by

Indonesia Butuh Generasi Wirausaha

Oleh: Jimmy Saputra Sebayang
Statistisi Ahli Pertama di Badan Pusat Statistik Kota Pangkalpinang

Baru-baru ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk yang menganggur di Indonesia per bulan Februari 2018 lalu. Ada terdapat sebanyak 6.87 juta penduduk Indonesia yang dikategorikan ke dalam kelompok pengangguran. Mereka adalah orang-orang yang sama sekali tidak memiliki pekerjaan. Jumlah mereka jika dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja yang tersedia di Indonesia, besarnya mencapai 5.13 persen. Artinya, 1 di antara 20 orang yang termasuk ke dalam angkatan kerja di Indonesia merupakan pengangguran.
Meski jumlah penduduk menganggur turun tipis dari periode yang sama pada tahun lalu, pemerintah harus tetap berhati-hati, karena BPS juga mencatat selalu ada kenaikan jumlah angkatan kerja di Indonesia setiap tahunnya. Bertambahnya jumlah angkatan kerja di Indonesia dari tahun ke tahun tersebut jika tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja baru yang dapat menyerap tenaga kerja yang ada, akan menimbulkan masalah ketenagakerjaan baru di masa yang akan datang.
Apalagi saat ini pada era modernisasi, berbagai isu sedang berkembang terutama tentang penggunaan mesin untuk melakukan pekerjaan yang selama ini dapat dilakukan oleh manusia. Penggunaan mesin tersebut dinilai lebih ekonomis,efisien dan cepat. Penggunaan terknologi terbarukan dipercaya akan banyak menggantikan pekerjaan manusia di masa yang akan datang, sehingga diprediksikan tidak sedikit para pekerja yang akan kehilangan pekerjaannya.
Selain itu, efesiensi pegawai dengan melakukan pemutusan tenaga kerja demi penghematan biaya produksi akibat lesunya permintaan pasar saat ini, semakin sering terjadi. Seperti salah satu kasus PHK yang cukup menyita perhatian publik pada bulan Juli lalu, yang dilakukan terhadap 2000 karyawan pabrik sepatu di Karawang. Hal tersebut menyebabkan tenaga kerja yang tadinya terserap orang pasar menjadi tidak terserap dan berpotensi menambah pengangguran di Indonesia, sehingga perlu menciptakan lapangan-lapangan kerja baru yang dapat menyerap tenaga kerja menganggur.

Pegawai Menjadi Primadona
Di Indonesia, berdasarkan data yang dirilis oleh BPS, status pekerjaan penduduk sebagai buruh/karyawan/pegawai merupakan yang terbanyak, yaitu mencapai 38,11 persen. Sementara ada sebanyak 14,56 persen yang bekerja sebagai pekerja keluarga/tak dibayar dan 8.59 persen yang berkerja sebagai pekerja bebas baik di pertanian maupun non pertanian. Sisanya adalah mereka yang bekerja sebagai pengusaha baik yang berusaha sendiri maupun yang dibantu buruh tetap/tidak tetap.
Berdasarkan data tersebut, dapat dikatakan bahwa pekerjaan buruh/karyawan/pegawai/pekerja masih menjadi primadona di Indonesia. Hal tersebut mungkin saja terjadi akibat salah satunya selama ini, tak sedikit orang yang beranggapan bahwa kesuksesaan seseorang dapat diukur dari pekerjaan dan jabatan yang ia dapatkan. Seseorang dapat dikatakan sukses jika ia mendapatkan pekerjaan yang layak dan mampu untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, terbebas secara finansial.
Pemikiran tersebut tak kadang ditanamkan dari sebagian orang tua, keluarga ataupun lingkungan sekitar. Sehingga setelah memperoleh pendidikan, mendapatkan pekerjaan adalah sesuatu yang harus dilakukan. Hanya sedikit dari mereka yang berfikir untuk memulai dan membuka suatu usaha baru. Pendapatan yang tetap setiap bulannya tanpa menanggung resiko atau kerugian apapun secara finansial adalah salah satu alasan mengapa menjadi buruh/karyawan/pegawai/pekerja adalah pilihan yang tepat bagi mereka yang telah lulus pendidikan. Sementara kurangnya modal, ketidakpastian kondisi pasar, takut gagal/bangkrut adalah beberapa alasan mengapa membuka usaha bukanlah pilihan yang tepat.

