Hypermart Kepergok Jual Migor Diatas HET

  • Whatsapp
SIDAK HYPERMART – Tim gabungan KPPU RI, Disperindag dan Ditreskrimsus Polda Babel tampak memeriksa harga gula pasir saat melakukan sidak di Hypermart Bangka, Senin (15/5/2017) siang. Saat pemeriksaan harga gula lolos, ternyata Hypermart kepergok bermain di harga minyak goreng yang dijual diatas HET. Hypermart menjual minyak goreng Rp14 ribu dari HET Rp11.000. (Foto: Bambang Irawan)

KPPU RI Tegaskan Mendag Bisa Cabut Izin
Store Manager Hypermart Bangka Gugup

PANGKALPINANG – Masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sepertinya harus ekstra hati-hati ketika berbelanja di pusat perbelanjaan terkenal yang ada di Pulau Bangka menjelang Ramadhan ini. Sebab, pusat perbelanjaan Hypermart Bangka yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), terbukti menjual minyak goreng yang tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) seperti ditentukan pemerintah.
Hal ini terungkap setelah tim gabungan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia (KPPU RI), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta jajaran Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Ditreskrimsus Polda Babel) melakukan inspeksi mendadak di Hypermart, Senin (15/5/2017) siang.
Semula petugas menyusuri dan mengecek harga setiap produk yang dijual di Hypermart. Gula pasir menjadi yang pertama kali dicek petugas. Dan tim belum berhasil menemukan harga gula yang tidak sesuai dengan HET seperti ditetapkan pemerintah.
Akan tetapi ketika tim mengecek harga minyak goreng, dari sinilah pelanggaran oleh Hypermart terjadi. Tim mendapati salah satu item minyak goreng yang berada di bawah lemari pajangan, dijual tidak sesuai dengan label harga. Bahkan harga yang tertera di kemasan minyak goreng lebih tinggi dari HET yang harusnya dijual. Jika HET minyak goreng Rp11.000, Hypermart justeru menjualnya lebih mahal yakni seharga Rp14.000 per bungkus.
Kepergok begitu, Store Manager Hypermart Bangka, Gani Cahya Wibisana agak terlihat gugup menjelaskan tentang adanya temuan harga minyak goreng yang dijual diatas HET, yakni Rp14.000. Meski ikut melihat sendiri temuan tim tersebut, Gani masih berdalih harga minyak goreng yang dijual tetap sama dengan kebijakan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Barang kita dari Jakarta. Kalau barang sudah datang nanti, harganya tetap sama. Komitmen kita untuk mengikuti kebijakan pemerintah. Ini kita setting harganya. Silahkan ibu cek lagi,” elaknya di hadapan Wakil Ketua KPPU RI, R. Kurnia Syaranie.
Mendapati pelanggaran itu, Kurnia Syaranie mengimbau kepada pihak manajemen Hypermart agar menjual produk sesuai dengan harga yang tertera pada label. Penjualan harga sesuai dengan label untuk menghindari pembeli tidak salah harga dalam membeli produk.
“Dari tiga komoditi, yakni minyak goreng, gula dan daging beku harganya sudah sesuai dengan yang telah diputuskan di pusat. Mudah-mudahan yang kita lihat tadi, harga harus nempel di produk supaya konsumen tidak terkecoh,” katanya.
Diakui Syaranie, dalam pantauan dan sidak mereka ke distributor stok pangan di Kota Pangkalpinang masih cukup selama bulan suci Ramadhan hingga hari raya Idul Fitri nanti.
“Jadi, persediaan pangan kita masih cukup terutama sekali tiga komoditi tadi. Biasanya, tiga komoditi ini semakin mendekat Ramadhan dan Idul Fitri, semakin naik-semakin naik,” ungkapnya.
KPPU RI, ditegaskan Syaranie, akan terus dan tidak akan berhenti untuk memantau harga kebutuhan pangan di seluruh daerah di Indonesia sehingga tidak ada yang berusaha menaikkan harga dan harga tetap stabil.
“Kami juga tadi pagi turun ke RPH (rumah pemotongan hewan-red) dan ini harus diikuti untuk melindungi konsumen kita supaya tidak ada gejolak harga. Kalau sewaktu-waktu harganya berubah, Mendag bisa mencabut izin apabila ditemukan,” tukasnya.
Ia menegaskan, gula pasir seharusnya dijual Rp12.500, sedangkan harga minyak goreng Rp11.000 dan daging beku dengan harga perkilo Rp80.000 sesuai HET aturan pemerintah.
“Merek apa pun Rp12.500, HET tertinggi gula. Syukur Alhamdulillah kalau lebih rendah harganya. Minyak goreng Rp11.000 hanya untuk kemasan yang sederhana,” ujarnya.
Sedangkan Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Batam, Lukman Sungkar yang mendampingi Wakil Ketua KPPU RI kepada awak media disela-sela sidak mengakui, sidak itu sengaja dilakukan menjelang Ramadhan.
“Hari ini kita melakukan sidak menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Kita ingin mengecek harga-harga yang sudah ditentukan oleh Menteri Perdagangan,” katanya.
Sementara Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Babel, Kombes Pol Mukti Juharsa yang juga bertindak selaku Ketua Tim Satgas Pangan Provinsi Babel mengungkapkan, petugas belum menemukan harga sembako di tingkat distributor yang dijual di atas HET. Malah sebaliknya, hingga kini harga pangan di provinsi itu masih stabil.
“Besok akan dikumpulkan seluruh distributor di Babel dan akan membuat pernyataan harga sesuai dengan standart. Gak ada yang menjual diatas HET, kalau ada penimbunan akan kita tindak tegas,” tegasnya. (bis/1)

Related posts