Ibnu Tak Butuh Orang Pandai Tapi Akhlak Buruk

Minta Semua OPD Tunjukkan Inovasi
PNS Dituntut Tidak Boleh Salah

KOBA – Bupati Bangka Tengah (Bateng), Ibnu Saleh menegaskan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada diwilayah itu untuk berinovasi salah satunya membuat perencanaan yang matang untuk tahun 2018 akan datang.

“Saya minta pada hari rabu ini, seluruh OPD menunjukkan inovasinya kepada saya karena kita sudah ketinggalan dengan desa yang sudah lebih dulu mencanangkan bursa inovasi desa. Jangan sampai para OPD ketinggalan,” ujarnya dalam sesi diskusi dengan seluruh OPD di Gedung Serbaguna Pemkab Bateng, Senin (04/12/2017).

Dikatakannya, mulailah dari perencanaan dari sebuah program, kemudian harus melakukan evaluasi yang bermula dari mengoreksi diri kita sendiri, baru mengoreksi orang lain. Tidak hanya itu, laporan pertanggungjawaban juga harus dibuat setiap selesai kegiatan.

“Selama ini, kegiatan sudah banyak berjalan, tetapi laporan pertanggungjawaban tidak dibuat, apapun bentuk kegiatannya. Laporan mulailah dibuat pada Bulan Januari 2018 untuk laporan Bulan Desember 2018. Bisa, buat dulu nomor suratnya. Semua ada ilmunya,” ungkapnya.

Sebagai pegawai, menurutnya, PNS dituntut tidak boleh salah walaupun sebenarnya secara lahiriah, manusia tidak bisa luput dari kesalahan.

Lanjutnya, masyarakat yang kita layani tidak pernah tahu dan tidak mau tahu, apakah pegawai bisa bekerja atau tidak, yang pasti mereka harus terlayani dengan baik.

“Pegawai kalau bisa harus benar, harus benar dan harus benar. Supaya apa, agar masyarakat terlayani dengan baik,” tuturnya.

Dikatakannya, supaya karir pegawai cepat naik, maka bekerjalah secara profesional dan bertanggungjawab. Kemudian, besarkan pimpinan Anda dan istimewakan pimpinan Anda.

“Kami tak butuh orang yang pandai, jenius, tapi akhlaknya buruk. Sebaliknya, kami butuh orang yang cerdas, pandai dan akhlaknya baik juga. Jadi, akhlak sangat menentukan. Di Bateng sendiri banyak orang pintar, tapi kadang kala tak sesuai dengan perilakunya, maka sangat sulit untuk diperjuangkan,” ungkapnya.

Terakhir, ditambahkannya, harus ada kontrol. “Maka kita harus mengontrol setiap program yang sudah ada, apa yang sudah dilaksanakan pakailah untuk pribadi dan untuk organisasi,” katanya.

“Saya setiap akhir tahun, selalu membuat perencanaan bagi diri saya sendiri. Kita harus tahu apa yang menjadi keinginan bos anda, kebutuhannya apa. Bantulah organisasi bapak/ ibu, maka hal itu akan membesarkan organisasi Anda. Kedepan, saya minta tingkatkan produktivitas. Misalnya target sahang yang awalnya sebanyal 0,5/kg dinaikkan menjadi 3/kg,” tukasnya. (ran/3).

No Response

Leave a reply "Ibnu Tak Butuh Orang Pandai Tapi Akhlak Buruk"