by

Imbas Kenaikan Harga Tiket Pesawat

-Opini-99 views

Oleh: Synthia Natalia Kristiani, SST
Staf Seksi Statistik Niaga dan Jasa, BPS Prov. Kep. Bangka Belitung

Kenaikan harga tiket pesawat domestik akhirnya berimbas terhadap penurunan jumlah penumpang. Biasanya, bulan Desember merupakan bulan dengan penumpang terbanyak setelah bulan libur lebaran. Namun, jumlah penumpang bulan Desember 2018 justru merosot tajam. Apa sebab-musabab sebenarnya?
Harga tiket pesawat mulai merangkak naik menjelang Desember 2018. Naiknya harga tiket pesawat cukup beragam di beberapa rute daerah. Misalnya, rute Pangkalpinang – Jakarta, yang sebelumnya berharga 300 ribuan, melonjak menjadi 600 ribuan. Bahkan ada tiket asal dan tujuan domestik dengan harga yang lebih murah jika melakukan transit di bandara luar negeri. Salah satunya adalah rute Aceh-Jakarta. Jika melakukan penerbangan langsung, dikenakan biaya sebesar Rp1,8 juta. Namun, jika transit di Kuala Lumpur, hanya dikenakan biaya 1 juta rupiah.
Kenaikan harga tiket pesawat tersebut tentu berdampak terhadap permintaan dari penumpang. Sesuai dengan teori permintaan, permintaan dan harga berbanding terbalik. Maka, jika harga tiket pesawat naik, maka sangat dimungkinkan permintaan terhadap pembelian tiket pesawat akan mengalami penurunan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menunjukkan bahwa jumlah penumpang angkutan udara di Babel pada Desember 2018 merupakan jumlah penumpang terendah jika dibandingkan dengan Desember 2016 dan Desember 2017. Jika dibandingkan Desember 2016, jumlah penumpang yang berangkat turun 8,38 persen dan jumlah penumpang yang datang turun 6,87 persen, Bahkan jika dibandingkan Desember 2017, jumlah penumpang yang berangkat turun 13,34 persen dan jumlah penumpang yang datang turun 14,26 persen.

Jika ditelusuri lebih dalam lagi, ada hal yang menarik dari kondisi jumlah penumpang angkutan udara di Babel. Trend data tahun 2016 dan 2017 menunjukkan bahwa dibanding bulan-bulan lainnya, bulan Desember merupakan bulan dengan penumpang terbanyak setelah bulan libur lebaran. Bahkan tahun 2016 di Bandara H. As. Hanandjoeddin, bulan Desember menjadi bulan dengan jumlah penumpang terbanyak mengalahkan bulan libur lebaran yang biasanya menempati peringkat pertama. Kontras dengan tahun 2016 dan 2017, jumlah penumpang bulan Desember pada tahun 2018 justru merosot tajam, termasuk lima besar dengan jumlah penumpang terbanyak pun tidak.
Kurangnya antusiasme masyarakat dalam menggunakan tranportasi angkutan udara di Babel pada Desember 2018 harus diwaspadai. Karena seperti yang kita ketahui, akhir tahun merupakan libur panjang yang seyogyanya menarik orang untuk menggunakan transportasi angkutan udara. Terlebih lagi, Babel merupakan daerah kepulauan yang sangat mengandalkan transportasi angkutan udara. Selain daerah kepulauan, Babel juga menjadi destinasi wisata yang cukup populer dengan keberagaman keindahan pantai yang disajikan. Bahkan salah satu destinasi wisata di Belitung yakni Tanjung Kelayang termasuk dalam kategori sepuluh destinasi wisata prioritas nasional.
Imbas kenaikan harga tiket pesawat terhadap kondisi penurunan jumlah penumpang di akhir tahun itu perlu mendapatkan perhatian. Dikhawatirkan kondisi penurunan jumlah penumpang dapat berdampak negatif terhadap kunjungan wisatawan di Babel, khususnya wisatawan dari luar Babel. Oleh karena itu, lebih bijak bagi maskapai jika mempertimbangkan segala aspek dan melakukan kajian terlebih dahulu sebelum melakukan pemberlakuan kenaikan tiket pesawat.(***).

Comment

BERITA TERBARU