Menciptakan Generasi Wirausaha
Bukan hanya tugas pemerintah, pengangguran di Indonesia adalah tugas kita bersama. Pemerintah tidak akan mungkin dapat menyerap banyak tenaga kerja yang mengangur dengan membuka lapangan-lapangan kerja baru tanpa bantuan dari para wirausahawan/pengusaha. Oleh karena itu, diperlukan wirausahawan/pengusaha baru yang dapat menciptakan usaha-usaha baru yang nantinya dapat menyerap tenaga kerja yang tersedia di pasar Indonesia.
Salah satu hal yang dapat dilakukan saat ini adalah menciptakan generasi wirausaha dengan harapan akan lahir para wirausahawan/pengusaha baru dari para generasi muda di Indonesia. Karenanya, sikap dan pemikiran generasi muda saat ini haruslah diubah. Jika ditanya apa cita-cita para generasi muda saat ini, mayoritas dari mereka akan menyebutkan beberapa pekerjaan yang berstatus sebagai karyawan/pegawai. Mindset untuk menjadi karyawan/pegawai sepertinya sudah tertanam dan mengakar.
Tidak salah, namun pemikiran dan budaya bahwa menjadi karyawan/pegawai adalah satu-satunya jalan kesuksesaan haruslah perlahan-lahan diubah dan di kikis. Pengenalan pilihan baru untuk menjadi wirausahawan/pengusaha harus mulai dilakukan, seperti misalnya melalui pendidikan. Harus diperkenalkan bahwa saat ini banyak generasi muda yang sukses sebagai wirausahawan/pengusaha, dan bahkan membuka lapangan kerja baru bagi orang lain seperti misalnya berbagai distro kreatif, gojek, bukalapak dan lainnya. Dengan demikian, menjadi wirausahawan/penguasaha dapat menjadi salah satu pilihan cita-cita ditengah berbagai profesi-profesi yang ada.
Tidak hanya sekedar pengenalan, dukungan dan bimbingan bagi para generasi muda yang memilih untuk menjadi wirausahawan/pengusaha juga harus dilakukan demi menciptakan generasi wirausaha yang berkualitas. Tak jarang, banyak dari mereka akhirnya menyerah karena berbagai kesulitan yang dihadapi. Karenanya, kegiatan kewirausahaan mereka harus didukung secara penuh bahkan jika perlu dibimbing dengan berbagai program kewirausahaan sebelum mereka akhirnya dilepas secara mandiri. Mereka juga dapat diberi kredit dengan bunga rendah, bantuan secara modal dan intensif lainnya untuk memungkinkan para generasi muda tersebut memulai dan mempertahankan bisnis mereka. Mempertemukan para generasi muda tersebut yang memilki ide/pemikiran yang sama untuk bekerja sama memulai dan membangun bisnis mereka juga mungkin dapat dilakukan. Bahkan akan lebih baik lagi jika ada mentor yang membimbing mereka sehingga tidak ada lagi ketakutan untuk menjadi seorang wirausaha.
Dengan demikian pengangguran di Indonesia diharapkan dapat berkurang, akibat terbukanya lapangan kerja yang diciptakan oleh anak-anak muda generasi wirausaha yang memiliki pemikiran yang kreatif. Pertumbuhan ekonomi pun dapat terdorong karenanya. Indonesia butuh Generasi wirausaha!.(***).

Comment

BERITA TERBARU