‘Ibu Kite’ untuk Ibukota

No comment 961 views

Salah satu Pokso Aspirasi “Ibu Kite” Endang Kusumawaty di Jalan Hormen Maddati, Kelurahan Melintang, Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang. Posko ini membuktikan keseriusan Endang dalam pencalonan Walikota Pangkalpinang 2018. (Foto: Budhi Susanto)

Riany: Sosok Ibu Kite Sangat Penting

PANGKALPINANG – Nama Ir. Endang Kusumawaty, terus melejit setelah dirinya menunjukkan keseriusan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Pangkalpinang (Pilwako) 2018 mendatang.
Setelah melakukan pendaftaran sebagai Calon Walikota Pangkalpinang di enam partai politik, Endang semakin disorot dan menjadi pusat perhatian. Apalagi sebagai seorang perempuan, Endang dianggap memiliki komitmen lebih untuk berbuat memajukan Pangkalpinang.
Putri mantan Wakapolres Pangkalpinang Letkol Pol (Purn) Sarman ini pun menyatakan siap melakukan apapun yang terbaik untuk Ibukota Provinsi Bangka Belitung.
Sebagai perempuan, yang lahir dan besar di Kota Pangkalpinang, Endang berkomitmen ingin membangun Kota Pangkalpinang menjadi lebih baik lagi. Dia hadir membawa visi misinya yang mulia demi majunya tanah kelahiran.
Menurut Endang, atas nama kesetaraan dan perwakilan, perempuan-perempuan sejatinya siap untuk ditempatkan dalam sebuah posisi pemimpin guna menggiring kemajuan bagi rakyatnya. Tanpa letih, tanpa keluh kesah dan selalu dengan senyuman.
Karenanya, ia mengaku tagline ‘Ibu Kite’ sengaja digunakan sebagai bentuk kesiapannya mengabdi dan memberikan yang terbaik bagi Kota Pangkalpinang.
‘Ibu Kite’ juga katanya merupakan sosok yang dibutuhkan Ibukota Provinsi Bangka Belitung. Dia menganalogikan ‘Ibu Kite’ seolah seorang ibu akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan anak-anaknya.
Terlebih, Kota Pangkalpinang saat ini butuh sosok pekerja keras sekaligus berjiwa lembut yang dapat menghadirkan sesuatu yang dibutuhkan masyarakat untuk kesejahteraan rakyatnya. Seperti itulah hadirnya Endang sebagai sosok ‘Ibu Kite’ untuk Pangkalpinang.
“Pangkalpinang, adalah Kota yang membutuhkan sosok pemimpin perempuan, sebab jumlah perempuan di Pangkalpinang menduduki presentasi 49% dibandingkan laki-laki sebesar 51%. Hal ini menunjukkan bahwa pada dasarnya perempuan memiliki potensi dan kekuatan untuk memimpin Pangkalpinang dan membawanya menjadi maju dan lebih baik. Seperti halnya Seorang ibu. Ibu itu manajer keuangan yang paling handal, dan juga selalu punya cara untuk kebahagiaan anaknya. Ini yang akan kita lakukan untuk kota tercinta kita ini. Memberikan hal terbaik untuknya,” ujar Endang.
Lebih lanjut, sebagai kader perempuan Partai Demokrat, Endang tetap mengharapkan dukungan banyak partai untuk membawanya dalam pesta rakyat 2018 mendatang.
Sejauh ini, kata dia, sudah enam partai yang didaftarkannya. Lima dari enam formulir sudah dikembalikan yakni PPP, PKB, Hanura, PAN, dan Demokrat. Sedangkan untuk PDIP, dirinya baru kemarin mengambil formulir pendaftarannya.
“Sosialisasi terus kita lakukan dan hasil survey terakhir pada bulan Oktober mendatang untuk menentukan keputusan final, apakah maju atau mundur secara terhormat. Kedepan kita lihat takdir Allah, jika diizinkan saya akan maju. Yang jelas saya sudah tercebur untuk mencalonkan diri, 99 persen saya siap, satu persen tinggal takdir yang menentukan,” harapnya.
Seorang wanita, sebutnya memang ‘seolah’ sedikit peluang untuk terjun ke politik, apalagi menjadi pemimpin. Namun sesungguhnya wanita memiliki kesempatan yang sama untuk terjun ke dunia politik dan menjadi pemimpin. Perjuangan Kartini yang berhasil mendongkrak asumsi tradisional bahwa wanita tidak bisa berbuat untuk bangsa, perlu diamalkan.
“Berangkat dari semangat itulah saya memberanikan diri untuk menjadi seorang pemimpin, khususnya di tanah kelahiranku Pangkalpinang. Menjadi pemimpin daerah di Kota Pangkalpinang adalah sebuah panggilan suci dan dedikasi untuk mewujudkan keterwakilan suara perempuan dalam kontestasi politik daerah,” tutupnya.
Semangat Ibu Kite Endang yang berusaha memberikan hal terbaik untuk Pangkalpinang ini, mendapatkan apresiasi dari kalangan perempuan di Pangkalpinang.
Salah satunya Riany Andini S.Sos, perempuan muda Pangkalpinang. Menurutnya hadirnya Ibu Kite Endang dalam kancah politik di Pangkalpinang adalah keharusan.
“Menurut saya, keterlibatan perempuan di dalam semua sektor kehidupan merupakan sesuatu yang sangat penting. Dengan keterlibatan perempuan dalam politik tentu membawa warna baru sistem perpolitikan yang cenderung maskulin,” ujarnya memulai perbincangan.
Diakui Mahasiswi Magister Ilmu Politik Univeristas Diponegoro Semarang ini, dengan keterlibatan perempuan sudut pandang politik tidak hanya dilihat dari sisi laki-laki saja tapi juga perempuan.
“Dengan keterlibatan perempuan juga mendorong perempuan perempuan lain untuk berkembang maju mengekspresikan kemampuan yang mereka miliki di ruang ruang publik lainnya,” sebut Riany.
Kehadiran Ibu Kite Endang untuk mengabdi pada tanah kelahirannya pun dirasakan Riany sebagai suatu kebutuhan.
“Figur pemimpin perempuan dimanapun dan untuk posisi apapun saat ini jelas sangat dibutuhkan, apalagi di Pangkalpinang. Asalkan dia (Endang-red) berkompeten dalam bidangnya dan berkeinginan untuk memajukan daerahnya, siapapun itu dia pasti adalah yang terbaik diantara yang baik,” tegas putri seorang ibu kepala sekolah di Pangkalpinang ini.

