by

Ibnu Saleh: Saya Ingin Segera Ada Wakil Bupati

-Moment-63 views


KOBA- Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh menyikapi perihal kekosongan jabatan wakil bupati sejak 27 Juli 2017 lalu. Ibnu menginginkan adanya wakil bupati sebagai pembantu bupati untuk meringankan tugas dan beban kerja bupati dalam membangun Kabupaten Bangka Tengah yang lebih baik kedepan.

“Secara pribadi saya ingin segera ada wakil bupati untuk mendampingi saya dalam penyelenggaraan pemerintahan di Bangka Tengah. Bagi saya, siapapun orangnya secara pribadi saya terima dan diridhoi Allah SWT,” ujar Ibnu dalam jumpa pers dengan sejumlah wartawan di Kantor Bupati Bangka Tengah, Kamis (18/1/2018).

Dia menegaskan, posisi dirinya saat ini sama dengan masyarakat Bangka Tengah yakni sama-sama menunggu dua nama yang akan diusulkan oleh enam partai politik pengusung yakni Partai Nasdem, Gerindra, Hanura, PKS, Demokrat dan PPP.

“Bila nama calon sudah diusulkan dua nama oleh enam parpol pengusung, maka saya akan terima dan saya tidak bisa menolak. Kemudian segera saya teruskan langsung kepada DPRD untuk dipilih. Kalau hari ini dua nama itu diserahkan Parpol pengusung, maka sorenya saya langsung buat berita acara untuk diserahkan ke ketua DPRD,” ungkapnya.

Ia menegaskan, tidak ada wewenang bupati dalam hal pemilihan dua nama cawabup karena bupati bukan penentu. Tupoksi bupati dalam hal ini, lanjut dia, hanya meneruskan usulan dua nama yang telah dirumuskan oleh parpol pengusung.

“Perlu dicatat, bupati bukan penentu, bupati hanya bisa meneruskan usulan dua nama dari enam partai politik tersebut. Bupati tidak boleh menolak usulan dua nama yang diusulkan parpol pengusung dan bupati wajib meneruskan ke DPRD hasil kesepakatan parpol itu,” ungkapnya.

“Justru saya mengusulkan kepada parpol pengusung untuk segera rapat dan bermusyawarah dengan segera menentukan dua nama yang akan dikirim ke DPRD. Jangan sampai ditunda lagi karena jabatan wabup harus segera diisi secepatnya,” tambahnya.

Terkait mekanisme pemilihan, pihaknya akan menjelaskan kepada ketua DPRD secara tertulis terkait aturan tentang mekanisme dan proses pemilihan wakil bupati pengganti antar waktu ini.

“Pola dan metode pemilihan sepenuhnya diserahkan kepada parpol pengusung. Bupati tidak ikut campur dan terima bersih saja, namun harus ada kesepakatan yang bulat. Jika ada satu saja partai yang tidak setuju, tandanya belum sepakat, enam parpol harus setuju semua,” terangnya.

Perihal sudah hampir enam bulan kekosongan jabatan wabup Bangka Tengah ini, sebelumnya sudah dilakukan konsultasi kepada Kementerian Dalam Negeri. Kemudian secara pribadi sudah disampaikan bahwa dirinya ingin segera dipilih wakil bupati untuk menjaga keseimbangan dan meringankan tugas bupati.

“Saya sampaikan bahwa saya harus punya wakil bupati, hanya saja saat ini belum ada kata sepakat dari enam partai pengusung, namun saya akan coba memfasilitas untuk segera dipercepat terpilihnya. Kalau mau difasilitasi, pemda siap bantu,” terangnya.

Ia menyampaikan, hingga saat ini bupati belum menyampaikan dua nama ke DPRD untuk dipilih karena belum ada kesepakatan partai pengusung. Jadi, wewenang pemilihan dua nama calon wabup Bateng ini bukan pada bupati dan DPRD, tetapi ranahnya pada parpol pengusung.

“Enam parpol itu harus sepakat dengan kesepakatan yang bulat, satu saja tidak tanda tangan hasil kesepakatan, maka tidak sah karena enam partai itu harus tanda tangan. Saya usulkan kembali kepada partai politik, kembali duduk bersama untuk melahirkan kesepakatan yang bulat. Kemudian berkas nama calon wabup yang pernah dirumuskan oleh tim adhoc parpol pengusung sebelumnya akan disampaikan berita acaranya ke Parpol Pengusung tembusan ke DPRD,” katanya. (ran/10)

Comment

BERITA TERBARU