Ibunda Wabup Bateng Berpulang

  • Whatsapp
Prosesi pemakaman Alm. Hj. Ana Binti Ajab, Ibunda Wakil Bupati Ibnu Saleh di TPU Desa Teru Kecamatan Simpang Katis, Bangka Tengah. Tampak para pelayat yang turut serta mengantarkan jenazahnya ke tempat peninggalan terakhir. (foto: ran).

KOBA – Innalillahi Wainna Ilaihirojiun, masyarakat Bangka Tengah saat ini sedang berduka karena sosok orang tua perempuan Wakil Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh yaitu Hj. Ana Binti Ajab dalam usia 74 tahun pada Senin (17/04/2017) sekitar pukul 23.55 WIB kemarin telah berpulang.

Ibunda Ibnu Saleh tersebut menyusul suaminya yang lebih dulu wafat atas nama Ahmad Basri Bin Gunung dalam usia 63 tahun beberapa tahun lalu.

Almarhumah meninggal di Pangkalpinang dengan kondisi terakhir terawat di rumah sakit karena menderita sakit sejak jalannya empat puluh hari sebelum almarhumah meninggal dunia.

Almarhumah meninggalkan lima orang anak yang terdiri dari Ibnu Saleh sebagai anak tertua, menyusul anak berikutnya Iskandar, Candra Riyadi, Agus Basarudin, dan Erlinda.

Jenazah almarhumah disolatkan di Masjid Thariqul Jannah Jalan Pasir Padi Air Itam Pangkalpinang sebelum solat zhuhur karena pertimbangan tertentu, Selasa (18/04/2017).

Setelah disolatkan, jenazah almarhumah langsung dikebumikan di TPU Desa Teru Kecamatan Simpang Katis, Bangka Tengah. Ratusan warga ikut melayat sekaligus mengantarkan jenazah almarhumah pada tempat pemakaman terakhir.

Turut hadir seluruh unsur Forkopimda dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Bateng dalam rangka mensholatkan sekaligus menguburkannya.

Kepada Rakyat Pos, Ibnu Saleh yang merupakan anak tertua sekaligus Wakil Bupati Bangka Tengah pun telah mengikhlaskan kepergian ibunda tercinta, karena menurutnya setiap yang bernyawa pasti mengalami kematian dan sudah diatur oleh Allah SWT.

“Terima kasih kepada seluruh sanak dan taulan yang turut serta melayat, mengafani, menyolatkan dan menguburkan jenazah ibunda kami tercinta hingga ke tempat peninggalan terakhir di TPU Desa Teru ini, semoga sumbangan moril dan materil menjadi amal ibadah buat kita semua,” ujar Ibnu Saleh usai pemakaman di TPU Desa Teru.

Dikatakan Ibnu, ada satu pesan yang ditinggalkan untuk dirinya dan istri sebelum almarhumah meninggal berpesan “bisa bekerja lebih baik dan hati-hati”.

“Sebelumnya ibu sempat jatuh sakit jalan 40 sebelum berpulang. Ada satu pesan yang ia titipkan buat saya dan istri “bisa bekerja lebih baik lagi dan hati-hati”,” ungkapnya.

Dipenghujung wawancara, Ibnu Saleh merasa sangat bangga memiliki sosok ibunda tercinta, karena telah memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya sehingga bisa sukses.

“Almarhumah Ibu kami ini adalah orang hebat dimata kami. Kenapa, karena pas masih kecil, almarhumah ikut membantu bapak kami mencari nafkah, karena waktu kami masih kecil, gaji bapak saya sendiri walaupun sebagai tentara tetap tidak bisa membiayai keluarga kami. Terpaksa ibu kami ikut membantu, seperti ngaret, gawe jadi petani, nyarik kayu api dan gawe-gawe lain-lainnya,” pungkasnya. (ran/3).

Related posts