Posko Aspirasi Endang
Untuk membuktikan keseriusan dirinya dalam pencalonan Walikota Pangkalpinang 2018, Endang Kusumawaty yang memastikan ikut berkoompetisi juga telah siap menampung aspirasi masyarakat Pangkalpinang dengan membangun Posko Aspirasi.
Posko yang diberi nama ‘Aspirasi’ Ibu Kite itu beralamat di Jalan Hormen Maddati, Kelurahan Melintang, Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang. Dengan adanya posko ini diharapkan dapat menyerap dan menampung aspirasi warga, sehingga rencana program pembangunan untuk lima tahun mendatang bisa lebih terarah sesuai keinginan masyarakat Pangkalpinang.
“Di sini masyarakat bebas menyampaikan uneg-uneg, ide serta gagasan untuk kemajuan Pangkalpinang,” tutur Rikky ‘Sinyu Pengkal’ selaku sahabat Endang Kusumawaty.
Posko “Aspirasi” Ibu Kite itu akan dibuka setiap hari untuk menerima keluhan dan aduan masyarakat Pangkalpinang, melalui konsep menjembatani segala bentuk aspirasi atau bahkan dukungan kepada Ir Endang Kusumawaty sebagai bakal calon Walikota Pangkalpinang periode 2018-2023.
“Konsepnya kita gunakan untuk menampung aspirasi masyarakat. Bisa saja aspirasi itu dalam bentuk berkeluh kesah, atau usulan program pembangunan dan juga bisa menyampaikan dukungan,” jelasnya. (adv/bum)

No Response

Leave a reply "‘Ibu Kite’ untuk Ibukota"