by

Ibnu Sarankan Petani Lada Gunakan Junjung Hidup

Lebih Kecil Biaya Produksi

KOBA – Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh mengajak petani lada diwilayah itu untuk menggunakan junjung hidup sebagai tiang panjat tanaman lada. Menurutnya, tiang panjat hidup lebih ekonomis dalam menekan biaya produksi.

“Saya lebih menyarankan kepada petani lada untuk menggunakan junjung hidup sebagai tiang panjat tanaman lada, karena lebih kecil biaya produksi ketimbang menggunakan junjung mati lantaran biayanya lebih besar,” ujar Ibnu belum lama ini.

Dikatakannya, penggunaan tiang panjat hidup untuk budi daya tanaman lada. Junjung hidup yang bisa dijadikan tiang panjat yakni dadap, randu atau kapuk.

“Banyak jenis kayu yang bisa dijadikan junjung hidup untuk tiang panjat, seperti dadap, kapuk dan lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bateng Rusli Haidir menyarankan kepada petani untuk membudidayakan tanaman Sahang Ramah Lingkungan (SARANG).

Katanya, banyak keuntungan yang bisa diperoleh, pertama menghindari penyakit kuning, mengggunakan tajar hidup, menggunakan pupuk organik 80-20 persen, atau sisa-sisa tanaman atau kompos, seterusnya mengatasi hama dan penyakit, bisa mendorong menggunakan tricoderma.

Kemudian menggunakan tanaman penutup yang menghasilkan unsur Nitrogen, dan membuat saluran drainase diareal perkebunan dalam menangani kondisi saat air hujan.

“Dari tajar hidup bisa menjadi pupuk, makanan ternak, pakan kambing, sapi, ayam. Kemudian tanah lebih lembab. Untuk lahan baru didorong menerapkan budidaya sahang ramah lingkungan,” ujarnya.

Dikatakannya, keuntungan lain untuk meningkatkan produksi lada. Saat ini produksi sekitar 1,42 ton/hektar, sedangkan jika menerapkan budidaya ramah lingkungan menggunakan sistem integrasi lada dengan ternak bisa lebih.

“Saat ini, rata-rata produksi lada sebanyak 0,6 kg/batang lada kering, sedangkan metode ini bisa meningkat dari sekarang. Jangan pikirkan harga, namun bagaimana meningkatkan produksi. Karena harga terjadi fluktuasi atau berubah-ubah, jadi kita siasati dengan cara memperkecil biaya produksi,” tukasnya. (ran/3).

Comment

BERITA TERBARU