Indag Polda Tangkap Pengoplos LPG

  • Whatsapp
PENGOPLOS GAS – Kabid Humas didampingi Kasubdit I Indag Ditreskrimsus, AKBP Nur Wisnanto dalam konferensi pers, Senin (11/9/2017), menampilkan pelaku (kenakan cebo) tindak pidana pemindahan gas LPG 3 kilogram (kg) subsidi ke tabung gas LPG 12 kilogram berikut barang bukti di halaman Mapolda Babel. (foto: Bambang Irawan)

Gas Melon Dipindah ke Tabung 12 Kg
Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara

PANGKALPINANG – Sub Direktorat I Industri dan Perdagangan Reserse Kriminal Khusus (Indag Reskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berhasil menangkap Yohanes Prengki Pebri Setiawan (22), tersangka yang diduga telah melakukan pengoplosan gas LPG, Senin (3/9/2017) lalu di Desa Kace Timur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka.
Pria yang berasal dari Kampung Jeruk, Kabupaten Bangka Tengah itu ditangkap diduga telah melakukan tindak pidana pemindahan gas LPG 3 kilogram (kg) subsidi ke tabung gas LPG 12 kilogram.
Kabid Humas Polda Babel, AKBP Abdul Munim menerangkan, tersangka pengoplosan gas LPG tersebut berhasil ditangkap berdasarkan laporan dari masyarakat.
“Setelah menerima laporan tersebut, polisi pun langsung bergerak melakukan penyelidikan dan mendapati pelaku sedang melakukan aktivitas pengoplosan LPG 3 kg ke tabung LPG 12 kg di kawasan hutan di Desa Kace Timur,” ungkap Kabid Humas didampingi Kasubdit I Indag Ditreskrimsus, AKBP Nur Wisnanto dalam konferensi pers, Senin (11/9/2017).
Yohanes pun tidak bisa berkutik ketika disergap polisi dan barang bukti yang ikut diamankan berupa 82 tabung LPG ukuran 3 kg, tabung LPG ukuran 12 kg sebanyak 23 buah, satu unit kompor gas, dua buah panci, satu unit mobil minibus warna hijau, satu buah timbangan, satu bungkus karet seal warna merah dan plastik pembungkus warna hijau serta dua buah besi pen.
Karet seal, segel, plastik khusus seba dibeli Yohanes dari warga Desa Batu Belubang, Kabupaten Bangka Tengah, yakni AH.
Sedangkan tabung LPG 3 kg dibeli di daerah Desa Pangkalbuluh, Kabupaten Bangka Selatan seharga Rp17.000 hingga Rp18.000 per tabung dan tabung LPG 12 kg dibeli dari warga yang sudah tidak terpakai seharga Rp120 ribu per tabung.
“Dari pengakuan tersangka aktivitas ini sudah berlangsung selama tiga bulan dan sudah empat kali dilakukan. Untuk satu minggunya pelaku bisa menjual sebanyak 30 tabung,” urainya.
Dijelaskan AKBP Abdul Mun’im, hasil kejahatan pelaku dijual ke daerah Trans, Desa Nyelanding, Desa Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan.
“Sebagian lagi ada yang dititipkan di toko-toko kelontong seharga Rp120 ribu hingga Rp130 ribu dan dijual kembali seharga Rp150 ribu,” jelasnya.
Dia menegaskan, tersangka pengoplosan gas LPG tersebut akan dikenakan Undang-undang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman selama 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp2 miliar.
Selain itu, penyidik juga menjerat tersangka dengan Pasal 53 Huruf C jo Pasal 23 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas) ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp50 miliar dan atau Pasal 32 ayat (1) Jo Pasal 25 huruf C dan E UU RI Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal dengan ancaman kurungan 1 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih teliti dalam membeli LPG 12 kg, karena dimungkinkan tidak sesuai dengan takarannya,” tutupnya. (bis/6)

Pos terkait