Ide Kreatif Mahasiswa KKN di Era New Normal

  • Whatsapp
Dita Lebrianti (Mahasiswa FE UBB)

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sampai saat ini, masih menghantui hampir seluruh penjuru dunia, termasuk didalamnya negara tercinta Indonesia. Berdasarkan data resmi dari situs Covid19 go.id, hingga 24 Juni 2020, secara global dengan jumlah 216 negara, terkorfirmasi/positif Covid-19 mencapai  9.129.146, dan jumlah meninggal dunia sebanyak 473.797 jiwa. Sementara untuk di Indonesia, Posotif Covid-19 sebanyak 49.009 jiwa, meninggal dunia 19.658 jiwa, dan sembuh sebanyak 2.573 jiwa.

Angka Covid-19 ini, berkembang sangat pesat, mengingat sulitnya mengindikasi seseorang yang terpapar hingga cepatnya wabah ini menyebar menjadi salah satu dari hambatan memutus penyebaran Covid-19 ini. Ditambah lagi, hingga sekarang, belum masih ditemukan obat atau vaksin. Untuk di Indonesia, virus mematikan ini, penyebarannya merata ke seluruh wilayah di Indonesia. Seluruh bidang mulai dari ekonomi hingga sosial sangat merasakan dampaknya. Salah satu dampak itu adalah banyak pekerja yang di PHK, di rumahkan, bahkan tetap bekerja namun gaji yang diterima ada yang dibayar hanya setengah dari gaji biasanya.

Imbas dari Covid-19 juga dikeluarkannya kebijakan dari Pemerintah untuk masyarakat, agar tidak berkumpul dalam jumlah yang banyak, menjaga jarak minimal 1 meter, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, selalu mencuci tangan setiap selesai beraktivitas, menggunakan masker saat keluar rumah, dan tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak. Bahkan ada pula kebijakan pemerintah, supaya bekerja, sekolah dari rumah. Untuk bisa beriteraksi menggunakan media teknologi dalam jaringan atau yang biasa dikenal dengan daring.

Khusus di bidang pendidikan terjadinya pandemi Covid-19, dan diterapkannya pembelajaran menggunakan daring, jelas menambah pekerjaan baru tenaga pengajar. Sistem daring yang jelas menggunakan teknologi sebagai alat utama, mengharuskan seluruh orang tua maupun seluruh peserta didik mulai dari tingkatan dasar hingga perguruan tinggi bisa menggunakan teknologi. Lantas bagaimana dengan daerah pelosok yang jelas-jelas akses transportasi saja belum memadai, apalagi masalah teknologi berbasis daring?

Baca Lainnya

Atas kondisi pandemi Covid-19 ini, sebagaimana dipaparkan di atas, benar-benar membuat pemerintah kewalahan. Seiring berjalannya waktu, virus baru mematikan itu, belum memperlihatkan tanda-tanda kapan akan berakhir, membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan terbaru, yaitu New Normal. Tatanan kehidupan baru ini, diterapkan secara bertahap, salah satu harapannya, roda perekonomian di tengah-tengah masyarakat yang tadinya boleh dikatakan stop lantaran mencegah sebaran Covid-19, mulai dibuka kembali. Begitu pula dengan bidang pendidikan, perlahan-perlahan mulai dibuka lagi pembelajaran di sekolah, namun dalam jumlah sangat terbatas.

Tak terkecuali dengan Perguruan Tinggi, kembali melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa. Contohnya, KKN Mahasiswa Universitas Bangka Belitung. Namun, dengan adanya Pandemi Covid-19 ini, KKN Mahasiswa untuk bisa mengabdikan diri ke masyarakat, mau tidak mau harus memutar otak lebih kencang lagi, bagaimana KKN bisa jalan, tetapi protokol kesehatan Covid-19 juga bisa dilaksanakan.

Melihat kondisi itulah, KKN Mahasiswa Universitas Bangka Belitung pun dituntut untuk mampu menguasai teknologi informasi. Bagaimana tidak? Di tengah pandemi Covid-19, dan menghadapi pemberlakuan New Normal di era Covid-19, teknologi informasi menjadi sarana yang paling efektif untuk memutus rantai Covid-19. Apalagi tema yang diusung KKN Mahasiswa Universitas Bangka Belitung “Berkreasi dari Rumah untuk Pencegahan dan Edukasi Covid-19”, tepat kiranya dibekali dengan penguasaan teknologi informasi.

Selain penggunaan teknologi informasi, sarana efektif yang perlu dilakukan KKN Mahasiswa adalah melalui media-media publikasi lainnya, mulai dari spanduk, baliho, pamflet, media massa koran, dan media cetak lainnya. Langkah itu perlu diambil agar KKN Mahasiswa tetap bisa dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat dan di masa pandemi Covid-19, namun sebaran virus Covid-19 tetap bisa disekat. Memang, harus diakui, KKN yang lokasi kegiatannya di daerah-daerah pelosok, tentunya untuk pelaksanaan kegiatan menggunakan teknologi informasi pasti akan mengalami kendala, karena jaringan internet yang sangat terbatas. Ditambah lagi, hanya sebagian kecil masyarakat yang memiliki fasilitas teknologi informasi seperti smartphone.

Sebagai Mahasiswa yang akan melaksanakan KKN, menurut Penulis inilah saatnya Mahasiswa menelurkan inovasi dan ide kreatif, bagaimana caranya program-program kegiatan yang akan dilaksanakan tetap mengacu kepada protokol kesehatan Covid-19, akan tetapi langsung bisa menyasar ke masyarakat di daerah-daerah pedesaan atau terpencil. Misalkan, bagaimana Mahasiswa KKN mengajak masyarakat tetap produktif dan bisa mengembangkan potensi desa di era New Normal, namun tetap mengindahkan protokol kesehatan.  (***).

Related posts