pengikut yang banyak atau signifikan, dan hal yang mereka sampaikan dapat mempengaruhi perilaku dari pengikutnya (Hariyanti & Wirapraja, 2018: 141). Rachel Venya merupakan Influencer terkenal di Indonesia dengan jumlah Followers Instagram mencapai 5 juta pengikut yang turut andil dalam membantu korban banjir di Kalimantan Selatan dan Gempa di Sulawesi Barat dengan melakukan penggalangan dana melalui kitabisa.com.

Hingga Jumat 22 Januari 2021 dana yang dikumpulkan sudah mencapai 3 milyar rupiah lebih. Untuk penyaluran bantuan Rachel Venya bekerja sama dengan para relawan lain dan sebagian besar donasi tersebut sudah disalurkan kepada korban bencana dalam bentuk sembako, APD, tenda pengungsian, dan lain sebagainya. Sama halnya dengan Rachel Venya Influencer tanah air lainnya yaitu Fadil Jaidi juga membuka open donasi melalui kitabisa.com untuk korban banjir di Kalimantan Selatan dan Gempa di Sulawesi Barat. Fadil Jaidi memang merupakan tokoh anak muda yang berpengaruh di media sosial berkat kontennya yang lucu di Instagram dan Juga YouTube.

Jumlah pengikut di Instagramnya telah mencapai 2,8 juta pengikut. Fadil Jaidi membuka open donasi sejak 15 Januari 2021 dan sampai dengan 22 Januari 2021 donasi yang terkumpul juga telah mencapai 3 Milyar lebih. Penyaluran Donasi tahap satu sudah dilakukan pada tanggal 17 Januari 2021 dalam bentuk kebutuhan pokok. Selain melakukan open donasi Influencer, Fadil Jaidi juga terlibat langsung dalam mengantarkan bantuan kepada korban dengan mendatangi rumah warga bersama dengan relawan Indonesia dan juga kitabisa.

Pada era revolusi industri saat ini, siapapun dapat meng-influence orang banyak, bahkan mereka dapat menjadi trendsetter, yang artinya semua orang memiliki kemungkinan untuk dapat menjadi pusat perhatian orang banyak. Hal itu seringkali disebut dengan konsep microcelebrity, yaitu gaya baru online performance popularitas melalui teknologi web seperti video, blog, dan situs jejaring sosial (Senft, 2008). Di satu sisi semakin maraknya influencer jika pengaruhnya positif, maka  tentu akan membawa dampak positif. Di sisi lain  jika pengaruhnya negatif, tentu akan berdampak negatif pula. Ketika seorang influencer minim etika, maka tak menutup kemungkinan akan diikuti pula oleh para pengikutnya, karena influencer tersebut dijadikan contoh oleh para pengikutnya.

Namun Influencer Rachel Venya dan juga Fadil Jaidi merupakan salah satu contoh yang memanfaatkan media sosial dalam hal yang positif, yaitu dengan membantu korban bencana banjir di Kalimantan Selatan dan Gempa di Sulawesi Barat. Sebagai aktor yang memiliki power besar dalam sosial media, mereka dapat menggerakkan para pengikutnya di Instagram ikut andil berdonasi untuk para korban bencana di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat. Hal ini membuktikan bahwa di tengah kemajuan digital saat ini, keberadaan Influencer tidak dapat disepelekan, karena mereka dapat memberikan pengaruh besar dalam membangun jaringan informasi di era digital sekarang, terutama perannya dalam membantu korban bencana alam yang terjadi saat ini. (***).

Diatas Footer
Light Dark