Ibnu Minta Tenaga Lini Lapangan KB Bekerja Keras

  • Whatsapp
Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh didampingi Kepala BKKBN Babel, menyampaikan sambutan dalam pembukaan Sosialisasi KKBP di Gedung Serba Guna Kecamatan Sungaiselan, Bangka Tengah, Kamis (21/03/2019).(foto: tamimi).

Pemkab Sosialisasikan KKBP & Mitra Kerja

SUNGAISELAN – Dalam mewujudkan keluarga berkualitas, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) mensosialisasikan KKBP bersama Mitra Kerja, di Gedung Serba Guna Kecamatan Sungaiselan, Bangka Tengah, Kamis (21/03/2019).

Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh dalam sambutannya menyampaikan, program Keluarga Berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan mengatur kehamilan melalui promosi, perlindungan serta bantuan sesuai dengan hak produksi untuk mewujudkan keluarga berkualitas.

“Berdasarkan ilmu kesehatan umur ideal yang matang secara biologis dan psikologi ada 20-25 tahun bagi wanita, dan 25-30 bagi pria. Oleh karena itu, BKKBN memberikan pembatasan usia 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun bagi pria,” ujarnya.

Dijelaskannya, berdasarkan data statistik rutin BKKBN pada bulan Desember 2018 untuk capaian peserta baru metode Kontrasepsi Jangka Panjang (PB MKJP) pada Kabupten Bangka Tengah, hanya 43% dengan angka Absolut 492 dari targetnya 1.144. Pencapaian ini masih dibawah capaian provinsi 68%.

Untuk itu, ia meminta tenaga lini lapangan KB harus bekerja keras dalam mensosialisasikan Program KB, sehingga target KKBPK dapat tercapai.

“Untuk Bangka Tengah sendiri kampung KB telah diresmikan di Desa Belimbing Kecamatan Lubuk Besar tanggal 10 Maret 2016 dan tahun 2017 telah dibentuk 6 kampung KB di Enam Kecamatan antara lain Kecamatan Koba, Desa Kurau, Kecamatan Lubuk Besar yaitu Desa Lubuk Besar, Kecamatan Namang yaitu Desa Baskara Bakti, Kecamatan Pangkalan Baru yaitu Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Simpang Katis yaitu Desa Pasir Garam, Kecamatan Sungai Selan yaitu Desa Munggu, sehingga sudah terbentuk 7 kampung KB,” ungkapnya.

Sedangkan pada tahun 2018, lanjutnya, telah dibentuk 4 Kampung KB yakni Desa Cambai, Desa Sungkap, Desa Kerantai, dan Desa Batu Beriga, sehingga Kampung KB yang sudah terbentuk di Bangka Tengah total 11 kampung KB.

“Harus kita apresiasi secara bersama, karena kalau seluruh stakholder fokus untuk membangun Kampung KB, Insya Allah tingkat kesejahteraan di seluruh kampung KB akan meningkat dan akan tercipta keluarga yang berkualitas di Kabupaten Bangka Tengah,” jelasnya.

Ia menambahkan, ada beberapa hal penting yang harus disepakati dalam kegiatan Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK bersama Mitra Kerja itu antara lain dengan pemberian informasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) oleh perangkat daerah, PLKB, Kader, PPKBD, sub PPKBD, toga, toma dan Pokja Kampung KB di daerah agar dapat dilakukan di desa dengan sasaran wilayah khususnya di Kampung KB.

“Sasaran Pelayanan KB di prioritaskan bagi Pasangan Usia Subur (PUS) pasca kelahiran dan pasca keguguran. Mendorong pemakaian kontrasepsi modern, khususnya MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang). Agar kegiatan ini dapat berhasil, maka perlu dukungan dari seluruh mitra terkait berupa sarana, prasarana dan Sumber Daya Manusia,” pungkasnya. (ran/3).

Related posts