Inflasi Babel Jangan Jebol Lagi

  • Whatsapp

Harga Pangan Diwaspadai Melonjak
Fluktuasi Harga Pengaruhi Inflasi

PANGKALPINANG- Menjelang lebaran, umumnya semua harga kebutuhan pokok masyarakat mengalami lonjakan harga. Kenaikan harga ini, otomatis akan mempengaruhi tingkat inflasi di Provinsi Bangka Belitung (Babel). Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Babel berupaya agar jangan sampai inflasi di Babel tinggi disebabkan karena kenaikan harga bahan pokok.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Babel, Tantan Heroika, mengatakan kenaikan inflasi perlu diwaspadai, lantaran harga bahan pangan yang cenderung meningkat belakangan ditambah lagi harga tiket pesawat yang tidak kunjung turun.

“Inflasi Babel 3,18 persen, belakangan inflasi bisa dikendalikan. Tapi jangan sampai kita jebol lagi, sampai dengan Maret masih cukup baik,” kata Tantan mengawali Rapat TPID, di ruang Tanjung Pesona, Kantor Gubernur Babel, Kamis (9/5/2019).

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Babel, Tantan Heroika

Namun, kata dia, ada selisih yang terlalu tinggi YoY antara Tanjungpandan 4,17 persen dan Pangkalpinang 2,12. Beberapa penyebab inflasi misalnya, harga bahan pangan ayam ras, bawang merah dan putih dan harga tiket yang cenderung meningkat. Hal serupa juga masih terjadi di April.

“April penyebab inflasinya masih sama, perkembangan terakhir harga bawang putih bisa tembus Rp 80 ribuan, bawang merah awal Rp 50 sekarang hampir Rp 30 ribuan, fluktuasi harga ini mempengaruhi inflasi,” tandasnya.

Tahun 2018 lalu, lanjut dia, selama Ramadan dan Idulfitri laju inflasinya 1,63 persen yang dipengaruhi oleh 0,80 persen dari bahan makanan dan 0,75 persen dari tiket pesawat.

“Tahun 2019 di Ramadan dan lebaran ini kita harus bisa menekan, april saja sudah tinggi 0,80. Yang perlu dikendalikan ini dari bahan makanan,” ingatnya.

Tantan menegaskan, beberapa hal yang bisa dilakukan misalnya ketersediaan pasokan, mengingat 85 persen kebutuhan Babel dipasok dari luar.

“Kedua, kelancaran arus distribusi, keterjangkauan harga dan komunikasi efektif, kelancaran distribusi ini harus kita jaga bersama agar tidak ada yang tersendat,” ulasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Babel, Sunardi menyebutkan, harga kebutuhan pokok selama ramadan ini masih terbilang stabil, kecuali harga bawang putih yang berfluktuasi karena kekosongan stok, dan terjadi secara nasional. Disusul kenaikan cabai merah, yang mulai sedikit mengalami kenaikan.

“Secara umum komoditi masih stabil kecuali kenaikan cabai merah. Kemarin cabai merah dan cabai keriting kemarin Rp 30 ribu per kilo hari ini Rp 38 ribu per kilo, rawit merah kemarin Rp 60 ribu per kilo, hari ini Rp 65 ribu per kilo, bawang merah juga ada kenaikan, kalau kemarin Rp 28 ribu per kilo, hari ini Rp 35 ribu per kilo, bawang putih mulai ada penurunan harga,” rincinya.

Sedangkan untuk pasokan dan stok kebutuhan ini, cukup hingga jelang lebaran dan pihak distributor tentunya sudah mengantisipasi dengan kendati secara bertahap.

Dia menyebutkan stok beras 5.800 ton, gula 160 ton, terigu 406 ton, stok minyak goreng 350 ton dan kacang kedelai 103 ton.

“Untuk menekan inflasi kita melakukan operasi pasar. Selama ramadan ini akan ada sembilan kali, empat di Pangkalpinang dan sisanya di luar Pangkalpinang termasuk komoditi bumbu,” ulasnya.

Selain digelar disperindag, lanjut Sunardi, operasi pasar juga digelar instansi terkait, seperti dinas pangan, yang juga mengikuti sertakan distributor di Babel.(nov/10)

Related posts